ACEH TAMIANG | SAGOE TV – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, membuka skema cash for work (CFW) bagi masyarakat terdampak banjir dengan melibatkan mereka dalam kegiatan pembersihan lumpur dan memberikan upah kerja.
Pada tahap awal, program ini difokuskan pada pembersihan saluran drainase yang tertimbun lumpur di seluruh desa dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan dengan pembersihan lumpur di area perkantoran.
“Skema ini mendukung pemulihan pendapatan ekonomi masyarakat korban banjir. Mereka dilibatkan dan diberi penghasilan yang memadai,” kata Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Yunus, dalam siaran pers, Rabu (4/2/2026).
Tenaga kerja yang terlibat dalam program CFW berasal dari warga di masing-masing desa lokasi kegiatan, sehingga manfaat program langsung dirasakan masyarakat terdampak.
Bagi warga yang ingin mengikuti program tersebut, pendaftaran dilakukan secara manual dengan mendatangi panitia di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang.
Program cash for work ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum RI, bekerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat dalam kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Aceh Tamiang.
“Kami berterima kasih akhirnya bisa memberdayakan masyarakat agar kembali produktif pascabencana,” sebutnya.
Sementara itu, Humas PKS Waskita Wilayah I, Agung Susilo, menjelaskan bahwa sistem pembayaran upah bagi tenaga kerja dilakukan secara tunai, dengan waktu pembayaran paling cepat satu hari dan paling lama tujuh hari setelah pekerjaan dilaksanakan.
“Tenaga kerja diambil dari masyarakat setempat, bukan dari luar daerah. Hal ini bertujuan untuk memberdayakan warga yang terdampak bencana dan sempat kehilangan mata pencaharian agar dapat kembali bekerja di wilayah masing-masing,” jelas Agung. []



















