• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Realitas di Aceh Lebih ‘Bid’ah’ dari Filmnya

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
April 18, 2025
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Realitas di Aceh Lebih ‘Bid’ah’ dari Filmnya

Tgk. Haekal Afifa, mantan Ketua Majelis Akreditasi Dayah (MADA) dalam diksusi Film Bid'ah yang digelar PB RTA, Selasa (15/4/2025).

Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Film Bid’ah memicu perdebatan publik terkait isu kekerasan seksual di institusi keagamaan. Namun bagi Tgk. Haekal Afifa, mantan Ketua Majelis Akreditasi Dayah (MADA) Aceh, realita yang terjadi di Aceh jauh lebih memprihatinkan dari film tersebut. Ia menilai, predator seksual tak mengenal identitas, termasuk di lingkungan dayah.

Hal itu diungkapkan Tgk. Haekal yang juga Pendiri Institut Peradaban Aceh (IPA) dalam diskusi tentang film Bid’ah atau yang populer belakangan ini karena menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. “Namun, menurut saya pribadi, film ini justru menjadi cerminan dari realitas sosial yang terjadi di sekitar kita, khususnya di Aceh,” ujarnya dalam diskusi digelar Pengurus Besar Rabithah Thaliban Aceh (PB RTA) Selasa (15/4/2025), sebagaimana ditayang Podcast Sagoe TV pada Kamis (17/4).

BACA JUGA

Bantuan Rp260 Miliar dari Sumut untuk Aceh Diserahkan di Forum APEKSI Banda Aceh

Tenaga Medis dan Dokter Spesialis RSUD Aceh Besar Mogok Kerja, Layanan Poliklinik Terhenti

Haekal menegaskan bahwa jika menyoal apakah praktik yang ditampilkan dalam film itu adalah bid’ah, saya sepakat—bahkan lebih dari sekadar bid’ah, karena hal itu merupakan bentuk nyata kemungkaran. Film ini mengangkat kisah fiksi, namun yang ia pantulkan adalah cermin atas problematika serius yang sedang kita hadapi di ruang-ruang tertutup, terutama di lingkungan berasrama seperti dayah atau pesantren.

Menurutnya, masyarakat sering terkejut karena merasa “isu seperti ini tidak ada di Aceh.” Padahal, persoalan predator seksual juga ada di sini. “Bahkan, dalam catatan kami saat saya menjabat di Majelis Akreditasi Dayah, terdapat 7 hingga 8 dayah yang tersandung kasus pelecehan seksual terhadap santri, baik oleh pimpinan maupun dewan guru,” ungkapnya dengan nada sedih penuh serius.

Baca Juga:  Pj Gubernur Pimpin Persiapan Kunjungan Presiden Pembukaan PON XXI Aceh-Sumut 2024

Yang menjadi sorotan, kata Pemerhati Dayah dan Aktivis Perlindungan Santri Aceh ini adalah bahwa praktik predator seksual ini tidak memiliki agama, warna, atau identitas tertentu. Ia bisa terjadi di dayah salafiyah, dayah khalafiyah, bahkan di institusi pendidikan umum seperti kampus atau lembaga asrama seperti polisi dan militer. Namun ketika terjadi di dayah, sorotan publik menjadi lebih tajam karena dayah diposisikan sebagai penjaga moral umat. “Sama seperti polisi; ketika melanggar hukum, efek sosialnya lebih besar karena ia adalah simbol hukum itu sendiri” papar dia memberi tamsilan.

Para pemateri dalam diskusi Film Bidaah dan Serbuan Predator Seksual di Aceh yang digelar PB RTA, Selasa (15/4/2025).

Ia mengaku menyesal bahwa banyak kasus ditutup rapat-rapat. Bahkan, pernah terjadi satu kasus di Pidie Jaya, di mana pihak korban justru ditekan oleh aparat gampong, mukim, hingga camat, agar tidak menyebarkan informasi. Pelaku malah dilindungi, sementara korban harus dipindahkan. Ini adalah bentuk kemungkaran yang nyata.

Dari sisi regulasi, lanjut Alumni Dayah MUDI Mekkar Bekasi ini bahwa Qanun Dayah Aceh Nomor 9 Tahun 2018 memang sudah ada. Namun, dari 27 Peraturan Gubernur (Pergub) yang seharusnya diturunkan dari kanun tersebut, hanya 6 atau 7 yang terealisasi. Tidak ada Pergub tentang Renstra (rencana strategis), tidak ada tentang pengawasan, bahkan tidak ada kewenangan bagi pemerintah untuk mencabut izin operasional dayah bermasalah. Akhirnya, Majelis Akreditasi Dayah hanya bisa melakukan blocking terhadap usulan akreditasi dari dayah yang terbukti bermasalah.

Hal lainnya, kata dia, banyak alumni dayah yang membuka lembaga sendiri tanpa pengawasan dari dayah induk. Ini berbahaya. Apalagi jika secara moral, ilmu, dan spiritualitas belum selesai. Ada juga pola rekrutmen dewan guru di banyak dayah yang masih longgar. Siapa saja bisa masuk mengajar tanpa filter kuat. Ini membuka celah masuknya oknum yang tidak aman bagi anak-anak.

Baca Juga:  Prodi S3 Studi Islam UIN Ar-Raniry Terima Mahasiswa Baru

Dalam kondisi demikian, tidak mengherankan jika korban-korban lebih memilih mencari perlindungan ke lembaga bantuan hukum seperti LBH. Karena di internal dayah belum tersedia sistem advokasi dan perlindungan korban yang bisa diandalkan.

Film yang dianggap “bid’ah” oleh sebagian pihak itu, menurut saya justru berhasil menyentil kita untuk berani bersuara tentang hal-hal yang lebih bid’ah dari film itu sendiri. Kita perlu membuka mata dan telinga, serta memperkuat langkah preventif—baik melalui pengawasan internal dayah, penguatan regulasi, maupun edukasi tentang perlindungan anak dalam sistem pendidikan berasrama. []

 

Tags: acehBid'ahBidaahDiskusiFilmMalaysia
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Bantuan Rp260 Miliar dari Sumut untuk Aceh Diserahkan di Forum APEKSI Banda Aceh
News

Bantuan Rp260 Miliar dari Sumut untuk Aceh Diserahkan di Forum APEKSI Banda Aceh

by Anna Rizatil
April 21, 2026
Tenaga Medis dan Dokter Spesialis RSUD Aceh Besar Mogok Kerja, Layanan Poliklinik Terhenti
News

Tenaga Medis dan Dokter Spesialis RSUD Aceh Besar Mogok Kerja, Layanan Poliklinik Terhenti

by SAGOE TV
April 20, 2026
Badan Pangan Nasional Beri Penghargaan untuk Dinas Pangan Aceh Besar
News

Badan Pangan Nasional Beri Penghargaan untuk Dinas Pangan Aceh Besar

by Anna Rizatil
April 20, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji
News

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

by Anna Rizatil
April 20, 2026
Musriadi Aswad
News

Musriadi Aswad Terpilih sebagai Koordinator Presidium MD KAHMI Aceh Besar

by SAGOE TV
April 19, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026
6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

April 17, 2026

EDITOR'S PICK

Gubernur Aceh Tegaskan Penataan Tambang Ilegal demi Kelestarian Lingkungan dan Peningkatan PAA

Gubernur Aceh Tegaskan Penataan Tambang Ilegal demi Kelestarian Lingkungan dan Peningkatan PAA

October 1, 2025

Mewujudkan Perfilman di Aceh

March 25, 2025
Jam Operasional Museum Tsunami Aceh

Libur Lebaran, Museum Tsunami Aceh Ditutup Sementara

March 29, 2025
Cerita Suku Anak Aceh di Negeri Sembilan

Cerita Suku Anak Aceh di Negeri Sembilan

March 15, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.