• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

KontraS Aceh Soroti 7 Dugaan Kasus KBG Pascabencana, Perempuan dan Anak Paling Rentan

SAGOE TV by SAGOE TV
February 12, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
KontraS Aceh Soroti 7 Dugaan Kasus KBG Pascabencana, Perempuan dan Anak Paling Rentan

Dari pemantauan lapangan, KontraS Aceh mengidentifikasi sedikitnya tujuh dugaan korban KBG. Perempuan dan anak dinilai paling rentan dalam situasi darurat. Foto: Ilustrasi AI

Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | SAGOE TV – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh sejak November 2025 menyisakan lebih dari sekadar rumah rusak dan jalan terputus. Di balik lumpur dan tenda pengungsian, ada ancaman lain yang jarang dibicarakan: meningkatnya risiko kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, KontraS Aceh menemukan dugaan kasus Kekerasan Berbasis Gender (KBG) dalam situasi pascabencana yang hingga kini belum benar-benar pulih. Bagi mereka, bencana tak pernah netral. Ketika sistem perlindungan melemah, perempuan dan anak biasanya yang pertama merasakan dampaknya.

BACA JUGA

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus untuk Hadapi Dunia Kerja Digital

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

“Dalam situasi bencana, kehilangan rumah bukan satu-satunya ancaman. Tubuh dan keselamatan perempuan justru semakin rentan ketika ruang hidup mereka tidak aman,” kata Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, dalam siaran pers, Rabu (11/2/2026).

Langkahan belum sepenuhnya bangkit. Sebagian warga masih bertahan di tenda. Hunian sementara memang tersedia, tetapi hanya digunakan pada pagi hingga siang. Saat sore dan malam tiba, banyak perempuan dan anak kembali ke rumah yang rusak atau ke tenda darurat yang dipasang di halaman sendiri.

Situasi ini menciptakan ruang hidup yang serba terbatas—privasi nyaris tak ada, penerangan minim, pengawasan longgar, akses air bersih dan MCK tidak memadai. Dalam kondisi seperti itu, risiko kekerasan membesar, sementara pengawasannya mengecil.

Dari pemantauan lapangan, KontraS Aceh mengidentifikasi sedikitnya tujuh dugaan korban KBG. Bentuknya beragam, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga pelecehan seksual.

Namun, Husna menegaskan, angka itu tidak bisa dibaca sebagai situasi yang terkendali.

“Jumlah kasus yang kecil dalam situasi darurat justru sering kali menjadi tanda bahwa banyak kekerasan tidak terlaporkan. Korban takut, malu, atau tidak tahu harus mencari bantuan ke mana, terlebih dalam kondisi pascabencana yang belum stabil,” ujarnya.

Respons Dinilai Belum Optimal

KontraS Aceh juga mencatat, sejumlah laporan belum ditangani secara maksimal. Koordinasi antarinstansi di Aceh Utara dinilai masih lemah. Pendekatan berbasis hak asasi manusia, menurut mereka, belum tampak kuat di lapangan.

Korban yang seharusnya mendapat perlindungan dan pendampingan justru tersendat di proses birokrasi. Mekanisme rujukan antarinstansi belum berjalan efektif. Akibatnya, ada korban yang harus menghadapi situasi kekerasan sendirian—bahkan setelah berani melapor.

“Negara tidak boleh absen dalam situasi seperti ini. Ketika korban sudah berani melapor tetapi perlindungan tidak hadir, itu menunjukkan ada kegagalan sistemik,” tegas Husna.

Apa yang terjadi di Langkahan, kata Husna, bukan kasus yang berdiri sendiri. Dalam berbagai pengalaman penanganan bencana di Indonesia, pola serupa kerap muncul. Saat gempa melanda Sulawesi Tengah pada 2019, misalnya, laporan menunjukkan kasus KDRT, pelecehan seksual, dan kekerasan terhadap perempuan serta anak meningkat ketika warga tinggal lama di pengungsian dengan fasilitas minim.

KontraS Aceh menilai, kerentanan perempuan dan anak bukan karena kelemahan pribadi. Masalahnya terletak pada struktur sosial dan kebijakan yang belum sepenuhnya melindungi. Tinggal di tenda padat dengan penerangan terbatas, akses sanitasi jauh, serta ketergantungan pada bantuan memperbesar risiko. Ditambah norma sosial yang masih cenderung menyalahkan korban, banyak perempuan akhirnya memilih diam.

“Kekerasan dalam situasi darurat lahir dari kelalaian sistem perlindungan. Jika negara tidak mengantisipasi risiko ini sejak awal, maka perempuan dan anak yang akan menanggung akibatnya,” ujar Husna.

Desakan untuk Negara

KontraS Aceh mendesak otoritas terkait, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta instansi lainnya, agar pencegahan dan penanganan KBG menjadi bagian inti dari respons bencana.

Mekanisme pelaporan harus aktif dan mudah diakses. Layanan kesehatan dan pendampingan psikososial perlu tersedia. Sistem rujukan antarinstansi harus berjalan tanpa berbelit. Penanganan, kata mereka, tidak bisa menunggu sampai situasi benar-benar normal.

“Perlindungan perempuan dan anak bukan program tambahan dalam respons bencana. Itu adalah kewajiban hukum dan moral negara yang harus dijalankan sejak fase darurat,” kata Husna.

KontraS juga mengakui peran penting komunitas dalam menjaga keamanan lingkungan pengungsian. Namun, solidaritas warga tidak bisa menggantikan tanggung jawab negara.

“Ketika perlindungan hanya dibebankan pada solidaritas warga, risiko kekerasan justru semakin besar. Komunitas dapat menjadi garda awal, tapi negara tetap harus memikul tanggung jawab utama atas keselamatan warganya,” ujar Husna. []

Tags: acehAnakBanjirbencanaKekerasan Berbasis GenderKontraSPascabencana AcehPengungsianperempuan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus untuk Hadapi Dunia Kerja Digital
News

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus untuk Hadapi Dunia Kerja Digital

by SAGOE TV
June 4, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas
News

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

by SAGOE TV
June 4, 2026
Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Perluas Area Pencarian
News

Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Perluas Area Pencarian

by SAGOE TV
June 4, 2026
Mualem Terima Pimpinan MPU Aceh, Bahas MTQ Nasional 2028 hingga Tambang Ilegal
News

Mualem Terima Pimpinan MPU Aceh, Bahas MTQ Nasional 2028 hingga Tambang Ilegal

by SAGOE TV
June 4, 2026
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Juara Umum Catalyst Future Competition X Asia
News

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Juara Umum Catalyst Future Competition X Asia

by SAGOE TV
June 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026

EDITOR'S PICK

Rumah Amal USK Paparkan Capaian Program, Rektor Dukung Penguatan Filantropi Kampus

Rumah Amal USK Paparkan Capaian Program, Rektor Dukung Penguatan Filantropi Kampus

May 20, 2026
Syech Muharram dan Syukri A Julil resmi menjabat Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar

Syech Muharram dan Syukri A Jalil Resmi Dilantik sebagai Bupati dan Wabup Aceh Besar

February 14, 2025
Kak Na Ziarah Makam Banta Syarif bin Muzakir Manaf

Kak Na Ziarah Makam Banta Syarif bin Muzakir Manaf

March 25, 2026
Tempuh Jalur Perahu dan Makan di Tenda Pengungsian, Mendagri Tito Temui Warga Terdampak Bencana Aceh

Tempuh Jalur Perahu dan Makan di Tenda Pengungsian, Mendagri Tito Temui Warga Terdampak Bencana Aceh

January 26, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.