DARUSSALAM | SAGOE TV – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof Marwan menyampaikan pidato terakhirnya dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-168 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Rabu (25/2/2026). Dalam momen penuh refleksi ini, ia mengajak para lulusan untuk meningkatkan kepedulian sosial sekaligus siap menghadapi perubahan dunia kerja di era akal imitasi (AI).
Pada periode November 2025 hingga Januari 2026, USK melepas sebanyak 1.683 lulusan dari berbagai jenjang, mulai dari Diploma, Sarjana, Sarjana Terapan, Profesi, Spesialis, Magister, hingga Doktor. Wisuda ke-168 ini sekaligus menjadi momentum istimewa karena merupakan wisuda terakhir bagi Prof Marwan dalam kapasitasnya sebagai Rektor USK.
Dalam sambutannya, Marwan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh sivitas akademika, pemerintah, mitra, serta masyarakat yang selama ini telah berjalan bersama membangun dan memajukan USK.
“Wisuda ke-168 ini bukan hanya momentum kebahagiaan bagi para lulusan, tetapi juga menjadi momen refleksi dan perpisahan bagi saya sebagai Rektor. Saya bangga pernah menjadi bagian dari perjalanan besar universitas ini.” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali wisudawan atas kepercayaan yang diberikan kepada universitas dalam mendidik putra-putri mereka hingga menyelesaikan studi.
Dalam pidatonya, Rektor USK menyoroti tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial hingga dinamika politik serta ekonomi dunia. Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak lagi hanya menuntut kompetensi akademik, tetapi juga kreativitas, ketangguhan, kemampuan beradaptasi, serta karakter yang kuat.
“Perubahan adalah keniscayaan. Namun peluang akan selalu terbuka bagi mereka yang mau terus belajar, beradaptasi, dan tidak mudah menyerah,” ucapnya.
Selain tantangan global, Marwan juga menekankan pentingnya kepedulian sosial. Ia mengingatkan bahwa Aceh baru-baru ini kembali menghadapi bencana banjir hidrometeorologi akibat Siklon Senyar. Dalam situasi tersebut, USK hadir melalui berbagai program kemanusiaan.
Menurut dia, peran aktif universitas dalam membantu masyarakat harus menjadi cerminan bagi para lulusan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya untuk meraih keberhasilan pribadi, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi sesama.
Lebih lanjut, Marwan berpesan agar para wisudawan senantiasa menjaga nama baik almamater, membanggakan orangtua, serta menjadi pribadi yang membawa empati, integritas, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Jadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai jalan pengabdian untuk membangun bangsa dan kemanusiaan,” ujarnya. []




















