• Tentang Kami
Saturday, June 13, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Didong dan Tarian Gayo Jadi Terapi Psikososial Anak Pascabencana di Aceh Tengah

SAGOE TV by SAGOE TV
February 6, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Didong dan Tarian Gayo Jadi Terapi Psikososial Anak Pascabencana di Aceh Tengah

Pendampingan psikososial dilaksanakan GEN-A dan MIT Foundation di sejumlah sekolah terdampak bencana di Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

TAKENGON | SAGOE TV – Lantunan syair Didong dan gerak tarian Gayo menghidupkan kembali ruang kelas SD Negeri 9 Kebayakan, Aceh Tengah. Di tengah proses pemulihan pascabencana, seni budaya lokal dimanfaatkan sebagai terapi psikososial untuk membantu anak-anak mengekspresikan emosi, memulihkan rasa aman, serta menumbuhkan kembali kepercayaan diri.

Suasana yang semula sunyi mendadak hangat ketika siswa-siswi sekolah dasar itu menyambut kedatangan relawan Aksi Kemanusiaan Batch 7 dari Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) dan MIT Foundation pada Rabu (28/1/2026). Sambutan Didong dan tarian Gayo tersebut bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari pendampingan psikososial anak dalam rangkaian penyaluran donasi masyarakat Negeri Sabah, Malaysia.

BACA JUGA

Kasatgas PRR Minta Daerah Segera Rampungkan Data Huntap Penyintas Bencana

ASDP Tanggung Semua Biaya Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2

Didong dipimpin oleh Fathan, siswa kelas 2 SD, bersama 13 teman sebayanya. Dengan penuh percaya diri, mereka melantunkan syair-syair sederhana tentang kebersamaan dan semangat bangkit. Menariknya, anak-anak mengaku belajar Didong secara mandiri tanpa pelatihan khusus. Sementara itu, tarian Gayo dipersembahkan oleh empat siswi kelas 5 dan 6.

“Kami belajar sendiri, saling mengingatkan. Kalau lupa syair, teman bantu,” ujar Fathan polos, disambut senyum para relawan dan guru.

BACA JUGA: Aceh Tamiang Pascabanjir Bandang: Yang Bertahan dan Bangkit Perlahan

Pendampingan psikososial ini dilaksanakan GEN-A dan MIT Foundation di sejumlah sekolah terdampak bencana di Kecamatan Kebayakan. Pendekatan yang digunakan menempatkan budaya lokal dan ekspresi anak sebagai pintu masuk pemulihan, agar anak-anak kembali merasa aman, didengar, dan dihargai.

Kegiatan difasilitasi oleh dr. Imam Maulana, Trainer GEN-A, bersama Ns. Zafira Nabilah, S.Kep., Edukator GEN-A, serta didukung relawan mahasiswa yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kebayakan. Para mahasiswa turut aktif mendampingi anak-anak dalam aktivitas bermain, bernyanyi, menggambar, dan bergerak bersama.

“Anak-anak tidak selalu mampu mengungkapkan perasaan dengan kata-kata. Melalui seni, gerak, dan permainan, mereka menemukan cara bercerita yang aman,” kata Imam Maulana dalam keterangan tertulis kepada Sagoe TV, Ahad (1/2/2026). Menurutnya, Didong dan tarian Gayo bukan sekadar pertunjukan, melainkan bahasa emosi anak.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis budaya lokal membuat anak lebih nyaman dan terhubung dengan identitasnya sendiri, sekaligus membantu membangun kembali rasa percaya diri dan kebersamaan di lingkungan sekolah pascabencana.

Senada dengan itu, Zafira Nabilah menekankan pentingnya pendampingan psikososial yang menyenangkan dan tidak mengintimidasi. “Kami ingin anak-anak merasa sekolah kembali menjadi tempat yang aman dan menyenangkan. Dengan bermain dan berekspresi, mereka belajar bahwa perasaan mereka valid dan mereka tidak sendirian,” ujarnya.

Pendampingan psikososial dilakukan melalui metode bermain bersama, saling mengenal, berbagi cerita, serta diskusi ringan tentang cita-cita. Anak-anak diajak menyebutkan mimpi mereka—mulai dari ingin menjadi guru, dokter, tentara, hingga ustaz—lalu berdiskusi sederhana tentang cara mewujudkannya.

Dalam proses itu, konsep doa, ikhtiar, tawakal, dan tawadhu diperkenalkan secara kontekstual. Anak-anak diajak memahami bahwa berdoa memberi ketenangan hati, ikhtiar berarti berusaha sungguh-sungguh, tawakal adalah menyerahkan hasil kepada Allah setelah berusaha, sementara tawadhu mengajarkan rendah hati dan kebersamaan.

Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana, komunikatif, dan ramah anak agar mudah dipahami tanpa memberi tekanan. “Ketika anak merasa tenang, didengar, dan dihargai, proses belajar dan tumbuh kembang mereka bisa kembali berjalan,” ujar Imam.

Poster edukasi yang digunakan dalam kegiatan ini menekankan pesan bahwa kesedihan dan musibah bukan tanda ditinggalkan, melainkan bagian dari ujian kehidupan. Anak-anak diajak memahami bahwa dalam kesulitan selalu ada kekuatan doa dan kebersamaan.

“Bukan hanya mengajarkan anak untuk kuat, tetapi juga bahwa merasa sedih itu manusiawi dan meminta bantuan itu boleh,” kata Zafira. Menurutnya, nilai spiritual membantu anak menata emosi tanpa mengabaikan realitas yang mereka alami—pendekatan yang relevan di Aceh, di mana spiritualitas dan budaya lokal menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.

Founder MIT Foundation, Teuku Farhan, menilai sambutan siswa SD Negeri 9 Kebayakan sebagai pengingat bahwa pemulihan pascabencana harus berangkat dari martabat dan kekuatan lokal. “Di tengah keterbatasan, mereka menunjukkan daya hidup dan kebanggaan pada budayanya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Reaksi Cepat GEN-A, dr. Intan Qanita, menegaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan terdampak secara psikologis dalam situasi bencana, meski dampaknya tidak selalu terlihat. “Kegiatan berbasis seni dan budaya kearifan lokal seperti ini sangat efektif karena anak merasa aman dan diapresiasi,” katanya.

Bagi pihak sekolah, kehadiran relawan membawa suasana baru. Guru-guru melihat siswa yang sebelumnya pendiam mulai berani tampil dan berinteraksi. “Anak-anak terlihat lebih berani tampil dan berinteraksi.Mereka bangga bisa menunjukkan budaya Gayo di depan kakak-kakak relawan,” ujar salah seorang guru.

Melalui pendampingan psikososial berbasis budaya ini, GEN-A dan MIT Foundation berharap sekolah kembali menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan pulih bersama. Di Kebayakan, lantunan Didong dan gerak tarian Gayo hari itu menjadi penanda bahwa harapan masih tumbuh dari suara dan langkah anak-anak sendiri. []

Tags: Aceh TengahAnakbencanaDidongGayoGEN-AMakin Tahu IndonesiaPsikososialTarianTerapi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Kasatgas PRR Minta Daerah Segera Rampungkan Data Huntap Penyintas Bencana
News

Kasatgas PRR Minta Daerah Segera Rampungkan Data Huntap Penyintas Bencana

by SAGOE TV
June 13, 2026
ASDP Tanggung Semua Biaya Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2
News

ASDP Tanggung Semua Biaya Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2

by Zuhri Noviandi
June 13, 2026
‎‎Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden KMP Aceh Hebat 2, Penanganan Korban Jadi Prioritas
News

‎‎Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden KMP Aceh Hebat 2, Penanganan Korban Jadi Prioritas

by SAGOE TV
June 13, 2026
Update Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2: Enam Orang Masuk Kamar Operasi
News

Update Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2: Enam Orang Masuk Kamar Operasi

by Zuhri Noviandi
June 13, 2026
KSOP Ungkap Dugaan Penyebab Ledakan KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue
News

KSOP Ungkap Dugaan Penyebab Ledakan KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue

by Zuhri Noviandi
June 13, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

June 10, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

June 8, 2026
Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

June 10, 2026
Mungkin yang kurang bukan acara Catatan tentang Banda Aceh, ruang perjumpaan, dan hal-hal yang terus dimulai dari awal

Mungkin Yang Kurang Bukan Acara

June 10, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU

Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU

June 9, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Prabowo Kritis, Aceh Sulit?

Prabowo Kritis, Aceh Sulit?

June 6, 2026
Bukan Tentang SK

Bukan Tentang SK

June 6, 2026

EDITOR'S PICK

Mahasiswa USK Turun ke Lampahan Timur, Bangun Ketangguhan Bencana Berbasis IoT dan Geospasial

Mahasiswa USK Turun ke Lampahan Timur, Bangun Ketangguhan Bencana Berbasis IoT dan Geospasial

February 10, 2026
OJK Aceh Temui Gubernur Muzakir Manaf, Undang Buka FKIJK Aceh Run 2025

OJK Temui Gubernur Muzakir Manaf, Undang Buka FKIJK Aceh Run 2025

March 18, 2025
Marhaban Ya Ramadhan 1446 H

Marhaban Ya Ramadhan 1446 H

February 28, 2025

Muswil III DMI Aceh Bahas Peran Masjid dan Perbankan Syariah

January 13, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.