BANDA ACEH | SAGOE TV – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan bertanggung jawab penuh terhadap korban insiden ledakan (kebakaran) yang terjadi di kamar mesin Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).
GM ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan fokus utama pihaknya saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik. Saat ini 15 korban yang luka bakar telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh.
“ASDP terus melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi para korban,” katanya saat ditemui awak media di RSUDZA, Jumat.
Andri menyebutkan, ASDP akan mengakomodir seluruh biaya rumah sakit dan juga menanggung transportasi keluarga korban yang berasal dari luar daerah serta biaya untuk kebutuhan sehari-hari mereka selama berada di Banda Aceh.
“Kami mengakomodir seluruh biaya yang timbul dari korban dan juga keluarga korban. Kami all out, seluruh besaran biaya tidak melihat besarannya tapi kami akan tanggung secara total dan keseluruhan,” tegasnya.
Atas peristiwa ini, sebut Andri, ASDP juga telah menyampaikan ke Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati apabila ada keluarga korban dari luar daerah bisa menghubungi mereka untuk kebutuhan biaya transportasi dan selama berada di Banda Aceh.
“Kami juga sudah membuka posko di kantor cabang, dan sudah disampaikan juga nomor PIC apabila membutuhkan sesuatu terkait keberadaan mereka selama di Banda Aceh,” katanya.
Andri menjelaskan, insiden kebakaran di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 itu terjadi pukul 11.13 WIB saat kapal berada dalam posisi sandar di dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, setelah menyelesaikan proses bongkar muatan dari Pelabuhan Balohan, Sabang.
Berdasarkan laporan awal, insiden diduga bermula dari letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin. Awak kapal kemudian langsung menjalankan prosedur keadaan darurat, melakukan upaya pemadaman, dan mengevakuasi korban.
“Berkat respons cepat awak kapal, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 3-4 menit sehingga tidak meluas ke area lainnya,” ujarnya.
Saat ini, ASDP terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam proses penanganan dan investigasi lebih lanjut, serta melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti insiden KMP Aceh Hebat 2 tersebut.
“Perusahaan berkomitmen mendukung seluruh proses yang diperlukan serta melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari upaya penguatan standar keselamatan operasional. Kami turut mendoakan agar seluruh korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas dengan baik,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 korban ledakan KMP Aceh Hebat 2 saat ini sedang mendapatkan penanganan intensif di RSUDZA, Banda Aceh. Mereka dipastikan dalam kondisi stabil, namun enam orang di antaranya harus menjalani operasi karena mengalami luka bakar serius.[]




















