• Tentang Kami
Tuesday, June 16, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru

Anna Rizatil by Anna Rizatil
January 22, 2026
in Resensi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Andri Safrizal, S.AB

Cara Gen Z Merawat Damai Aceh

BACA JUGA

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

Judul Buku : Cara Gen Z Merawat Damai Aceh
Penulis :Nurul Hidayati, Nasywa Difa Batuah, Quinsha Ayatul Husna, Alifa Humaira, Aliya Masthura, Aqil Mufazhal, Fajar Rasuna Said, Febi Safitri, Izad Ramadhan, Kayla Farasyifa, Khalizazia, Madingin Simanjuntak, Nirza Amirul Adli Zalda, Nurul Hasimah Rahmah Wahyuni, Raihan Al Fatih, Rania Cahaya, Ruslan Siti Hidayah, Sufardi, Syifa Ulchayra, Syifaul Husna, Vanisa Noura.
Editor : Sulaiman Tripa, Ihan Nurdin, Mukhlisuddin Ilyas
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-449-676-5
Cetak : Pertama, Desember 2025
Jumlah Halaman : viii, 146 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801

Para penulis buku, Cara Gen Z Merawat Damai Aceh adalah generasi Z asal Aceh yang tumbuh dan besar dalam suasana perdamaian pasca konflik. Mereka memang tidak mengalami langsung masa konflik bersenjata, tetapi kehidupan mereka tetap dibentuk oleh cerita, ingatan kolektif, dan dampak dari sejarah konflik Aceh. Dari posisi inilah mereka melihat perdamaian bukan sebagai sesuatu yang sudah selesai, melainkan sebagai kondisi yang perlu terus dijaga dan dirawat.

Sebagai anak muda Aceh, para penulis menghadirkan cara pandang yang segar dan dekat dengan realitas keseharian. Mereka berbicara tentang damai melalui pengalaman hidup, relasi sosial, serta peran media digital yang akrab dengan generasi mereka. Tulisan-tulisan dalam buku ini menjadi suara Gen Z Aceh yang menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab untuk memastikan perdamaian tetap hidup dan bermakna bagi masa depan.

Anak-anak muda penulis buku ini mengingatkan kembali apa yang secara hakikatnya pernah disampaikan Johan V. Galtung, melihat damai dalam konsep yang luas. Melihat damai yang tidak berhenti pada sekedar tidak meletus senjata. Damai harus masuk dalam semua lini kehidupan dan ruang keadilan sosial bagi suatu masyarakat di mana damai itu berlangsung(Sulaiman Tripa, Akademisi).

Saya optimistis, Gen Z yang kritis mampu menerjemahkan pesan-pesan perdamaian dengan sudut pandang mereka yang super kreatif. Gen Z adalah para digital native yang hidup di tengah-tengah perkembangan teknologi informasi yang super cepat (Ihan Nurdin, Jurnalis).

Buku ini memperlihatkan cara berpikir dan sudut pandang Generasi Z dalam memaknai serta merawat perdamaian Aceh. Melalui gagasan-gagasan yang disajikan, pembaca diajak melihat bagaimana Gen Z memahami damai Aceh yang telah berlangsung lebih dari dua dekade pasca konflik. Perdamaian dalam buku ini tidak diposisikan sebagai sesuatu yang selesai, melainkan sebagai proses yang terus dijaga dan diperkuat seiring perubahan zaman.

Upaya para penulis dalam menggali perspektif generasi muda ini menjadi sangat relevan. Generasi yang tidak lahir pada masa konflik Aceh perlu dipahami pandangannya terhadap sejarah konflik tersebut, sekaligus bagaimana mereka membangun kesadaran untuk menjaga dan merawat perdamaian. Dari sinilah buku ini menunjukkan pemikiran Gen Z dalam merumuskan harapan, sikap dan langkah konkrit agar perdamaian Aceh tetap terpelihara secara berkelanjutan.

Menariknya, buku ini tidak hanya berbicara tentang perdamaian sebagai konsep besar, tetapi juga menghadirkannya dalam kisah, gagasan, dan refleksi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda Aceh. Pembaca akan menemukan bagaimana damai dipahami melalui ruang kelas, pergaulan, komunitas, hingga media sosial. Dengan bahasa yang lugas dan jujur, buku ini mengajak pembaca, khususnya generasi muda, untuk ikut merenungkan peran mereka dalam menjaga Aceh tetap damai dan harmonis di masa depan. []

Tags: Bandar PublishingBukudamai acehGen ZMakin Tahu IndonesiaMerawatPerdamaian
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Membaca kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh
Resensi

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

by Anna Rizatil
February 13, 2026
Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah
Resensi

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

by Anna Rizatil
February 11, 2026
Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat
Resensi

Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat

by Anna Rizatil
February 7, 2026
Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh
Resensi

Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh

by Anna Rizatil
February 6, 2026
Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi
Resensi

Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi

by Anna Rizatil
February 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

June 10, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

June 15, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Mungkin yang kurang bukan acara Catatan tentang Banda Aceh, ruang perjumpaan, dan hal-hal yang terus dimulai dari awal

Mungkin Yang Kurang Bukan Acara

June 10, 2026
Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU

Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU

June 9, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

June 8, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025

EDITOR'S PICK

Titik Evakuasi Gunung Burni Telong Disiapkan, BPBD Imbau Warga Jauhi Radius 4 Km

Titik Evakuasi Gunung Burni Telong Disiapkan, BPBD Imbau Warga Jauhi Radius 4 Km

December 31, 2025
Rektor UIN Ar-Raniry Temui Pj Gubernur Bahas Aceh International Forum 2024

Rektor UIN Ar-Raniry Temui Pj Gubernur Bahas Aceh International Forum 2024

December 3, 2024
Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Kawasan Hutan

Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Kawasan Hutan

February 8, 2026
Persiraja vs Persekat Tegal: Misi Tiga Poin Perdana di Stadion H Dimurthala

Persiraja vs Persekat Tegal: Misi Tiga Poin Perdana di Stadion H Dimurthala

November 2, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.