JAKARTA | SAGOE TV – Komisi X DPR RI menilai pemulihan sektor pendidikan di Aceh Utara pascabencana belum berjalan optimal. Sejumlah kendala mendasar, mulai dari lumpur yang belum dibersihkan hingga minimnya sarana belajar, masih menghambat proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah terdampak.
Hal tersebut Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung Nusantara I, DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Ia mengungkapkan, keterbatasan sarana belajar juga menjadi persoalan utama yang hingga kini belum tertangani dengan baik.
“Faktanya di lapangan masih banyak lumpur yang berakibat pada terhambatnya proses belajar-mengajar, perabotan sederhana berupa meja dan papan tulis juga masih belum terpenuhi,” ujar Sofyan Tan dilansir laman resmi DPR RI, dikutip Senin (26/1).
Ia mengatakan, proses pembelajaran sementara dilaksanakan dalam satu ruangan dan sebagian besar siswa harus duduk di lantai. Banyak meja dan kursi sekolah rusak serta tidak dapat digunakan akibat terendam lumpur.
“Perlengkapan wajib anak sekolah seperti buku dan alat tulis juga harus disiapkan,” kata Sofyan.
Ia meminta pemerintah terus memberikan dukungan berkelanjutan agar sekolah dapat kembali berfungsi secara layak dan bermartabat. Dengan memberikan perhatian lebih konkret agar anak-anak tidak terlalu lama belajar dalam situasi darurat.
Upaya memastikan pendidikan tetap berjalan dengan baik harus menjadi fokus utama pemerintah melalui kebijakan pembelajaran yang tidak hanya fleksibel, tetapi juga adaptif terhadap kondisi nyata di lapangan.
Di sisi lain, ia menyampaikan hak tunjangan darurat bagi guru yang terdampak bencana juga harus segera terpenuhi begitu juga dengan kondisi tenda darurat yang sudah terlalu panas ketika siang hari.
“Jadi intinya hak-haknya harus segera terpenuhi pak Menteri, hari demi hari juga harus dipantau terus perkembangannya karena begitu banyaknya siswa yang terdampak,” tuturnya.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 15 Januari 2026, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 merusak 1.894 unit fasilitas pendidikan di Aceh. []



















