BANDA ACEH | SAGOE TV – Sebanyak 112 mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh diterjunkan ke wilayah terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, Aceh, dalam program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan. Para mahasiswa tersebut dilepas secara resmi oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, di sekitar Posko Ar-Raniry Peduli, Rabu (24/12/2025).
Sebanyak 76 mahasiswa FAH mengikuti KPM Kebencanaan gelombang pertama yang berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak 25 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026. Mereka disebar di empat titik pengabdian, masing-masing dua lokasi di Pidie Jaya dan dua lokasi di Bireuen, yang merupakan wilayah terdampak banjir dalam beberapa waktu terakhir. Sementara mahasiswa lainnya dijadwalkan menyusul pada gelombang kedua.
Dalam arahannya, Rektor UIN Ar-Raniry menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di lokasi bencana harus dilandasi semangat kemanusiaan dan empati sosial.
“Mahasiswa hadir untuk membantu masyarakat, bukan untuk wisata bencana. Kurangi swafoto dan hal-hal yang tidak perlu. Yang dibutuhkan masyarakat adalah empati, kepekaan, dan kerja nyata,” tegas Mujiburrahman.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga kesehatan, mempersiapkan kebutuhan pribadi, serta menghormati adat dan kearifan lokal masyarakat setempat.
“Mahasiswa adalah duta UIN Ar-Raniry. Jaga ibadah, sopan santun, dan perilaku selama berada di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dekan FAH UIN Ar-Raniry, Syarifuddin, M.Ag., Ph.D, menjelaskan bahwa selama pelaksanaan KPM Kebencanaan, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari pembersihan balai gampong, pesantren, rumah warga, hingga lembaga sosial yang terdampak banjir.
Sementara itu, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN Ar-Raniry, Nashriyah, menyampaikan bahwa tim PSGA turut melakukan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Menurutnya, KPM Tematik Kebencanaan ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperkuat empati, kepekaan sosial, dan kepedulian kemanusiaan di wilayah rawan bencana.[]



















