• Tentang Kami
Saturday, October 24, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Buen Vivier, Pekerja Sosial Dalam Mengatasi Perundungan di Sekolah

SAGOE TV by SAGOE TV
March 15, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Risnawati Ridwan

Risnawati Ridwan

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Risnawati Ridwan.
ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh.

Sekolah darurat perundungan. Menjadi ungkapan yang dapat menjadi pertimbangan dan pemikiran utama bagi orang tua, pendidik dan pengambil kebijakan. Dalam waktu yang berdekatan, negara dihebohkan dengan peristiwa perundungan di salah satu sekolah internasional dan pondok pesantren yang menyebabkan kehilangan nyawa. Kedua peristiwa tersebut terjadi dalam waktu yang berdekatan.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Perundungan ini bukanlah peristiwa pertama kali, sudah terlalu banyak peristiwa perundungan di lingkungan sekolah yang terjadi namun hanya menjadi kisah saja. Sekolah bersistem asrama seperti pondok pesantren serta sekolah internasional dapat menjadi ranah yang subur ternpat lahirnya perundungan jika manajemen pencegahan perundungan tidak menjadi titik poin kebijakan sekolah tersebut.

Sekolah internasional dan pondok pesantren adalah dua jenis sekolah dengan kebijakan dan mekanisme yang berbeda dengan sekolah negeri yang sering terjadinya perundungan antar siswa. Bukan berarti sekolah negeri di bawah naungan pemerintah tidak adanya perundungan. Namun dua sekolah yang disebut merupakan sekolah yang memberikan fasilitas lebih dibandingkan sekolah negeri.  Bahkan fasilitas pendukung pendidikan yang sangat  jomplang diantara keduanya bisa juga mengakibatkan perilaku yang sama yaitu munculnya karakter-karakter bagi sebagian murid yang merasa superior untuk merundung dan berlaku semena-mena kepada adik kelas dan temannya.

Pondok pesantren merupakan salah satu instusi pendidikan di Indonesia yang mempunyai metode modern dan tradisional. Besarnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini merupakan bagian dari keyakinan bahwa lembaga ini mampu menjadi bengkel pendidikan  untuk menciptakan karakter anaknya,  yang tidak mampu diberikan di rumah. Demikian juga sekolah-sekolah yang berkapasitas internasional atau nasional bahkan Islami, memakai biaya yang tinggi menjadikan peran orang dewasa menurun dengan pertimbangan telah membayar lebih untuk mendapatkan timbal balik berupa karakter anak yang handal, bagus dan mumpuni.

Berhubungan dengan Hari Pekerja Sosial Internasional Tahun 2024 yang jatuh pada Tanggal 18 Maret 2024, dengan tema “buen vivir”  digunakan sebagai landasan untuk menyoroti peran pekerja sosial dalam mendorong perubahan positif dan membangun komunitas yang tumbuh berdasarkan rasa saling menghormati dan keberlanjutan. Tentu saja konsep ini mengajak pekerja sosial untuk mengadopsi pendekatan ini dalam perannya pada komunitas seperti sekolah-sekolah yang menghormati kearifan lokal dan bekerja sama dengan unsur-unsur didalamnya untuk mencapai  tujuan pembangunan sosial yang transformatif.

Buen vivir, secara harfiah, berarti “hidup sehat”. Sebagaimana artinya, filosofi yang berpegang teguh pada mengajarkan  bagaimana cara menghargai diri sendiri sebagai seorang manusia, termasuk belajar bagaimana untuk menghargai orang lain dan peduli dengan lingkungan sekitar.

Nilai-nilai yang seharusnya didapatkan pada bangku sekolah, apapun tingkatan dan jenis pendidikannya. Tentu saja kerja sama dan kolaborasi unsur-unsur pendidik harus mampu merekatkan dan memastikan nilai tersebut dapat melekat erat pada jiwa anak-anak demi menghilangkan keinginan untuk melakukan perundungan-perundungan tersebut.

Pekerja sosial di sekolah merupakan profesi yang belum mendapatkan posisi se-mentereng profesi lainnya yang mendukung program belajar mengajar. Padahal peran pekerja sosial di sekolah adalah salah satu bidang praktek pekerjaan sosial, yang antara lain memberikan pelayanan konseling penyesuaian diri di sekolah (school adjustment counseling ), tes kemampuan pendidikan (educational testing), konseling keluarga ( family counseling ) dan pengelolaan perilaku ( behavior management ). Pekerja sosial sekolah juga merespon perwujudan hak-hak semua anak untuk mendapatkan pendidikan termasuk bagi anak-anak yang memilki kebutuhan khusus (anak penyandang cacat ) serta keluarganya.

Penting untuk memahami konteks perundungan di sekolah-sekolah yang mendapat julukan  elit tersebut. Sekolah merupakah tempat dimana seorang anak menghabiskan sebagian besar waktunya, menciptakan dinamika sosial yang kompleks. Tekanan teman sebaya, hierarki sosial, dan norma-norma budaya yang kuat dapat menjadi pemicu perundungan di antara para murid. Mudahnya bibit perundungan lahir merupakan indikasi adanya hukum rimba yang berlaku. Tentu saja kita tidak menginginkan hal tersebut tumbuh subur di tempat yang seharusnya karakter positif berkembang dengan baik.

Salah satu peran kunci pekerja sosial di sekolah merupakan pendampingan dan konseling kepada murid yang mengalami perundungan. Mereka menciptakan ruang aman sehingga dapat berbicara serta mendapatkan solusi untuk mengatasi tantangan yang mereka hadapi. Hanya saja, setiap korban perundungan telah mengalami guncangan sehingga sulit mencari pegangan bahkan untuk menolong dirinya sendiri.  Dengan analogi saat seseorang  berada pada sebuah kapal, dan mendapat hantaman badai sedangkan orang tersebut tidak memiliki pegangan yang kuat tentu saja munculnya perasaan ketakutan bahkan pasrah menghadapi kematiannnya. Disinilah butuhnya kepekaan seorang pekerja sosial dalam melihat perilaku anak didik yang berbeda.

Selain itu, pekerja sosial juga dapat melakukan sesi pendidikan dan pelatihan tentang perundungan sehingga dapat menyebarkan kesadaran tentang dampak perundungan, mengajarkan keterampilan berkomunikasi yang sehat dan  mempropagandakan  budaya inklusi dan penghargaan terhadap perbedaan. Karena perbedaanlah yang menyebabkan bibit perundungan terjadi. Dalam konteks kolaborasi, pekerja sosial berkenan untuk bekerja sama dengan pimpinan sekolah, pendidik dan staf administrasi serta  unsur lainnya seperti psikolog dan dokter yang ikut dalam managemen institusi pendidikan tersebut.

Dalam hal menghadirkan peran pekerja sosial di sekolah, tidak sedikit tantangan yang diterima untuk menghindari perundungan ini terjadi. Salah satu tantangan yang dihadapi pekerja sosial adalah stigma terhadap perundungan itu sendiri. Beberapa pihak mungkin tidak menganggap serius perundungan atau bahkan menyalahkan korban. Ini dapat membuat sulit bagi pekerja sosial untuk mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.

Selain itu, adanya resistensi terhadap perubahan muncul pada institusi ini sehingga menyulitkan pekerja sosial untuk memberikan pemahaman dan advokasi tentang dampak jangka panjang perundungan bagi si korban. Untuk menghadapi resistensi ini dibutuhkan penyesuaian budaya dan pendekatan yang komprehensif dimana wacana perundungan  ini merupakan  hal sensitif sehingga dibutuhkannya komunikasi yang efektif agar pesan yang ingin disampaikan dapat mencapai sasaran.

Disinilah perlunya metode buen vivier diterapkan. Bagaimana pekerja sosial memanfaatkan sumber daya dalam komunitas tersebut, tetap memakai kearifan lokal yang berlaku sehigga perubahan-perubahan yang bersifat masif dapat terjadi. Perundungan di sekolah merupakan masalah yang serius sehingga memerlukan perhatian khusus dan upaya bersama. Peran pekerja sosial sangat penting dalam memberikan dukungan kepada korban, mengedukasi komunitas, dan merancang strategi untuk mencegah perundungan di masa depan. Dengan pemahaman mendalam tentang konteks lokal, sensitivitas terhadap kebutuhan peserta didik, dan kerja sama dengan berbagai pihak, pekerja sosial dapat memainkan peran yang signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung bagi semua peserta didik di lingkup sekolah. Pada Hari Pekerja Sosial Internasional tahun ini, mari kita mengakui dan menghargai kontribusi tak ternilai dari pekerja sosial dalam mempromosikan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi generasi mendatang dengan tetap memakai inspirasi-inspirasi dari alam dan sekitar. (rr)

Tags: Kesejahteraanpekerja sosialperundunganSekolah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

October 21, 2026
1,2 Ton Sabu-Sabu Cair Disita di Pidie, 11 Orang Ditangkap Termasuk 2 Warga Tiongkok

1,2 Ton Sabu-Sabu Cair Disita di Pidie, 11 Orang Ditangkap Termasuk 2 Warga Tiongkok

October 23, 2026
Dugaan Penggerebekan Pabrik Sabu-Sabu di Pidie Bikin Warga Terkejut, Polisi Masih di Lokasi

Dugaan Penggerebekan Pabrik Sabu-Sabu di Pidie Bikin Warga Terkejut, Polisi Masih di Lokasi

October 22, 2026
Muhammad Riza Nurdin Direktur Komersial PT PEMA

Muhammad Riza Nurdin Ditunjuk Jadi Direktur Komersial PT PEMA

October 20, 2026
Risnawati Ridwan

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

October 18, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026
Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

October 21, 2026
Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

October 19, 2026
Menag Terima Usulan Penegerian Al-Hilal Sigli, Pemkab Pidie Siapkan Rp3,4 M dan Lahan

Menag Terima Usulan Penegerian Al-Hilal Sigli, Pemkab Pidie Siapkan Rp3,4 M dan Lahan

October 21, 2026

EDITOR'S PICK

Memahami Semiotika Teknologi Melalui Aplikasi Pembelajaran Berbasis Game: Aplikasi KAHOOT!

March 24, 2025
Ranup Lam Puan Tradisi yang Terus Bertumbuh

Ranup Lam Puan: Tradisi yang Terus Bertumbuh

August 21, 2026
Bupati Aceh Selatan Mirwan

Bupati Aceh Selatan Mirwan Terima Keputusan Nonaktif 3 Bulan, Sampaikan Maaf kepada Masyarakat

December 9, 2025
VAR Permanen Resmi Terpasang di Stadion H Dimurthala Markas Persiraja

VAR Permanen Resmi Terpasang di Stadion H Dimurthala Markas Persiraja

September 11, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.