• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Etno[e]

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pandai Merasa Bukan Merasa Pandai

Dr. Sulaiman Tripa. Foto: Dok Bandar Publishing

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sulaiman Tripa
Dosen Universitas Syiah Kuala, Kopelma Banda Aceh.

Kata etno merujuk pada etnis atau suku bangsa. Kata ini kemudian bersanding dengan logi, budaya, sentrisme, linguistik, atau bahkan grafi. Bahkan dalam perkembangannya, ia kemudian dipadukan dengan musikologi, dan semacamnya. Semua kata di belakangnya akan menentukan maksud masing-masing.

Terkait kajian keilmuan, terutama di kampus, urusan untuk mengetahui bagaimana etnis atau suku bangsa, dari berbagai sisi yang tadi, tidak mudah untuk dilakukan. Ada yang bisa ditentukan batasan, namun dalam proses pencarian datanya, batasan itu tidak bisa membatasi sejauhmana sisi data yang seyogianya ditemukan. Bahkan untuk membahas hal terkecil sekalipun, dari sebuah etnis atau bangsa, membutuhkan keseriusan yang tinggi untuk mendapatkan potretnya.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Suatu kali saya dengar cerita seorang senior saya yang menghabiskan berbulan-bulan waktu untuk mengetahui potret suku masyarakat tertentu. Suatu penelitian yang dilakukan kepentingan studi, bisa dibayangkan berapa banyak waktu yang dibutuhkan agar semua dipahami secara sempurna. Jadi sebelum melaksanakan penelitian yang asli, terlebih dahulu dilakukan semacam penelitian pendahuluan, sebagai jalan masuk.

Orang yang menganggap remeh-temeh urusan ini, akan menemukan bayangan palsu dari potret masyarakat yang ingin diketahui luar-dalam. Biasa saja apa yang dilihat, tidak lebih merupakan lapisan paling luarnya saja. Sedangkan inti dari apa yang ada dalam masyarakat itu, tidak bisa ditemukan.

Teringat saya pada kisah lama. Ketika Aceh sedang banyak diburu akhir abad ke-20, banyak negara seperti kehilangan wajah. Proyek intelektual masuk dalam rangka memetakan jalan yang hampir buntu ini.

Seorang yang mendapat kesempatan itu adalah Snouck Hurgronje yang kemudian sempat dijuluki sebagai teungku puteh.

Apa yang menarik? Ia bisa meyakinkan publik intelektual, bahwa apa yang disebut teungku tidak selalu sebutan untuk mereka yang alim. Dengan bahasa yang sederhana, Snouck ingin meyakinkan bahwa untuk siapapun, panggilan teungku itu bisa ditabal. Bahwa hal demikian tidak didapat tiba-tiba. Sejumlah buku yang mengupas riwayat hidupnya menjelaskan betapa Snouck menghabiskan bertahun-tahun belajar di Mekkah untuk mengetahui bagaimana orang Aceh dan hubungannya dengan tempat suci itu. Untuk hal ini, mungkin ia hampir berhasil sepenuhnya.

Baca Juga:  Mengendus Pintu  Masalah Lanjut Usia

Tentu terlalu ribet jika kolom pendek ini hanya untuk mendebat itu. Ada hal yang ingin saya sampaikan, sesungguhnya sederhana, bahwa jika ingin mengetahui kondisi orang lain, maka harus didalami secara sempurna. Tidak mungkin ingin memotret secara utuh suatu masyarakat atau komunitas, namun tidak mengerti sepenuhnya kondisi masyarakat itu.

Keseyogiaan ini ingin mematahkan proses cepat yang sering dilakukan oleh orang-orang. Seolah-olah ingin menggambarkan sesuatu bisa dalam sekejap. Membicarakan hal yang sesungguhnya krusial, namun dilakukan dengan biasa saja. Bahkan dalam menawarkan hal yang super serius, hanya dilakukan dengan begitu-begitu saja.

Untuk menyelesaikan masalah yang penting, tidak bisa beralasan memotret masyarakatnya dengan biasa saja. Sesuatu yang ditemukan tidak boleh secara berbatas dan dipotong dengan berbagai alasan. Han sep etnoe. Tidak cukup demikian.

Jangan sampai mengambil kesimpulan untuk hal-hal yang penting, hanya berbasis pada kegiatan survei sehari-dua, lalu mengambil kesimpulan bahwa masyarakat sana begini, dan masyarakat di sini begitu.

Konsep etnoe seyogianya tak juga dipakai oleh mereka yang memberi kabar. Berita tentang seseorang, terutama yang pahit, harus benar-benar diuji kesahihannya, dengan berusaha maksimal mendapatkan kepastian dan kejelasannya. Bukan karena kebencian atau pertimbangan menarik, lantas melupakan keseyogiaan itu.

Konsep etnoe untuk hal-hal yang krusial, hendaknya jangan dilakukan. Apalagi tawaran yang menentukan kebijakan penting bagi orang atau sekelompok orang yang ada di suatu wilayah. Lebih baik tidak mengambil kesimpulan dari awal, ketimbang hanya mengungkapkan temuan yang semu.

Tags: acehetnoetnologigerakanIlmu Sosialliterasi acehSosial
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

March 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026

EDITOR'S PICK

Menyalakan Jalan Pulang bagi Kebudayaan Aceh

Menyalakan Jalan Pulang bagi Kebudayaan Aceh

May 23, 2025
Beasiswa Kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir Dibuka, Cek Infonya

Beasiswa Kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir Dibuka, Cek Infonya

May 1, 2025
Logo Persiraja Banda Aceh

Persiraja Dukung Penerapan VAR di Liga 2 2025/26

May 14, 2025
Aksi Mahasiswa dan Omnibus Law

Zaman Terus Bergerak

March 24, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.