• Tentang Kami
Sunday, August 2, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Apa Makna Tragedi Arakundo bagi Perdamaian Aceh? Pesan Wali Nanggroe tentang Ingatan dan Sejarah

SAGOE TV by SAGOE TV
February 14, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Apa Makna Tragedi Arakundo bagi Perdamaian Aceh? Pesan Wali Nanggroe tentang Ingatan dan Sejarah

Wali Nanggroe Aceh PYM Teungku Malik Mahmud Al-Haythar. Foto: dok. LWN

Share on FacebookShare on Twitter

IDI | SAGOE TV – Apa makna Tragedi Arakundo bagi perdamaian Aceh hari ini? Wali Nanggroe PYM Teungku Malik Mahmud Al-Haythar menegaskan bahwa ingatan atas peristiwa kelam 3 Februari 1999 bukan untuk membuka luka lama, melainkan sebagai tanggung jawab sejarah demi menjaga perdamaian dan memastikan pelanggaran kemanusiaan tidak terulang di bumi Aceh.

Doa bersama dan refleksi kemanusiaan dalam rangka peringatan Tragedi Arakundo–juga dikenal sebagai Tragedi Idi Cut–yang digelar pada Sabtu, 14 Januari 2026, dengan menekankan pentingnya menjaga ingatan kolektif dan tanggung jawab sejarah.

BACA JUGA

Lembaga Wali Nanggroe Himpun Aspirasi Diaspora Aceh di Medan, Siapkan Rekomendasi untuk Penguatan MoU Helsinki

Wagub Aceh Tegaskan Dayah Jadi Kunci Membangun Generasi Berakhlak di Tengah Tantangan Zaman

Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris menyebutkan kegiatan itu dihadiri unsur ulama, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, pejabat pemerintah, keluarga korban, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan generasi muda.

Wali Nanggroe dalam penyampaiannya menegaskan bahwa peringatan tragedi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum moral untuk merawat ingatan, memperjuangkan kebenaran, dan memperkuat komitmen kemanusiaan di Aceh.

“Hari ini kita berdiri di antara ingatan dan tanggung jawab sejarah,” ujarnya. Ia menekankan bahwa luka masa lalu tidak boleh dihapus, namun harus dijadikan pelajaran agar kekerasan tidak terulang.

Dalam refleksinya, Wali Nanggroe mengajak seluruh hadirin menundukkan hati dan mengenang kembali peristiwa kelam 3 Februari 1999 di Idi Cut–Arakundo, Kabupaten Aceh Timur. Peristiwa tersebut disebut sebagai lembaran hitam sejarah yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa ingatan atas tragedi itu bukan untuk menumbuhkan dendam, melainkan menjaga nurani publik dan memastikan pelanggaran kemanusiaan tidak kembali terjadi.

“Kita tidak mengingat untuk membalas dendam. Kita mengingat agar kebiadaban tidak pernah lagi mendapat tempat di bumi Aceh,” tegasnya.

Berdasarkan dokumentasi lembaga hak asasi manusia, peristiwa tersebut tercatat menimbulkan korban jiwa warga sipil dan dugaan pelanggaran kemanusiaan. Disebutkan pula bahwa sebagian keluarga korban hingga kini masih menantikan pengungkapan kebenaran dan keadilan.

Wali Nanggroe menekankan bahwa proses kebenaran dan keadilan merupakan bagian penting dari pemulihan dan rekonsiliasi yang bermartabat.

Acara diawali dengan doa untuk para korban Tragedi Idi Cut–Arakundo serta doa bagi para syuhada dan seluruh korban bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 di berbagai wilayah Aceh. Menurutnya, seluruh korban tersebut merupakan bagian dari duka kemanusiaan Aceh yang harus dihormati dan dikenang secara bermartabat.

Ia menyatakan bencana tersebut menjadi peringatan penting tentang amanah menjaga keseimbangan alam, memperkuat konservasi hutan, serta memastikan pembangunan berbasis keberlanjutan dan keadilan ekologis.

Wali Nanggroe juga menegaskan bahwa perdamaian Aceh bukan sekadar hasil kompromi politik, melainkan amanah sejarah yang lahir dari pengorbanan panjang dan penderitaan rakyat. Nota Kesepahaman Helsinki disebut sebagai fondasi utama berakhirnya konflik bersenjata dan menjadi rujukan moral serta politik dalam menjaga stabilitas Aceh hingga hari ini.

Ia menekankan bahwa amanah perdamaian harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, antara lain melalui penguatan institusi sipil, penghormatan hak asasi manusia, penyelesaian persoalan korban konflik, serta tata kelola pemerintahan yang adil dan inklusif.

Perdamaian, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai simbol, tetapi harus tercermin dalam kebijakan publik dan perilaku sosial.

Di tengah dinamika global yang dinilai semakin tidak pasti-ditandai ketegangan geopolitik, krisis ekonomi, dan tekanan sumber daya—Aceh diminta tidak lengah menjaga kohesi sosial dan arah damainya. Status Aceh sebagai wilayah strategis dinilai menuntut kewaspadaan, persatuan elite dan rakyat, serta konsistensi terhadap jalur non-kekerasan.

“Amanah Helsinki bukan dokumen masa lalu, tetapi kompas masa depan. Ia harus dijaga lintas generasi dan lintas kepemimpinan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kekuatan Aceh ke depan ditentukan oleh soliditas persatuan rakyat, keteguhan nilai adat dan agama, serta kemampuan merawat persaudaraan sosial-bukan oleh pendekatan kekerasan atau mobilisasi konflik. Perdamaian disebut sebagai modal utama pembangunan dan martabat Aceh di tingkat nasional maupun internasional.

“Kekuatan Aceh tidak terletak pada senjata atau kekerasan, melainkan pada persatuan rakyatnya — pada iman, adat, dan persaudaraan,” katanya.

Pesan khusus ditujukan kepada generasi muda Aceh agar menjadi penjaga kemanusiaan dan pelanjut perdamaian. Mereka diminta tidak mewarisi kebencian, melainkan mewarisi keberanian membela nilai keadilan dan kemanusiaan.

“Jangan biarkan sejarah dihapuskan. Namun jangan pula biarkan sejarah memenjarakan masa depan kalian,” pesannya.

Peringatan Tragedi Arakundo tersebut ditutup dengan pembacaan Surah Al-Fatihah dan komitmen bersama peserta untuk terus merawat perdamaian, menjaga kemanusiaan, serta mendorong pemenuhan keadilan bagi korban pelanggaran kemanusiaan di Aceh. []

Tags: AcehAceh Timurdamai acehMerawat IngatanPerdamaiansejarahTragedi ArakundoTragedi Idi CutWali Nanggroe
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Lembaga Wali Nanggroe Himpun Aspirasi Diaspora Aceh di Medan
News

Lembaga Wali Nanggroe Himpun Aspirasi Diaspora Aceh di Medan, Siapkan Rekomendasi untuk Penguatan MoU Helsinki

by SAGOE TV
August 2, 2026
Wagub Aceh Tegaskan Dayah Jadi Kunci Membangun Generasi Berakhlak di Tengah Tantangan Zaman
News

Wagub Aceh Tegaskan Dayah Jadi Kunci Membangun Generasi Berakhlak di Tengah Tantangan Zaman

by SAGOE TV
August 1, 2026
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Kampanye Bahaya HIV/AIDS di Sekolah Lewat Program Go to School
News

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Kampanye Bahaya HIV/AIDS di Sekolah lewat Program Go to School

by SAGOE TV
August 1, 2026
Menaker Yassierli Penyandang Disabilitas Berhak Dapat Kesempatan Kerja yang Sama
News

Menaker Yassierli: Penyandang Disabilitas Berhak Dapat Kesempatan Kerja yang Sama

by SAGOE TV
August 1, 2026
Siswi SDN 50 Banda Aceh Raih Gelar Inong Cilik Aceh 2026
News

Siswi SDN 50 Banda Aceh Raih Gelar Inong Cilik Aceh 2026

by SAGOE TV
July 31, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

July 30, 2026
Memutus Mata Rantai Korupsi dari Hulu Demokrasi

Memutus Mata Rantai Korupsi dari Hulu Demokrasi

August 1, 2026
LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

July 29, 2026
Setelah Panggung Dibongkar

Setelah Panggung Dibongkar

July 28, 2026
Calvin Ho

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

July 30, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Siswi SDN 50 Banda Aceh Raih Gelar Inong Cilik Aceh 2026

Siswi SDN 50 Banda Aceh Raih Gelar Inong Cilik Aceh 2026

July 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Usung “Meutaloe”: Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

July 31, 2026
Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

July 6, 2025

EDITOR'S PICK

2 Bocah di Aceh Besar Ditemukan Meninggal Tenggelam di Sungai

2 Bocah di Aceh Besar Ditemukan Meninggal di Sungai

March 19, 2025
Makanan Jemaah Haji Diawasi Ketat BKK Banda Aceh Selama di Asrama Embarkasi

Makanan Jemaah Haji Diawasi Ketat BKK Banda Aceh Selama di Asrama Embarkasi

June 2, 2025
Update Bencana Sumatera 914 Meninggal, Aceh Jadi Daerah dengan Korban Terbanyak

Update Bencana Sumatera: 914 Meninggal, Aceh Jadi Daerah dengan Korban Terbanyak

December 7, 2025
Jembatan Krueng Meureudu Resmi Dibuka, Akses Lintas Timur Aceh Mulai Pulih Bertahap

Jembatan Krueng Meureudu Resmi Dibuka, Akses Lintas Timur Aceh Mulai Pulih Bertahap

December 12, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.