ACEH SELATAN | SAGOE TV – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur daerah kembali ditunjukkan melalui pembangunan dua unit Jembatan Aramco di Desa Raket dan Desa Pasi Rasian, Kecamatan Pasiraja, Kabupaten Aceh Selatan. Hingga saat ini, pengerjaan kedua jembatan tersebut terus dikebut.
Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Andrino DN Lubis, mengatakan percepatan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah.
“Kita terus kebut pekerjaan ini dengan tetap mengedepankan kualitas. Kehadiran TNI di sini adalah untuk membantu pemerintah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pengerjaan difokuskan pada salah satu tahapan penting, yakni pemasangan papan mal yang berfungsi sebagai cetakan utama dalam proses pengecoran beton.
Menurutnya, tahapan tersebut sangat menentukan kualitas konstruksi jembatan secara keseluruhan sehingga setiap pekerjaan harus dilakukan secara teliti dan terukur agar hasil akhir kuat, kokoh, dan tahan lama.
“Pada tahap ini, pemasangan papan mal harus dilakukan dengan benar, karena akan memengaruhi kualitas konstruksi jembatan secara keseluruhan. Kita pastikan semua dikerjakan sesuai standar agar hasilnya maksimal,” tambahnya.
Andrino menegaskan, pembangunan dua jembatan tersebut memiliki peran penting dalam membuka akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Pasiraja dan sekitarnya.
Dengan hadirnya jembatan tersebut, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih lancar, distribusi barang dan jasa semakin efisien, serta mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat setempat.
“Ke depan, jembatan ini akan menjadi sarana penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kita berharap kehadirannya dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan warga,” ungkapnya.
Pembangunan infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar wilayah di Aceh Selatan sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat desa.[]




















