• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

KontraS Aceh Soroti 7 Dugaan Kasus KBG Pascabencana, Perempuan dan Anak Paling Rentan

SAGOE TV by SAGOE TV
February 12, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
KontraS Aceh Soroti 7 Dugaan Kasus KBG Pascabencana, Perempuan dan Anak Paling Rentan

Dari pemantauan lapangan, KontraS Aceh mengidentifikasi sedikitnya tujuh dugaan korban KBG. Perempuan dan anak dinilai paling rentan dalam situasi darurat. Foto: Ilustrasi AI

Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | SAGOE TV – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh sejak November 2025 menyisakan lebih dari sekadar rumah rusak dan jalan terputus. Di balik lumpur dan tenda pengungsian, ada ancaman lain yang jarang dibicarakan: meningkatnya risiko kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, KontraS Aceh menemukan dugaan kasus Kekerasan Berbasis Gender (KBG) dalam situasi pascabencana yang hingga kini belum benar-benar pulih. Bagi mereka, bencana tak pernah netral. Ketika sistem perlindungan melemah, perempuan dan anak biasanya yang pertama merasakan dampaknya.

BACA JUGA

Wagub Aceh Bahas Masa Depan PTS, Beasiswa hingga Peningkatan Kualitas Dosen

Warga Isi BBM di Aceh Tenggara Kini Wajib Tunjukkan STNK, Ini Aturan Lengkapnya

“Dalam situasi bencana, kehilangan rumah bukan satu-satunya ancaman. Tubuh dan keselamatan perempuan justru semakin rentan ketika ruang hidup mereka tidak aman,” kata Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, dalam siaran pers, Rabu (11/2/2026).

Langkahan belum sepenuhnya bangkit. Sebagian warga masih bertahan di tenda. Hunian sementara memang tersedia, tetapi hanya digunakan pada pagi hingga siang. Saat sore dan malam tiba, banyak perempuan dan anak kembali ke rumah yang rusak atau ke tenda darurat yang dipasang di halaman sendiri.

Situasi ini menciptakan ruang hidup yang serba terbatas—privasi nyaris tak ada, penerangan minim, pengawasan longgar, akses air bersih dan MCK tidak memadai. Dalam kondisi seperti itu, risiko kekerasan membesar, sementara pengawasannya mengecil.

Dari pemantauan lapangan, KontraS Aceh mengidentifikasi sedikitnya tujuh dugaan korban KBG. Bentuknya beragam, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga pelecehan seksual.

Namun, Husna menegaskan, angka itu tidak bisa dibaca sebagai situasi yang terkendali.

“Jumlah kasus yang kecil dalam situasi darurat justru sering kali menjadi tanda bahwa banyak kekerasan tidak terlaporkan. Korban takut, malu, atau tidak tahu harus mencari bantuan ke mana, terlebih dalam kondisi pascabencana yang belum stabil,” ujarnya.

Respons Dinilai Belum Optimal

KontraS Aceh juga mencatat, sejumlah laporan belum ditangani secara maksimal. Koordinasi antarinstansi di Aceh Utara dinilai masih lemah. Pendekatan berbasis hak asasi manusia, menurut mereka, belum tampak kuat di lapangan.

Korban yang seharusnya mendapat perlindungan dan pendampingan justru tersendat di proses birokrasi. Mekanisme rujukan antarinstansi belum berjalan efektif. Akibatnya, ada korban yang harus menghadapi situasi kekerasan sendirian—bahkan setelah berani melapor.

“Negara tidak boleh absen dalam situasi seperti ini. Ketika korban sudah berani melapor tetapi perlindungan tidak hadir, itu menunjukkan ada kegagalan sistemik,” tegas Husna.

Apa yang terjadi di Langkahan, kata Husna, bukan kasus yang berdiri sendiri. Dalam berbagai pengalaman penanganan bencana di Indonesia, pola serupa kerap muncul. Saat gempa melanda Sulawesi Tengah pada 2019, misalnya, laporan menunjukkan kasus KDRT, pelecehan seksual, dan kekerasan terhadap perempuan serta anak meningkat ketika warga tinggal lama di pengungsian dengan fasilitas minim.

KontraS Aceh menilai, kerentanan perempuan dan anak bukan karena kelemahan pribadi. Masalahnya terletak pada struktur sosial dan kebijakan yang belum sepenuhnya melindungi. Tinggal di tenda padat dengan penerangan terbatas, akses sanitasi jauh, serta ketergantungan pada bantuan memperbesar risiko. Ditambah norma sosial yang masih cenderung menyalahkan korban, banyak perempuan akhirnya memilih diam.

“Kekerasan dalam situasi darurat lahir dari kelalaian sistem perlindungan. Jika negara tidak mengantisipasi risiko ini sejak awal, maka perempuan dan anak yang akan menanggung akibatnya,” ujar Husna.

Desakan untuk Negara

KontraS Aceh mendesak otoritas terkait, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta instansi lainnya, agar pencegahan dan penanganan KBG menjadi bagian inti dari respons bencana.

Mekanisme pelaporan harus aktif dan mudah diakses. Layanan kesehatan dan pendampingan psikososial perlu tersedia. Sistem rujukan antarinstansi harus berjalan tanpa berbelit. Penanganan, kata mereka, tidak bisa menunggu sampai situasi benar-benar normal.

“Perlindungan perempuan dan anak bukan program tambahan dalam respons bencana. Itu adalah kewajiban hukum dan moral negara yang harus dijalankan sejak fase darurat,” kata Husna.

KontraS juga mengakui peran penting komunitas dalam menjaga keamanan lingkungan pengungsian. Namun, solidaritas warga tidak bisa menggantikan tanggung jawab negara.

“Ketika perlindungan hanya dibebankan pada solidaritas warga, risiko kekerasan justru semakin besar. Komunitas dapat menjadi garda awal, tapi negara tetap harus memikul tanggung jawab utama atas keselamatan warganya,” ujar Husna. []

Tags: acehAnakBanjirbencanaKekerasan Berbasis GenderKontraSPascabencana AcehPengungsianperempuan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Wagub Aceh Bahas Masa Depan PTS, Beasiswa hingga Peningkatan Kualitas Dosen
News

Wagub Aceh Bahas Masa Depan PTS, Beasiswa hingga Peningkatan Kualitas Dosen

by SAGOE TV
July 21, 2026
Warga Isi BBM di Aceh Tenggara Kini Wajib Tunjukkan STNK, Ini Aturan Lengkapnya
News

Warga Isi BBM di Aceh Tenggara Kini Wajib Tunjukkan STNK, Ini Aturan Lengkapnya

by Zuhri Noviandi
July 21, 2026
Wagub Aceh Terima Silaturahmi Tim PPHD, Apresiasi Dedikasi Petugas Haji Aceh
News

Wagub Aceh Terima Silaturahmi Tim PPHD, Apresiasi Dedikasi Petugas Haji Aceh

by SAGOE TV
July 21, 2026
UKM PA Leuser USK Ikut Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Banda Aceh, Upaya Cegah Abrasi
News

UKM PA Leuser USK Ikut Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Banda Aceh, Upaya Cegah Abrasi

by SAGOE TV
July 21, 2026
IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya
News

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

by SAGOE TV
July 21, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026

EDITOR'S PICK

Benarkah Elite Penyebab Banjir Bandang Sumatera?

Benarkah Elite Penyebab Banjir Bandang Sumatera?

December 20, 2025
Kebijaksanaan dalam Menyikapi Perbedaan Pendapat dalam Islam

Kebijaksanaan dalam Menyikapi Perbedaan Pendapat dalam Islam

March 8, 2025
Dari Wuhan Aku Belajar Toleransi

Dari Wuhan Aku Belajar Toleransi

March 24, 2025
USK dan UII Teken MoA, Perkuat Riset Kebencanaan, Perdamaian, dan Ketahanan Masyarakat

USK dan UII Teken MoA, Perkuat Riset Kebencanaan, Perdamaian, dan Ketahanan Masyarakat

June 19, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.