• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Rethinking Pasca Bencana bagi Masyarakat Aceh Tamiang

Anna Rizatil by Anna Rizatil
January 30, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rethinking Pasca Bencana bagi Masyarakat Aceh Tamiang

M. Azril Ihksan, Mahasiswa UIN Ar-Raniry. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M. Azril Ihksan
Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Rethinking meminjam istilah Mohammed Arkoun, filsuf dan intelektual Muslim yang berarti meninjau ulang, apa yang harus dilihat, didengar, dan dilakukan demi menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik. Dalam konteks pascabencana, rethinking bukan sekadar refleksi intelektual, melainkan upaya menata ulang cara berpikir dan bertindak di tengah luka, kelelahan, dan kehilangan.

Bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana, kebangkitan tidak hanya dimulai dari bantuan material, tetapi juga dari kesadaran berpikir dan keberanian bertindak. Meski bencana menyayat fisik dan batin, ruang untuk bangkit harus tetap dibuka perlahan, namun pasti.

BACA JUGA

Film Teach You a Lesson: Sebab yang Perlu Dididik Kadang Bukan Anak, tetapi Orang Dewasa

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Kerangka berpikir semacam inilah yang kemudian menemukan bentuk nyatanya dalam percakapan-percakapan sederhana bersama warga terdampak bencana di Aceh Tamiang.

Keheningan Sayup-Sayup Diskusi
Dalam sebuah diskusi sederhana bersama warga terdampak banjir di Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, keheningan malam menjadi saksi lahirnya refleksi yang bermakna. Di atas lantai teras rumah, seorang warga bernama Rusdi seorang pedagang menyampaikan pandangannya tentang dasar-dasar untuk bangkit.

Sambil menunjuk ke langit, ia berkata:

“Pertama, kita tidak boleh seperti orang yang terbengong, terduduk, terdiam, dan tidak tahu apa yang harus diperbuat. Kedua, kita harus mencari celah pelan-pelan. Ketiga, kita tidak boleh menyerah begitu saja pada keadaan.”

Ungkapan sederhana itu sesungguhnya mengandung fondasi rethinking yang kuat: pengetahuan tentang karakter diri dan wawasan praksis (tindakan nyata) yang lahir dari pengalaman langsung.

Jika diurai secara filosofis, gagasan Rusdi dapat dipahami dalam tiga lapisan makna.

Pertama, larangan untuk “terbengong dan terdiam” merupakan seruan agar korban bencana tidak larut dalam kebekuan mental. Ini adalah syarat awal untuk bangkit menanamkan sikap sadar, waspada, dan siap bergerak. Dari sinilah akar kekuatan mental mulai tumbuh.

Kedua, “mencari celah dengan pelan-pelan” dapat dimaknai sebagai ajakan untuk mengamati, menganalisis, dan memahami peluang sekecil apa pun yang tersedia. Dalam situasi krisis, bertindak semampunya seperti berdagang kebutuhan mendesak atau bekerja sesuai kondisi adalah bentuk adaptasi yang rasional.

Ketiga, penolakan untuk menyerah begitu saja menegaskan sikap anti-apatis. Rusdi tidak menafikan peran bantuan pemerintah atau relawan, namun menolak ketergantungan total. Ia menawarkan jalan kemandirian sebuah sikap aktif untuk mengatasi krisis dengan kekuatan sendiri.

Nietzsche dan Masyarakat Tamiang

Pemikiran Friedrich Nietzsche menemukan relevansinya di sini. Konsep Amor Fati mencintai takdir mengajarkan manusia untuk menerima kehidupan apa adanya, baik maupun buruk, tanpa mengutuk atau mengingkarinya.

Mencintai takdir bukan berarti pasrah tanpa perlawanan, melainkan menerima realitas sambil tetap berjuang. Kemandirian manusia, menurut Nietzsche, lahir dari keberanian menghadapi ketidakpastian dan tidak menggantungkan hidup sepenuhnya pada pihak lain except yourself.
Gagasan Rusdi, meski lahir dari pengalaman warga desa, sejalan dengan pemikiran tersebut. Kemandirian dimulai dari penerimaan, lalu bergerak menuju kebangkitan dengan pikiran yang jernih dan tindakan yang terukur.

Diskusi malam itu, dalam suasana hening dan sederhana, justru menghadirkan ketenangan batin. Cahaya pemahaman seolah meresap perlahan ke dalam jiwa-jiwa yang lelah, menumbuhkan harapan untuk bangkit bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat.

Refleksi Akhir: Filosofi Rusdi

Dalam rasa sakit yang menusuk akibat bencana banjir, manusia dihadapkan pada dua pilihan yaitu bangkit atau menyerah. Rusdi menawarkan jalan ketiga menolak bencana sebagai alasan untuk diam dan merasa tak berarti.

Filosofi sederhana ini menjadi pengingat bahwa di tengah kehancuran, masih ada ruang untuk berpikir ulang, menata langkah, dan membangun kembali martabat kemanusiaan. Rethinking pascabencana bukan hanya wacana, tetapi sikap hidup yang harus terus dihidupkan. []

Tags: Aceh TamiangopiniPascabencana AcehRethinking
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Risnawati Ridwan ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh
Opini

Film Teach You a Lesson: Sebab yang Perlu Dididik Kadang Bukan Anak, tetapi Orang Dewasa

by SAGOE TV
July 21, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas
Opini

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

by SAGOE TV
July 18, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang
Opini

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

by SAGOE TV
July 17, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh
Opini

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

by SAGOE TV
July 16, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi
Opini

Tentang Media dan Perhatian Publik

by SAGOE TV
July 14, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026

EDITOR'S PICK

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Borong 6 Medali di SeIBa International Festival 2026

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Borong 6 Medali di SeIBa International Festival 2026

July 12, 2026
gempa

Aceh Barat Daya Diguncang Gempa, Ini Data dan Penjelasan BMKG

March 24, 2025
Basyir: Kapolda Metro Jaya Harus Lindungi Warga Aceh

Basyir: Kapolda Metro Jaya Harus Lindungi Warga Aceh

March 30, 2026
Fadli Zon Beri Kuliah Umum tentang Pemajuan Kebudayaan di ISBI Aceh

Fadli Zon Beri Kuliah Umum tentang Pemajuan Kebudayaan di ISBI Aceh

January 13, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.