• Tentang Kami
Saturday, September 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

KontraS Aceh Soroti 7 Dugaan Kasus KBG Pascabencana, Perempuan dan Anak Paling Rentan

SAGOE TV by SAGOE TV
February 12, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
KontraS Aceh Soroti 7 Dugaan Kasus KBG Pascabencana, Perempuan dan Anak Paling Rentan

Dari pemantauan lapangan, KontraS Aceh mengidentifikasi sedikitnya tujuh dugaan korban KBG. Perempuan dan anak dinilai paling rentan dalam situasi darurat. Foto: Ilustrasi AI

Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | SAGOE TV – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh sejak November 2025 menyisakan lebih dari sekadar rumah rusak dan jalan terputus. Di balik lumpur dan tenda pengungsian, ada ancaman lain yang jarang dibicarakan: meningkatnya risiko kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, KontraS Aceh menemukan dugaan kasus Kekerasan Berbasis Gender (KBG) dalam situasi pascabencana yang hingga kini belum benar-benar pulih. Bagi mereka, bencana tak pernah netral. Ketika sistem perlindungan melemah, perempuan dan anak biasanya yang pertama merasakan dampaknya.

BACA JUGA

Kemenag Salurkan Rp11,6 Miliar untuk Pulihkan 306 Masjid dan Musala Terdampak Bencana di Aceh

BPMA dan TNI AD Perkuat Keamanan Hulu Migas Aceh

“Dalam situasi bencana, kehilangan rumah bukan satu-satunya ancaman. Tubuh dan keselamatan perempuan justru semakin rentan ketika ruang hidup mereka tidak aman,” kata Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, dalam siaran pers, Rabu (11/2/2026).

Langkahan belum sepenuhnya bangkit. Sebagian warga masih bertahan di tenda. Hunian sementara memang tersedia, tetapi hanya digunakan pada pagi hingga siang. Saat sore dan malam tiba, banyak perempuan dan anak kembali ke rumah yang rusak atau ke tenda darurat yang dipasang di halaman sendiri.

Situasi ini menciptakan ruang hidup yang serba terbatas—privasi nyaris tak ada, penerangan minim, pengawasan longgar, akses air bersih dan MCK tidak memadai. Dalam kondisi seperti itu, risiko kekerasan membesar, sementara pengawasannya mengecil.

Dari pemantauan lapangan, KontraS Aceh mengidentifikasi sedikitnya tujuh dugaan korban KBG. Bentuknya beragam, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga pelecehan seksual.

Namun, Husna menegaskan, angka itu tidak bisa dibaca sebagai situasi yang terkendali.

“Jumlah kasus yang kecil dalam situasi darurat justru sering kali menjadi tanda bahwa banyak kekerasan tidak terlaporkan. Korban takut, malu, atau tidak tahu harus mencari bantuan ke mana, terlebih dalam kondisi pascabencana yang belum stabil,” ujarnya.

Respons Dinilai Belum Optimal

KontraS Aceh juga mencatat, sejumlah laporan belum ditangani secara maksimal. Koordinasi antarinstansi di Aceh Utara dinilai masih lemah. Pendekatan berbasis hak asasi manusia, menurut mereka, belum tampak kuat di lapangan.

Korban yang seharusnya mendapat perlindungan dan pendampingan justru tersendat di proses birokrasi. Mekanisme rujukan antarinstansi belum berjalan efektif. Akibatnya, ada korban yang harus menghadapi situasi kekerasan sendirian—bahkan setelah berani melapor.

“Negara tidak boleh absen dalam situasi seperti ini. Ketika korban sudah berani melapor tetapi perlindungan tidak hadir, itu menunjukkan ada kegagalan sistemik,” tegas Husna.

Apa yang terjadi di Langkahan, kata Husna, bukan kasus yang berdiri sendiri. Dalam berbagai pengalaman penanganan bencana di Indonesia, pola serupa kerap muncul. Saat gempa melanda Sulawesi Tengah pada 2019, misalnya, laporan menunjukkan kasus KDRT, pelecehan seksual, dan kekerasan terhadap perempuan serta anak meningkat ketika warga tinggal lama di pengungsian dengan fasilitas minim.

KontraS Aceh menilai, kerentanan perempuan dan anak bukan karena kelemahan pribadi. Masalahnya terletak pada struktur sosial dan kebijakan yang belum sepenuhnya melindungi. Tinggal di tenda padat dengan penerangan terbatas, akses sanitasi jauh, serta ketergantungan pada bantuan memperbesar risiko. Ditambah norma sosial yang masih cenderung menyalahkan korban, banyak perempuan akhirnya memilih diam.

“Kekerasan dalam situasi darurat lahir dari kelalaian sistem perlindungan. Jika negara tidak mengantisipasi risiko ini sejak awal, maka perempuan dan anak yang akan menanggung akibatnya,” ujar Husna.

Desakan untuk Negara

KontraS Aceh mendesak otoritas terkait, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta instansi lainnya, agar pencegahan dan penanganan KBG menjadi bagian inti dari respons bencana.

Mekanisme pelaporan harus aktif dan mudah diakses. Layanan kesehatan dan pendampingan psikososial perlu tersedia. Sistem rujukan antarinstansi harus berjalan tanpa berbelit. Penanganan, kata mereka, tidak bisa menunggu sampai situasi benar-benar normal.

“Perlindungan perempuan dan anak bukan program tambahan dalam respons bencana. Itu adalah kewajiban hukum dan moral negara yang harus dijalankan sejak fase darurat,” kata Husna.

KontraS juga mengakui peran penting komunitas dalam menjaga keamanan lingkungan pengungsian. Namun, solidaritas warga tidak bisa menggantikan tanggung jawab negara.

“Ketika perlindungan hanya dibebankan pada solidaritas warga, risiko kekerasan justru semakin besar. Komunitas dapat menjadi garda awal, tapi negara tetap harus memikul tanggung jawab utama atas keselamatan warganya,” ujar Husna. []

Tags: AcehAnakBanjirbencanaKekerasan Berbasis GenderKontraSPascabencana AcehPengungsianperempuan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Kemenag Salurkan Rp11,6 Miliar untuk Pulihkan 306 Masjid dan Musala Terdampak Bencana di Aceh
News

Kemenag Salurkan Rp11,6 Miliar untuk Pulihkan 306 Masjid dan Musala Terdampak Bencana di Aceh

by SAGOE TV
September 4, 2026
BPMA dan TNI AD Perkuat Keamanan Hulu Migas Aceh
News

BPMA dan TNI AD Perkuat Keamanan Hulu Migas Aceh

by SAGOE TV
September 4, 2026
Belajar Sebulan di Malaysia, 4 Mahasiswa Teknik Industri USK Ikuti Program Pertukaran
News

Belajar Sebulan di Malaysia, 4 Mahasiswa Teknik Industri USK Ikuti Program Pertukaran

by SAGOE TV
September 4, 2026
UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran
News

UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

by SAGOE TV
September 4, 2026
Aceh Kirim Kafilah ke MTQN ke-31, Targetkan Prestasi Terbaik di Jawa Tengah
News

Aceh Kirim Kafilah ke MTQN ke-31, Targetkan Prestasi Terbaik di Jawa Tengah

by SAGOE TV
September 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

September 4, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026

EDITOR'S PICK

Profesor Abdi A Wahab; Disiplin dan Humoris

Profesor Abdi A Wahab; Disiplin dan Humoris

March 8, 2025
Mualem Bangun Masjid di Aceh Utara Tanpa Dana APBA, Progres Capai 80 Persen

Mualem Bangun Masjid di Aceh Utara Tanpa Dana APBA, Progres Capai 80 Persen

April 7, 2026
UIN Ar-Raniry Buka Penjaringan Calon Rektor Periode 2026-2030

UIN Ar-Raniry Resmi Buka Penjaringan Calon Rektor Periode 2026-2030

March 3, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

March 8, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.