• Tentang Kami
Sunday, June 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

SAGOE TV by SAGOE TV
May 7, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

Ns. Rayhanul Aliefia, S.Kep (tengah). Foto: dok. penulis

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ns. Rayhanul Aliefia, S.Kep

Pelayanan kesehatan sejatinya bukan hanya bergantung pada kemampuan satu profesi semata, melainkan hasil dari kerja sama berbagai tenaga kesehatan yang saling terhubung. Dokter, perawat, apoteker, bidan, ahli gizi, analis laboratorium, hingga tenaga kesehatan lainnya memiliki peran penting dalam memastikan pasien mendapatkan pelayanan yang aman dan berkualitas. Namun, minimnya komunikasi antarprofesi hingga saat ini masih menjadi persoalan serius dalam dunia kesehatan, termasuk di Aceh.

Di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, tantangan koordinasi antar tenaga kesehatan masih sering ditemukan. Tidak sedikit proses pelayanan berjalan secara parsial, di mana masing-masing profesi bekerja dalam ruang lingkupnya sendiri tanpa komunikasi yang optimal. Kondisi ini berpotensi memunculkan kesalahan informasi, keterlambatan tindakan medis, hingga risiko terhadap keselamatan pasien (patient safety).

BACA JUGA

Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

Banda Aceh: Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

Dalam praktik pelayanan sehari-hari, misalnya, masih ditemukan miskomunikasi terkait pemberian obat, keterlambatan penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium, hingga kurangnya koordinasi saat penanganan pasien gawat darurat. Pada situasi tertentu, perbedaan persepsi antar tenaga kesehatan juga dapat memengaruhi kecepatan pengambilan keputusan klinis. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang diterima pasien.

Permasalahan ini menjadi semakin penting di Aceh, terutama mengingat masih adanya keterbatasan sumber daya kesehatan di beberapa daerah. Rumah sakit dan puskesmas di wilayah terpencil sering menghadapi kekurangan tenaga kesehatan, tingginya beban kerja, serta fasilitas yang belum sepenuhnya memadai. Dalam situasi tersebut, kemampuan bekerja secara kolaboratif justru menjadi kebutuhan utama agar pelayanan tetap berjalan efektif.

Contoh nyata dapat dilihat pada pelayanan rujukan pasien dari daerah pedalaman Aceh ke rumah sakit besar di Banda Aceh atau kabupaten lainnya. Tidak jarang pasien datang dalam kondisi sudah memburuk akibat keterlambatan koordinasi antara fasilitas kesehatan pertama dengan rumah sakit rujukan. Ada kasus di mana informasi kondisi pasien tidak tersampaikan secara lengkap, sehingga penanganan awal di IGD menjadi kurang optimal. Situasi seperti ini sering terjadi pada kasus kegawatdaruratan seperti komplikasi persalinan, stroke, hingga pasien trauma akibat kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, di beberapa rumah sakit daerah juga masih ditemukan keluhan antrean panjang pelayanan karena komunikasi antar unit belum berjalan efektif. Misalnya, pasien harus menunggu lama karena hasil laboratorium belum segera diteruskan ke dokter penanggung jawab, atau terjadi miskomunikasi terkait jadwal tindakan medis dan pemberian obat. Walaupun terlihat sederhana, kondisi tersebut dapat memengaruhi kepuasan pasien bahkan memperlambat proses penyembuhan.

Aceh juga pernah menghadapi tantangan besar saat pandemi COVID-19. Pada masa itu, koordinasi antar tenaga kesehatan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pelayanan pasien. Tingginya jumlah pasien, keterbatasan ruang perawatan, serta tekanan kerja yang tinggi sempat memperlihatkan pentingnya komunikasi efektif antarprofesi. Banyak tenaga kesehatan harus bekerja cepat dalam satu tim untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan tepat waktu.

Di sisi lain, budaya hierarki dalam pelayanan kesehatan juga masih menjadi tantangan tersendiri. Di beberapa tempat, komunikasi antarprofesi belum berlangsung secara setara. Padahal, setiap tenaga kesehatan memiliki kontribusi penting sesuai kompetensinya masing-masing. Ketika komunikasi tidak dibangun secara terbuka dan saling menghargai, potensi terjadinya kesalahan pelayanan akan semakin besar.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan Interprofessional Education (IPE) atau pendidikan interprofesional dalam dunia kesehatan. IPE merupakan pendekatan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan untuk belajar bersama, memahami peran masing-masing, serta melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi sejak masa pendidikan.

Melalui IPE, mahasiswa keperawatan, kedokteran, farmasi, kebidanan, dan profesi kesehatan lainnya dibiasakan bekerja dalam satu tim. Pendekatan ini penting agar ketika memasuki dunia kerja, tenaga kesehatan tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga mampu membangun koordinasi yang efektif demi keselamatan pasien.

Di Aceh sendiri, penerapan konsep kolaborasi antarprofesi dalam pendidikan maupun pelayanan kesehatan perlu terus diperkuat. Perguruan tinggi kesehatan diharapkan mulai mengembangkan pembelajaran kolaboratif yang lebih terstruktur, sementara fasilitas pelayanan kesehatan perlu membangun budaya komunikasi yang terbuka dan profesional antar tenaga kesehatan.

Keselamatan pasien tidak dapat dijaga hanya oleh satu profesi. Pelayanan kesehatan yang aman lahir dari komunikasi yang baik, koordinasi yang kuat, dan rasa saling menghargai antar tenaga kesehatan. Karena itu, membangun budaya kolaborasi melalui Interprofessional Education bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan penting dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan masa kini, khususnya di Aceh.[]

Tags: acehkesehatankomunikasiopiniPasienpelayanan publikProfesiPuskesmasRumah Sakit
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya
Opini

Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

by SAGOE TV
June 18, 2026
Banda Aceh Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City
Opini

Banda Aceh: Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

by SAGOE TV
June 17, 2026
Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki
Opini

Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

by SAGOE TV
June 16, 2026
Menata Ekosistem Pengetahuan Seni di Aceh
Opini

Setelah Dilestarikan, Lalu Apa?

by SAGOE TV
June 16, 2026
Musriadi: Hardikda 2025 Momentum Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Karakter Siswa Aceh
Opini

Dek Gam Sang Petarung, PAN Aceh Menuju Tiga Besar 2029

by SAGOE TV
June 15, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Banda Aceh Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

Banda Aceh: Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

June 17, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Ketika Warga Kota Kembali Duduk Bersama SPS Revival dan Ikhtiar Membangun Ruang Perjumpaan di Banda Aceh

Ketika Warga Kota Kembali Duduk Bersama: SPS Revival dan Ikhtiar Membangun Ruang Perjumpaan di Banda Aceh

June 19, 2026
Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

June 18, 2026
Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

June 16, 2026
UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

June 18, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Menata Ekosistem Pengetahuan Seni di Aceh

Setelah Dilestarikan, Lalu Apa?

June 16, 2026

EDITOR'S PICK

Perjuangan Kanzia, Bayi 10 Bulan Melawan Kista Hati

Perjuangan Kanzia, Bayi 10 Bulan Melawan Kista Hati

March 15, 2025
Relasi Pertahanan Semesta (Cosmic Defense) dengan ‘Gerobak Pengetahuan’ Lokal di Nusantara

Apa Keistimewaan Johan Georg Hamann Bagi Isaiah Berlin?

March 20, 2025
Haul Hasan Tiro, Mualem Jadikan Nilai Perjuangan Wali Nanggroe Sebagai Pedoman Bangun Aceh

Haul Hasan Tiro, Mualem: Jadikan Nilai Perjuangan Wali Nanggroe Sebagai Pedoman Bangun Aceh

June 3, 2025
USK Gelar Skate Park Stage Vol. 2, Laboratorium Kreatif Seni Terbuka untuk Publik

USK Gelar Skate Park Stage Vol. 2, Laboratorium Kreatif Seni Terbuka untuk Publik

April 10, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.