• Tentang Kami
Thursday, May 7, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

SAGOE TV by SAGOE TV
May 7, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

Ns. Rayhanul Aliefia, S.Kep (tengah). Foto: dok. penulis

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ns. Rayhanul Aliefia, S.Kep

Pelayanan kesehatan sejatinya bukan hanya bergantung pada kemampuan satu profesi semata, melainkan hasil dari kerja sama berbagai tenaga kesehatan yang saling terhubung. Dokter, perawat, apoteker, bidan, ahli gizi, analis laboratorium, hingga tenaga kesehatan lainnya memiliki peran penting dalam memastikan pasien mendapatkan pelayanan yang aman dan berkualitas. Namun, minimnya komunikasi antarprofesi hingga saat ini masih menjadi persoalan serius dalam dunia kesehatan, termasuk di Aceh.

Di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, tantangan koordinasi antar tenaga kesehatan masih sering ditemukan. Tidak sedikit proses pelayanan berjalan secara parsial, di mana masing-masing profesi bekerja dalam ruang lingkupnya sendiri tanpa komunikasi yang optimal. Kondisi ini berpotensi memunculkan kesalahan informasi, keterlambatan tindakan medis, hingga risiko terhadap keselamatan pasien (patient safety).

BACA JUGA

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

Dalam praktik pelayanan sehari-hari, misalnya, masih ditemukan miskomunikasi terkait pemberian obat, keterlambatan penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium, hingga kurangnya koordinasi saat penanganan pasien gawat darurat. Pada situasi tertentu, perbedaan persepsi antar tenaga kesehatan juga dapat memengaruhi kecepatan pengambilan keputusan klinis. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang diterima pasien.

Permasalahan ini menjadi semakin penting di Aceh, terutama mengingat masih adanya keterbatasan sumber daya kesehatan di beberapa daerah. Rumah sakit dan puskesmas di wilayah terpencil sering menghadapi kekurangan tenaga kesehatan, tingginya beban kerja, serta fasilitas yang belum sepenuhnya memadai. Dalam situasi tersebut, kemampuan bekerja secara kolaboratif justru menjadi kebutuhan utama agar pelayanan tetap berjalan efektif.

Contoh nyata dapat dilihat pada pelayanan rujukan pasien dari daerah pedalaman Aceh ke rumah sakit besar di Banda Aceh atau kabupaten lainnya. Tidak jarang pasien datang dalam kondisi sudah memburuk akibat keterlambatan koordinasi antara fasilitas kesehatan pertama dengan rumah sakit rujukan. Ada kasus di mana informasi kondisi pasien tidak tersampaikan secara lengkap, sehingga penanganan awal di IGD menjadi kurang optimal. Situasi seperti ini sering terjadi pada kasus kegawatdaruratan seperti komplikasi persalinan, stroke, hingga pasien trauma akibat kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga:  Wali Nanggroe Gagas Museum Dirgantara di Aceh: Wujud Pelestarian Sejarah dan Edukasi Anak Bangsa

Selain itu, di beberapa rumah sakit daerah juga masih ditemukan keluhan antrean panjang pelayanan karena komunikasi antar unit belum berjalan efektif. Misalnya, pasien harus menunggu lama karena hasil laboratorium belum segera diteruskan ke dokter penanggung jawab, atau terjadi miskomunikasi terkait jadwal tindakan medis dan pemberian obat. Walaupun terlihat sederhana, kondisi tersebut dapat memengaruhi kepuasan pasien bahkan memperlambat proses penyembuhan.

Aceh juga pernah menghadapi tantangan besar saat pandemi COVID-19. Pada masa itu, koordinasi antar tenaga kesehatan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pelayanan pasien. Tingginya jumlah pasien, keterbatasan ruang perawatan, serta tekanan kerja yang tinggi sempat memperlihatkan pentingnya komunikasi efektif antarprofesi. Banyak tenaga kesehatan harus bekerja cepat dalam satu tim untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan tepat waktu.

Di sisi lain, budaya hierarki dalam pelayanan kesehatan juga masih menjadi tantangan tersendiri. Di beberapa tempat, komunikasi antarprofesi belum berlangsung secara setara. Padahal, setiap tenaga kesehatan memiliki kontribusi penting sesuai kompetensinya masing-masing. Ketika komunikasi tidak dibangun secara terbuka dan saling menghargai, potensi terjadinya kesalahan pelayanan akan semakin besar.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan Interprofessional Education (IPE) atau pendidikan interprofesional dalam dunia kesehatan. IPE merupakan pendekatan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan untuk belajar bersama, memahami peran masing-masing, serta melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi sejak masa pendidikan.

Melalui IPE, mahasiswa keperawatan, kedokteran, farmasi, kebidanan, dan profesi kesehatan lainnya dibiasakan bekerja dalam satu tim. Pendekatan ini penting agar ketika memasuki dunia kerja, tenaga kesehatan tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga mampu membangun koordinasi yang efektif demi keselamatan pasien.

Di Aceh sendiri, penerapan konsep kolaborasi antarprofesi dalam pendidikan maupun pelayanan kesehatan perlu terus diperkuat. Perguruan tinggi kesehatan diharapkan mulai mengembangkan pembelajaran kolaboratif yang lebih terstruktur, sementara fasilitas pelayanan kesehatan perlu membangun budaya komunikasi yang terbuka dan profesional antar tenaga kesehatan.

Baca Juga:  Banjir: Surat Cinta dari Allah SWT

Keselamatan pasien tidak dapat dijaga hanya oleh satu profesi. Pelayanan kesehatan yang aman lahir dari komunikasi yang baik, koordinasi yang kuat, dan rasa saling menghargai antar tenaga kesehatan. Karena itu, membangun budaya kolaborasi melalui Interprofessional Education bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan penting dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan masa kini, khususnya di Aceh.[]

Tags: acehkesehatankomunikasiopiniPasienpelayanan publikProfesiPuskesmasRumah Sakit
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?
Opini

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

by Anna Rizatil
April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh
Opini

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

by SAGOE TV
April 26, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan
Opini

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

by Anna Rizatil
April 25, 2026
Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan
Opini

Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

by Anna Rizatil
April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global
Opini

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

by Anna Rizatil
April 17, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

May 6, 2026
Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

May 3, 2026
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Tasyakuran Milad ke-98, PERTI Abdya Ziarahi Makam Para Ulama

Tasyakuran Milad ke-98, PERTI Abdya Ziarahi Makam Para Ulama

May 2, 2026
Mahasiswa USK Jalankan Program Pengelolaan Sampah untuk Mitigasi Banjir di Bireuen

Mahasiswa USK Jalankan Program Pengelolaan Sampah untuk Mitigasi Banjir di Bireuen

May 4, 2026
4 Bakal Calon Rektor UIN Ar-Raniry Resmi Diserahkan ke Menag

4 Bakal Calon Rektor UIN Ar-Raniry Resmi Diserahkan ke Menag

May 4, 2026

EDITOR'S PICK

Gubernur Aceh Surati Presiden Minta Blang Padang Dikembalikan Sebagai Tanah Wakaf Masjid Raya Baiturrahman

Gubernur Aceh Surati Presiden Minta Blang Padang Dikembalikan Sebagai Tanah Wakaf Masjid Raya Baiturrahman

June 27, 2025
Aceh Negerinya Seribu Satu Warung Kopi

Aceh Negerinya Seribu Satu Warung Kopi

November 2, 2025
Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru

Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru

January 22, 2026
gempa

Gempa M6,3 Guncang Simeulue Aceh, 15 Gempa Susulan Tercatat BMKG

November 29, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.