BANDA ACEH | SAGOE TV – Ikatan Masyarakat Aceh (IKAT Aceh) mulai melakukan pendataan terhadap warga Aceh yang berada di sejumlah negara Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan kawasan akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Ketua IKAT Aceh, Tgk Khalid Muddatstsir, mengatakan pihaknya sejak semalam telah membangun komunikasi dengan sejumlah kolega di kawasan tersebut untuk memastikan kondisi warga, termasuk pelajar dan pekerja asal Aceh yang berada di Kuwait dan Arab Saudi.
“Pastinya ada warga dan pelajar Aceh di sana. Namun terkait jumlah, belum bisa kita pastikan,” kata Khalid saat diwawancarai, Selasa (3/3/2026).
Ia menyebutkan, sebagian komunikasi dengan warga sudah terjalin. Sementara itu, Perwakilan RI di luar negeri juga telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, misalnya, telah meminta warga negara Indonesia (WNI) untuk tetap waspada, tidak panik, serta memantau informasi dari sumber resmi dan terpercaya.
Terkait kemungkinan pemulangan atau evakuasi WNI, Khalid menegaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah berdasarkan asesmen keamanan.
“Sejauh ini kondisi WNI, termasuk yang berasal dari Aceh, masih dalam pemantauan dan koordinasi dengan perwakilan RI. Terkait pemulangan, itu kewenangan penuh pemerintah berdasarkan penilaian situasi keamanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga kini belum ada informasi mengenai warga Aceh yang melakukan evakuasi secara mandiri.
Menurutnya, keputusan untuk bertahan atau kembali ke Indonesia sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu, baik yang bekerja maupun yang sedang menempuh pendidikan. Namun demikian, setiap langkah tetap harus melalui koordinasi resmi demi keselamatan bersama.
Dari sisi organisasi, IKAT Aceh saat ini memprioritaskan pendataan dan komunikasi internal guna mengidentifikasi warga Aceh yang berada di wilayah terdampak konflik.
“Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Aceh jika nantinya ada kebijakan atau langkah yang perlu diambil untuk keselamatan warga kita di sana,” kata Khalid.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban ataupun evakuasi WNI asal Aceh terkait eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. []




















