• Tentang Kami
Friday, November 6, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

SAGOE TV by SAGOE TV
May 7, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

Ns. Rayhanul Aliefia, S.Kep (tengah). Foto: dok. penulis

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ns. Rayhanul Aliefia, S.Kep

Pelayanan kesehatan sejatinya bukan hanya bergantung pada kemampuan satu profesi semata, melainkan hasil dari kerja sama berbagai tenaga kesehatan yang saling terhubung. Dokter, perawat, apoteker, bidan, ahli gizi, analis laboratorium, hingga tenaga kesehatan lainnya memiliki peran penting dalam memastikan pasien mendapatkan pelayanan yang aman dan berkualitas. Namun, minimnya komunikasi antarprofesi hingga saat ini masih menjadi persoalan serius dalam dunia kesehatan, termasuk di Aceh.

Di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, tantangan koordinasi antar tenaga kesehatan masih sering ditemukan. Tidak sedikit proses pelayanan berjalan secara parsial, di mana masing-masing profesi bekerja dalam ruang lingkupnya sendiri tanpa komunikasi yang optimal. Kondisi ini berpotensi memunculkan kesalahan informasi, keterlambatan tindakan medis, hingga risiko terhadap keselamatan pasien (patient safety).

BACA JUGA

Melihat Indigenous Knowledge: Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Dalam praktik pelayanan sehari-hari, misalnya, masih ditemukan miskomunikasi terkait pemberian obat, keterlambatan penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium, hingga kurangnya koordinasi saat penanganan pasien gawat darurat. Pada situasi tertentu, perbedaan persepsi antar tenaga kesehatan juga dapat memengaruhi kecepatan pengambilan keputusan klinis. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang diterima pasien.

Permasalahan ini menjadi semakin penting di Aceh, terutama mengingat masih adanya keterbatasan sumber daya kesehatan di beberapa daerah. Rumah sakit dan puskesmas di wilayah terpencil sering menghadapi kekurangan tenaga kesehatan, tingginya beban kerja, serta fasilitas yang belum sepenuhnya memadai. Dalam situasi tersebut, kemampuan bekerja secara kolaboratif justru menjadi kebutuhan utama agar pelayanan tetap berjalan efektif.

Contoh nyata dapat dilihat pada pelayanan rujukan pasien dari daerah pedalaman Aceh ke rumah sakit besar di Banda Aceh atau kabupaten lainnya. Tidak jarang pasien datang dalam kondisi sudah memburuk akibat keterlambatan koordinasi antara fasilitas kesehatan pertama dengan rumah sakit rujukan. Ada kasus di mana informasi kondisi pasien tidak tersampaikan secara lengkap, sehingga penanganan awal di IGD menjadi kurang optimal. Situasi seperti ini sering terjadi pada kasus kegawatdaruratan seperti komplikasi persalinan, stroke, hingga pasien trauma akibat kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, di beberapa rumah sakit daerah juga masih ditemukan keluhan antrean panjang pelayanan karena komunikasi antar unit belum berjalan efektif. Misalnya, pasien harus menunggu lama karena hasil laboratorium belum segera diteruskan ke dokter penanggung jawab, atau terjadi miskomunikasi terkait jadwal tindakan medis dan pemberian obat. Walaupun terlihat sederhana, kondisi tersebut dapat memengaruhi kepuasan pasien bahkan memperlambat proses penyembuhan.

Aceh juga pernah menghadapi tantangan besar saat pandemi COVID-19. Pada masa itu, koordinasi antar tenaga kesehatan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pelayanan pasien. Tingginya jumlah pasien, keterbatasan ruang perawatan, serta tekanan kerja yang tinggi sempat memperlihatkan pentingnya komunikasi efektif antarprofesi. Banyak tenaga kesehatan harus bekerja cepat dalam satu tim untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan tepat waktu.

Di sisi lain, budaya hierarki dalam pelayanan kesehatan juga masih menjadi tantangan tersendiri. Di beberapa tempat, komunikasi antarprofesi belum berlangsung secara setara. Padahal, setiap tenaga kesehatan memiliki kontribusi penting sesuai kompetensinya masing-masing. Ketika komunikasi tidak dibangun secara terbuka dan saling menghargai, potensi terjadinya kesalahan pelayanan akan semakin besar.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan Interprofessional Education (IPE) atau pendidikan interprofesional dalam dunia kesehatan. IPE merupakan pendekatan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan untuk belajar bersama, memahami peran masing-masing, serta melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi sejak masa pendidikan.

Melalui IPE, mahasiswa keperawatan, kedokteran, farmasi, kebidanan, dan profesi kesehatan lainnya dibiasakan bekerja dalam satu tim. Pendekatan ini penting agar ketika memasuki dunia kerja, tenaga kesehatan tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga mampu membangun koordinasi yang efektif demi keselamatan pasien.

Di Aceh sendiri, penerapan konsep kolaborasi antarprofesi dalam pendidikan maupun pelayanan kesehatan perlu terus diperkuat. Perguruan tinggi kesehatan diharapkan mulai mengembangkan pembelajaran kolaboratif yang lebih terstruktur, sementara fasilitas pelayanan kesehatan perlu membangun budaya komunikasi yang terbuka dan profesional antar tenaga kesehatan.

Keselamatan pasien tidak dapat dijaga hanya oleh satu profesi. Pelayanan kesehatan yang aman lahir dari komunikasi yang baik, koordinasi yang kuat, dan rasa saling menghargai antar tenaga kesehatan. Karena itu, membangun budaya kolaborasi melalui Interprofessional Education bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan penting dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan masa kini, khususnya di Aceh.[]

Tags: AcehkesehatankomunikasiopiniPasienpelayanan publikProfesiPuskesmasRumah Sakit
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Melihat Indigenous Knowledge Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia
Opini

Melihat Indigenous Knowledge: Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

by SAGOE TV
November 4, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan
Opini

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

by SAGOE TV
November 2, 2026
Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah
Opini

Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah

by SAGOE TV
November 2, 2026
Ari J. Palawi
Opini

Banda Aceh, Kota yang Bisa Dicari Orang untuk Belajar

by SAGOE TV
October 23, 2026
Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam
Opini

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

by SAGOE TV
October 21, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

November 4, 2026
Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

November 3, 2026
Tgk Faisal Ali Anggota Majelis Masyayikh

Tgk Faisal Ali Dikukuhkan Jadi Anggota Majelis Masyayikh

November 3, 2026
Kendaraan Listrik Makin Diminati

Kendaraan Listrik Makin Diminati

October 31, 2026
Melihat Indigenous Knowledge Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

Melihat Indigenous Knowledge: Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

November 4, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

November 2, 2026
Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

November 4, 2026
Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

November 2, 2026
Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

November 5, 2026

EDITOR'S PICK

Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Gubernur Aceh Perintahkan Pengawasan Ketat Bahan Pokok di Tengah Tanggap Darurat Bencana

Gubernur Aceh Perintahkan Pengawasan Ketat Bahan Pokok di Tengah Tanggap Darurat Bencana

December 2, 2025
USK Jalin Kerja Sama dengan Saree School for Human Right and Peace

USK Jalin Kerja Sama dengan Saree School for Human Right and Peace

March 8, 2025
Pemilihan Rektor dan Rasionalitas Palsu di Kampus Kita

Pemilihan Rektor dan Rasionalitas Palsu di Kampus Kita

January 30, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.