• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Apa Makna Tragedi Arakundo bagi Perdamaian Aceh? Pesan Wali Nanggroe tentang Ingatan dan Sejarah

SAGOE TV by SAGOE TV
February 14, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Apa Makna Tragedi Arakundo bagi Perdamaian Aceh? Pesan Wali Nanggroe tentang Ingatan dan Sejarah

Wali Nanggroe Aceh PYM Teungku Malik Mahmud Al-Haythar. Foto: dok. LWN

Share on FacebookShare on Twitter

IDI | SAGOE TV – Apa makna Tragedi Arakundo bagi perdamaian Aceh hari ini? Wali Nanggroe PYM Teungku Malik Mahmud Al-Haythar menegaskan bahwa ingatan atas peristiwa kelam 3 Februari 1999 bukan untuk membuka luka lama, melainkan sebagai tanggung jawab sejarah demi menjaga perdamaian dan memastikan pelanggaran kemanusiaan tidak terulang di bumi Aceh.

Doa bersama dan refleksi kemanusiaan dalam rangka peringatan Tragedi Arakundo–juga dikenal sebagai Tragedi Idi Cut–yang digelar pada Sabtu, 14 Januari 2026, dengan menekankan pentingnya menjaga ingatan kolektif dan tanggung jawab sejarah.

BACA JUGA

Kolaborasi UIN Ar-Raniry dan Badan Bahasa: Dorong Literasi, BIPA, hingga UKBI

Banda Aceh Experience City Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris menyebutkan kegiatan itu dihadiri unsur ulama, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, pejabat pemerintah, keluarga korban, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan generasi muda.

Wali Nanggroe dalam penyampaiannya menegaskan bahwa peringatan tragedi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum moral untuk merawat ingatan, memperjuangkan kebenaran, dan memperkuat komitmen kemanusiaan di Aceh.

“Hari ini kita berdiri di antara ingatan dan tanggung jawab sejarah,” ujarnya. Ia menekankan bahwa luka masa lalu tidak boleh dihapus, namun harus dijadikan pelajaran agar kekerasan tidak terulang.

Dalam refleksinya, Wali Nanggroe mengajak seluruh hadirin menundukkan hati dan mengenang kembali peristiwa kelam 3 Februari 1999 di Idi Cut–Arakundo, Kabupaten Aceh Timur. Peristiwa tersebut disebut sebagai lembaran hitam sejarah yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa ingatan atas tragedi itu bukan untuk menumbuhkan dendam, melainkan menjaga nurani publik dan memastikan pelanggaran kemanusiaan tidak kembali terjadi.

“Kita tidak mengingat untuk membalas dendam. Kita mengingat agar kebiadaban tidak pernah lagi mendapat tempat di bumi Aceh,” tegasnya.

Baca Juga:  Kak Na Tinjau Banjir Lhoksukon dan Aceh Timur, Salurkan Bantuan dan Prioritaskan Kelompok Rentan

Berdasarkan dokumentasi lembaga hak asasi manusia, peristiwa tersebut tercatat menimbulkan korban jiwa warga sipil dan dugaan pelanggaran kemanusiaan. Disebutkan pula bahwa sebagian keluarga korban hingga kini masih menantikan pengungkapan kebenaran dan keadilan.

Wali Nanggroe menekankan bahwa proses kebenaran dan keadilan merupakan bagian penting dari pemulihan dan rekonsiliasi yang bermartabat.

Acara diawali dengan doa untuk para korban Tragedi Idi Cut–Arakundo serta doa bagi para syuhada dan seluruh korban bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 di berbagai wilayah Aceh. Menurutnya, seluruh korban tersebut merupakan bagian dari duka kemanusiaan Aceh yang harus dihormati dan dikenang secara bermartabat.

Ia menyatakan bencana tersebut menjadi peringatan penting tentang amanah menjaga keseimbangan alam, memperkuat konservasi hutan, serta memastikan pembangunan berbasis keberlanjutan dan keadilan ekologis.

Wali Nanggroe juga menegaskan bahwa perdamaian Aceh bukan sekadar hasil kompromi politik, melainkan amanah sejarah yang lahir dari pengorbanan panjang dan penderitaan rakyat. Nota Kesepahaman Helsinki disebut sebagai fondasi utama berakhirnya konflik bersenjata dan menjadi rujukan moral serta politik dalam menjaga stabilitas Aceh hingga hari ini.

Ia menekankan bahwa amanah perdamaian harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, antara lain melalui penguatan institusi sipil, penghormatan hak asasi manusia, penyelesaian persoalan korban konflik, serta tata kelola pemerintahan yang adil dan inklusif.

Perdamaian, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai simbol, tetapi harus tercermin dalam kebijakan publik dan perilaku sosial.

Di tengah dinamika global yang dinilai semakin tidak pasti-ditandai ketegangan geopolitik, krisis ekonomi, dan tekanan sumber daya—Aceh diminta tidak lengah menjaga kohesi sosial dan arah damainya. Status Aceh sebagai wilayah strategis dinilai menuntut kewaspadaan, persatuan elite dan rakyat, serta konsistensi terhadap jalur non-kekerasan.

Baca Juga:  Jemaah Haji Aceh Meninggal di Arab Saudi Bertambah Jadi 11 Orang

“Amanah Helsinki bukan dokumen masa lalu, tetapi kompas masa depan. Ia harus dijaga lintas generasi dan lintas kepemimpinan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kekuatan Aceh ke depan ditentukan oleh soliditas persatuan rakyat, keteguhan nilai adat dan agama, serta kemampuan merawat persaudaraan sosial-bukan oleh pendekatan kekerasan atau mobilisasi konflik. Perdamaian disebut sebagai modal utama pembangunan dan martabat Aceh di tingkat nasional maupun internasional.

“Kekuatan Aceh tidak terletak pada senjata atau kekerasan, melainkan pada persatuan rakyatnya — pada iman, adat, dan persaudaraan,” katanya.

Pesan khusus ditujukan kepada generasi muda Aceh agar menjadi penjaga kemanusiaan dan pelanjut perdamaian. Mereka diminta tidak mewarisi kebencian, melainkan mewarisi keberanian membela nilai keadilan dan kemanusiaan.

“Jangan biarkan sejarah dihapuskan. Namun jangan pula biarkan sejarah memenjarakan masa depan kalian,” pesannya.

Peringatan Tragedi Arakundo tersebut ditutup dengan pembacaan Surah Al-Fatihah dan komitmen bersama peserta untuk terus merawat perdamaian, menjaga kemanusiaan, serta mendorong pemenuhan keadilan bagi korban pelanggaran kemanusiaan di Aceh. []

Tags: acehAceh Timurdamai acehMerawat IngatanPerdamaiansejarahTragedi ArakundoTragedi Idi CutWali Nanggroe
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Kolaborasi UIN Ar-Raniry dan Badan Bahasa Dorong Literasi, BIPA, hingga UKBI
News

Kolaborasi UIN Ar-Raniry dan Badan Bahasa: Dorong Literasi, BIPA, hingga UKBI

by SAGOE TV
April 21, 2026
Banda Aceh Experience City Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri
News

Banda Aceh Experience City Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

by SAGOE TV
April 21, 2026
Apa yang Berubah di JKA? Ini Penjelasan Mualem soal Penyesuaian dan Nilai Keadilan Sosial
News

Apa yang Berubah di JKA? Ini Penjelasan Mualem soal Penyesuaian dan Nilai Keadilan Sosial

by SAGOE TV
April 21, 2026
26 Jamaah Calon Haji UIN Ar-Raniry Dilepas dengan Peusijuek, Ini Pesan Rektor
News

26 Jamaah Calon Haji UIN Ar-Raniry Dilepas dengan Peusijuek, Ini Pesan Rektor

by SAGOE TV
April 21, 2026
USK Teken MoU dengan Badan Bahasa, Dorong UKBI dan Program BIPA untuk Mahasiswa
News

USK Teken MoU dengan Badan Bahasa, Dorong UKBI dan Program BIPA untuk Mahasiswa

by SAGOE TV
April 21, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

March 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Bantuan Rp260 Miliar dari Sumut untuk Aceh Diserahkan di Forum APEKSI Banda Aceh

Bantuan Rp260 Miliar dari Sumut untuk Aceh Diserahkan di Forum APEKSI Banda Aceh

April 21, 2026

EDITOR'S PICK

Samsat Aceh Hadirkan Inovasi Layanan dan Diskon Pajak Kendaraan untuk Disabilitas

Samsat Aceh Hadirkan Inovasi Layanan dan Diskon Pajak Kendaraan untuk Disabilitas

May 27, 2025
Tgk, H Ameer Hamzah

Ramadhan, Bulan Nuzulul Qur’an dan Sejarah Masuknya Al-Qur’an ke Aceh

March 14, 2025
Pemulangan Jemaah Haji Aceh Rampung: 12 Meninggal di Tanah Suci, 5 Masih Dirawat

Pemulangan Jemaah Haji Aceh Rampung: 12 Meninggal di Tanah Suci, 5 Masih Dirawat

July 10, 2025
Pemerintah Terbitkan Perpres Cadangan Penyangga Energi

Pemerintah Terbitkan Perpres Cadangan Penyangga Energi

September 6, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.