• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Rethinking Pasca Bencana bagi Masyarakat Aceh Tamiang

Anna Rizatil by Anna Rizatil
January 30, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rethinking Pasca Bencana bagi Masyarakat Aceh Tamiang

M. Azril Ihksan, Mahasiswa UIN Ar-Raniry. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M. Azril Ihksan
Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Rethinking meminjam istilah Mohammed Arkoun, filsuf dan intelektual Muslim yang berarti meninjau ulang, apa yang harus dilihat, didengar, dan dilakukan demi menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik. Dalam konteks pascabencana, rethinking bukan sekadar refleksi intelektual, melainkan upaya menata ulang cara berpikir dan bertindak di tengah luka, kelelahan, dan kehilangan.

Bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana, kebangkitan tidak hanya dimulai dari bantuan material, tetapi juga dari kesadaran berpikir dan keberanian bertindak. Meski bencana menyayat fisik dan batin, ruang untuk bangkit harus tetap dibuka perlahan, namun pasti.

BACA JUGA

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

Kerangka berpikir semacam inilah yang kemudian menemukan bentuk nyatanya dalam percakapan-percakapan sederhana bersama warga terdampak bencana di Aceh Tamiang.

Keheningan Sayup-Sayup Diskusi
Dalam sebuah diskusi sederhana bersama warga terdampak banjir di Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, keheningan malam menjadi saksi lahirnya refleksi yang bermakna. Di atas lantai teras rumah, seorang warga bernama Rusdi seorang pedagang menyampaikan pandangannya tentang dasar-dasar untuk bangkit.

Sambil menunjuk ke langit, ia berkata:

“Pertama, kita tidak boleh seperti orang yang terbengong, terduduk, terdiam, dan tidak tahu apa yang harus diperbuat. Kedua, kita harus mencari celah pelan-pelan. Ketiga, kita tidak boleh menyerah begitu saja pada keadaan.”

Ungkapan sederhana itu sesungguhnya mengandung fondasi rethinking yang kuat: pengetahuan tentang karakter diri dan wawasan praksis (tindakan nyata) yang lahir dari pengalaman langsung.

Jika diurai secara filosofis, gagasan Rusdi dapat dipahami dalam tiga lapisan makna.

Pertama, larangan untuk “terbengong dan terdiam” merupakan seruan agar korban bencana tidak larut dalam kebekuan mental. Ini adalah syarat awal untuk bangkit menanamkan sikap sadar, waspada, dan siap bergerak. Dari sinilah akar kekuatan mental mulai tumbuh.

Kedua, “mencari celah dengan pelan-pelan” dapat dimaknai sebagai ajakan untuk mengamati, menganalisis, dan memahami peluang sekecil apa pun yang tersedia. Dalam situasi krisis, bertindak semampunya seperti berdagang kebutuhan mendesak atau bekerja sesuai kondisi adalah bentuk adaptasi yang rasional.

Ketiga, penolakan untuk menyerah begitu saja menegaskan sikap anti-apatis. Rusdi tidak menafikan peran bantuan pemerintah atau relawan, namun menolak ketergantungan total. Ia menawarkan jalan kemandirian sebuah sikap aktif untuk mengatasi krisis dengan kekuatan sendiri.

Nietzsche dan Masyarakat Tamiang

Pemikiran Friedrich Nietzsche menemukan relevansinya di sini. Konsep Amor Fati mencintai takdir mengajarkan manusia untuk menerima kehidupan apa adanya, baik maupun buruk, tanpa mengutuk atau mengingkarinya.

Mencintai takdir bukan berarti pasrah tanpa perlawanan, melainkan menerima realitas sambil tetap berjuang. Kemandirian manusia, menurut Nietzsche, lahir dari keberanian menghadapi ketidakpastian dan tidak menggantungkan hidup sepenuhnya pada pihak lain except yourself.
Gagasan Rusdi, meski lahir dari pengalaman warga desa, sejalan dengan pemikiran tersebut. Kemandirian dimulai dari penerimaan, lalu bergerak menuju kebangkitan dengan pikiran yang jernih dan tindakan yang terukur.

Diskusi malam itu, dalam suasana hening dan sederhana, justru menghadirkan ketenangan batin. Cahaya pemahaman seolah meresap perlahan ke dalam jiwa-jiwa yang lelah, menumbuhkan harapan untuk bangkit bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat.

Refleksi Akhir: Filosofi Rusdi

Dalam rasa sakit yang menusuk akibat bencana banjir, manusia dihadapkan pada dua pilihan yaitu bangkit atau menyerah. Rusdi menawarkan jalan ketiga menolak bencana sebagai alasan untuk diam dan merasa tak berarti.

Filosofi sederhana ini menjadi pengingat bahwa di tengah kehancuran, masih ada ruang untuk berpikir ulang, menata langkah, dan membangun kembali martabat kemanusiaan. Rethinking pascabencana bukan hanya wacana, tetapi sikap hidup yang harus terus dihidupkan. []

Tags: Aceh TamiangopiniPascabencana AcehRethinking
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan
Opini

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

by SAGOE TV
June 3, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup
Opini

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

by SAGOE TV
June 3, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup
Opini

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

by SAGOE TV
June 3, 2026
Aceh dan Paradoks Kemakmuran: Mengapa Bantuan Sosial Tidak Akan Pernah Cukup Tanpa Industrialisasi
Opini

Aceh dan Paradoks Kemakmuran: Mengapa Bantuan Sosial Tidak Akan Pernah Cukup Tanpa Industrialisasi

by SAGOE TV
May 25, 2026
Ketika Niat Baik Berjalan Tanpa Peta
Opini

Ketika Niat Baik Berjalan Tanpa Peta

by Anna Rizatil
May 21, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026

EDITOR'S PICK

Ratna Sari Dewi Resmi Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD dan Ketua Forikan Aceh Barat Daya

Ratna Sari Dewi Resmi Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD dan Ketua Forikan Aceh Barat Daya

July 18, 2025
Pemulihan Pascabencana, TKD Aceh 2026 Tak Dipotong

Pemulihan Pascabencana, TKD Aceh 2026 Tak Dipotong

January 10, 2026
Mualem Tegaskan Pemulihan Aceh Butuh Dukungan Nyata Pemerintah Pusat

Mualem Tegaskan Pemulihan Aceh Butuh Dukungan Nyata Pemerintah Pusat

December 31, 2025
Senyum Anak Yatim Saat Diajak Belanja Baju Lebaran oleh Istri Gubernur Aceh

Senyum Anak Yatim saat Diajak Belanja Baju Lebaran oleh Istri Gubernur Aceh

March 20, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.