• Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Rethinking Pasca Bencana bagi Masyarakat Aceh Tamiang

Anna Rizatil by Anna Rizatil
January 30, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rethinking Pasca Bencana bagi Masyarakat Aceh Tamiang

M. Azril Ihksan, Mahasiswa UIN Ar-Raniry. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M. Azril Ihksan
Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Rethinking meminjam istilah Mohammed Arkoun, filsuf dan intelektual Muslim yang berarti meninjau ulang, apa yang harus dilihat, didengar, dan dilakukan demi menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik. Dalam konteks pascabencana, rethinking bukan sekadar refleksi intelektual, melainkan upaya menata ulang cara berpikir dan bertindak di tengah luka, kelelahan, dan kehilangan.

Bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana, kebangkitan tidak hanya dimulai dari bantuan material, tetapi juga dari kesadaran berpikir dan keberanian bertindak. Meski bencana menyayat fisik dan batin, ruang untuk bangkit harus tetap dibuka perlahan, namun pasti.

BACA JUGA

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

Kerangka berpikir semacam inilah yang kemudian menemukan bentuk nyatanya dalam percakapan-percakapan sederhana bersama warga terdampak bencana di Aceh Tamiang.

Keheningan Sayup-Sayup Diskusi
Dalam sebuah diskusi sederhana bersama warga terdampak banjir di Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, keheningan malam menjadi saksi lahirnya refleksi yang bermakna. Di atas lantai teras rumah, seorang warga bernama Rusdi seorang pedagang menyampaikan pandangannya tentang dasar-dasar untuk bangkit.

Sambil menunjuk ke langit, ia berkata:

“Pertama, kita tidak boleh seperti orang yang terbengong, terduduk, terdiam, dan tidak tahu apa yang harus diperbuat. Kedua, kita harus mencari celah pelan-pelan. Ketiga, kita tidak boleh menyerah begitu saja pada keadaan.”

Ungkapan sederhana itu sesungguhnya mengandung fondasi rethinking yang kuat: pengetahuan tentang karakter diri dan wawasan praksis (tindakan nyata) yang lahir dari pengalaman langsung.

Jika diurai secara filosofis, gagasan Rusdi dapat dipahami dalam tiga lapisan makna.

Pertama, larangan untuk “terbengong dan terdiam” merupakan seruan agar korban bencana tidak larut dalam kebekuan mental. Ini adalah syarat awal untuk bangkit menanamkan sikap sadar, waspada, dan siap bergerak. Dari sinilah akar kekuatan mental mulai tumbuh.

Kedua, “mencari celah dengan pelan-pelan” dapat dimaknai sebagai ajakan untuk mengamati, menganalisis, dan memahami peluang sekecil apa pun yang tersedia. Dalam situasi krisis, bertindak semampunya seperti berdagang kebutuhan mendesak atau bekerja sesuai kondisi adalah bentuk adaptasi yang rasional.

Ketiga, penolakan untuk menyerah begitu saja menegaskan sikap anti-apatis. Rusdi tidak menafikan peran bantuan pemerintah atau relawan, namun menolak ketergantungan total. Ia menawarkan jalan kemandirian sebuah sikap aktif untuk mengatasi krisis dengan kekuatan sendiri.

Nietzsche dan Masyarakat Tamiang

Pemikiran Friedrich Nietzsche menemukan relevansinya di sini. Konsep Amor Fati mencintai takdir mengajarkan manusia untuk menerima kehidupan apa adanya, baik maupun buruk, tanpa mengutuk atau mengingkarinya.

Mencintai takdir bukan berarti pasrah tanpa perlawanan, melainkan menerima realitas sambil tetap berjuang. Kemandirian manusia, menurut Nietzsche, lahir dari keberanian menghadapi ketidakpastian dan tidak menggantungkan hidup sepenuhnya pada pihak lain except yourself.
Gagasan Rusdi, meski lahir dari pengalaman warga desa, sejalan dengan pemikiran tersebut. Kemandirian dimulai dari penerimaan, lalu bergerak menuju kebangkitan dengan pikiran yang jernih dan tindakan yang terukur.

Diskusi malam itu, dalam suasana hening dan sederhana, justru menghadirkan ketenangan batin. Cahaya pemahaman seolah meresap perlahan ke dalam jiwa-jiwa yang lelah, menumbuhkan harapan untuk bangkit bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat.

Refleksi Akhir: Filosofi Rusdi

Dalam rasa sakit yang menusuk akibat bencana banjir, manusia dihadapkan pada dua pilihan yaitu bangkit atau menyerah. Rusdi menawarkan jalan ketiga menolak bencana sebagai alasan untuk diam dan merasa tak berarti.

Filosofi sederhana ini menjadi pengingat bahwa di tengah kehancuran, masih ada ruang untuk berpikir ulang, menata langkah, dan membangun kembali martabat kemanusiaan. Rethinking pascabencana bukan hanya wacana, tetapi sikap hidup yang harus terus dihidupkan. []

Tags: Aceh TamiangopiniPascabencana AcehRethinking
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026
Opini

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

by SAGOE TV
September 2, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK
Opini

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

by SAGOE TV
August 31, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

by SAGOE TV
August 23, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi
Opini

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

by SAGOE TV
August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

by SAGOE TV
August 20, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

September 4, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026

EDITOR'S PICK

Refleksi 20 Tahun Tsunami Aceh, Mahasiswa UBBG Nonton Bareng Paleo Smong

Refleksi 20 Tahun Tsunami Aceh, Mahasiswa UBBG Nonton Bareng Paleo Smong

November 23, 2024
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem)

Mualem Ajak Masyarakat Aceh Kirim Doa untuk Abu Kuta Krueng dan Aba Asnawi

February 13, 2025
Pemulihan Pascabencana, TKD Aceh 2026 Tak Dipotong

Pemulihan Pascabencana, TKD Aceh 2026 Tak Dipotong

January 10, 2026
Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Perluas Area Pencarian

Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Perluas Area Pencarian

June 4, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.