• Tentang Kami
Monday, July 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Didong dan Tarian Gayo Jadi Terapi Psikososial Anak Pascabencana di Aceh Tengah

SAGOE TV by SAGOE TV
February 6, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Didong dan Tarian Gayo Jadi Terapi Psikososial Anak Pascabencana di Aceh Tengah

Pendampingan psikososial dilaksanakan GEN-A dan MIT Foundation di sejumlah sekolah terdampak bencana di Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

TAKENGON | SAGOE TV – Lantunan syair Didong dan gerak tarian Gayo menghidupkan kembali ruang kelas SD Negeri 9 Kebayakan, Aceh Tengah. Di tengah proses pemulihan pascabencana, seni budaya lokal dimanfaatkan sebagai terapi psikososial untuk membantu anak-anak mengekspresikan emosi, memulihkan rasa aman, serta menumbuhkan kembali kepercayaan diri.

Suasana yang semula sunyi mendadak hangat ketika siswa-siswi sekolah dasar itu menyambut kedatangan relawan Aksi Kemanusiaan Batch 7 dari Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) dan MIT Foundation pada Rabu (28/1/2026). Sambutan Didong dan tarian Gayo tersebut bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari pendampingan psikososial anak dalam rangkaian penyaluran donasi masyarakat Negeri Sabah, Malaysia.

BACA JUGA

Buruan Daftar! Paya Seunara Adventure Festival di Sabang Hadirkan Trail Run 17K hingga Road Race 8K

Gubernur Aceh Terbitkan SK Reparasi 557 Korban Pelanggaran HAM, KKR Minta Tim PPHAM Diaktifkan Kembali

Didong dipimpin oleh Fathan, siswa kelas 2 SD, bersama 13 teman sebayanya. Dengan penuh percaya diri, mereka melantunkan syair-syair sederhana tentang kebersamaan dan semangat bangkit. Menariknya, anak-anak mengaku belajar Didong secara mandiri tanpa pelatihan khusus. Sementara itu, tarian Gayo dipersembahkan oleh empat siswi kelas 5 dan 6.

“Kami belajar sendiri, saling mengingatkan. Kalau lupa syair, teman bantu,” ujar Fathan polos, disambut senyum para relawan dan guru.

BACA JUGA: Aceh Tamiang Pascabanjir Bandang: Yang Bertahan dan Bangkit Perlahan

Pendampingan psikososial ini dilaksanakan GEN-A dan MIT Foundation di sejumlah sekolah terdampak bencana di Kecamatan Kebayakan. Pendekatan yang digunakan menempatkan budaya lokal dan ekspresi anak sebagai pintu masuk pemulihan, agar anak-anak kembali merasa aman, didengar, dan dihargai.

Kegiatan difasilitasi oleh dr. Imam Maulana, Trainer GEN-A, bersama Ns. Zafira Nabilah, S.Kep., Edukator GEN-A, serta didukung relawan mahasiswa yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kebayakan. Para mahasiswa turut aktif mendampingi anak-anak dalam aktivitas bermain, bernyanyi, menggambar, dan bergerak bersama.

“Anak-anak tidak selalu mampu mengungkapkan perasaan dengan kata-kata. Melalui seni, gerak, dan permainan, mereka menemukan cara bercerita yang aman,” kata Imam Maulana dalam keterangan tertulis kepada Sagoe TV, Ahad (1/2/2026). Menurutnya, Didong dan tarian Gayo bukan sekadar pertunjukan, melainkan bahasa emosi anak.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis budaya lokal membuat anak lebih nyaman dan terhubung dengan identitasnya sendiri, sekaligus membantu membangun kembali rasa percaya diri dan kebersamaan di lingkungan sekolah pascabencana.

Senada dengan itu, Zafira Nabilah menekankan pentingnya pendampingan psikososial yang menyenangkan dan tidak mengintimidasi. “Kami ingin anak-anak merasa sekolah kembali menjadi tempat yang aman dan menyenangkan. Dengan bermain dan berekspresi, mereka belajar bahwa perasaan mereka valid dan mereka tidak sendirian,” ujarnya.

Pendampingan psikososial dilakukan melalui metode bermain bersama, saling mengenal, berbagi cerita, serta diskusi ringan tentang cita-cita. Anak-anak diajak menyebutkan mimpi mereka—mulai dari ingin menjadi guru, dokter, tentara, hingga ustaz—lalu berdiskusi sederhana tentang cara mewujudkannya.

Dalam proses itu, konsep doa, ikhtiar, tawakal, dan tawadhu diperkenalkan secara kontekstual. Anak-anak diajak memahami bahwa berdoa memberi ketenangan hati, ikhtiar berarti berusaha sungguh-sungguh, tawakal adalah menyerahkan hasil kepada Allah setelah berusaha, sementara tawadhu mengajarkan rendah hati dan kebersamaan.

Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana, komunikatif, dan ramah anak agar mudah dipahami tanpa memberi tekanan. “Ketika anak merasa tenang, didengar, dan dihargai, proses belajar dan tumbuh kembang mereka bisa kembali berjalan,” ujar Imam.

Poster edukasi yang digunakan dalam kegiatan ini menekankan pesan bahwa kesedihan dan musibah bukan tanda ditinggalkan, melainkan bagian dari ujian kehidupan. Anak-anak diajak memahami bahwa dalam kesulitan selalu ada kekuatan doa dan kebersamaan.

“Bukan hanya mengajarkan anak untuk kuat, tetapi juga bahwa merasa sedih itu manusiawi dan meminta bantuan itu boleh,” kata Zafira. Menurutnya, nilai spiritual membantu anak menata emosi tanpa mengabaikan realitas yang mereka alami—pendekatan yang relevan di Aceh, di mana spiritualitas dan budaya lokal menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.

Founder MIT Foundation, Teuku Farhan, menilai sambutan siswa SD Negeri 9 Kebayakan sebagai pengingat bahwa pemulihan pascabencana harus berangkat dari martabat dan kekuatan lokal. “Di tengah keterbatasan, mereka menunjukkan daya hidup dan kebanggaan pada budayanya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Reaksi Cepat GEN-A, dr. Intan Qanita, menegaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan terdampak secara psikologis dalam situasi bencana, meski dampaknya tidak selalu terlihat. “Kegiatan berbasis seni dan budaya kearifan lokal seperti ini sangat efektif karena anak merasa aman dan diapresiasi,” katanya.

Bagi pihak sekolah, kehadiran relawan membawa suasana baru. Guru-guru melihat siswa yang sebelumnya pendiam mulai berani tampil dan berinteraksi. “Anak-anak terlihat lebih berani tampil dan berinteraksi.Mereka bangga bisa menunjukkan budaya Gayo di depan kakak-kakak relawan,” ujar salah seorang guru.

Melalui pendampingan psikososial berbasis budaya ini, GEN-A dan MIT Foundation berharap sekolah kembali menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan pulih bersama. Di Kebayakan, lantunan Didong dan gerak tarian Gayo hari itu menjadi penanda bahwa harapan masih tumbuh dari suara dan langkah anak-anak sendiri. []

Tags: Aceh TengahAnakbencanaDidongGayoGEN-AMakin Tahu IndonesiaPsikososialTarianTerapi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Buruan Daftar! Paya Seunara Adventure Festival di Sabang Hadirkan Trail Run 17K hingga Road Race 8K
News

Buruan Daftar! Paya Seunara Adventure Festival di Sabang Hadirkan Trail Run 17K hingga Road Race 8K

by SAGOE TV
July 19, 2026
Gubernur Aceh Terbitkan SK Reparasi 557 Korban Pelanggaran HAM, KKR Minta Tim PPHAM Diaktifkan Kembali
News

Gubernur Aceh Terbitkan SK Reparasi 557 Korban Pelanggaran HAM, KKR Minta Tim PPHAM Diaktifkan Kembali

by SAGOE TV
July 19, 2026
Aceh Diusulkan Jadi Daerah Pertama Pengadilan Niaga Syariah di Indonesia
News

Aceh Diusulkan Jadi Daerah Pertama Pengadilan Niaga Syariah di Indonesia

by SAGOE TV
July 19, 2026
Danrem Lilawangsa Pimpin Sertijab 5 Dandim, Letkol Inf Faisal Resmi Jabat Dandim Aceh Utara
News

Danrem Lilawangsa Pimpin Sertijab 5 Dandim, Letkol Inf Faisal Resmi Jabat Dandim Aceh Utara

by SAGOE TV
July 19, 2026
Pemerintah Aceh Kebut Pemulihan Akses Jalan Peureulak-Lokop hingga Gayo Lues
News

Pemerintah Aceh Kebut Pemulihan Akses Jalan Peureulak-Lokop hingga Gayo Lues

by SAGOE TV
July 18, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

July 14, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

July 11, 2026

EDITOR'S PICK

Hidupkan Al-Quran dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Hidupkan Al-Qur’an dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

March 26, 2025
Skate Stage Park USK: Dari Ruang Nongkrong Jadi Mesin Kreatif Generasi Baru

Skate Stage Park USK: Dari Ruang Nongkrong Jadi Mesin Kreatif Generasi Baru

April 5, 2026
Gubernur Mualem Lantik Fadhil Ilyas Jadi Dirut Bank Aceh Syariah

Gubernur Mualem Lantik Fadhil Ilyas Jadi Dirut Bank Aceh Syariah

September 8, 2025
Jemaah Haji Indonesia Mulai Tiba di Madinah, Disambut dengan Mawar Merah

Jemaah Haji Indonesia Mulai Tiba di Madinah, Disambut dengan Mawar Merah

May 2, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.