BANDA ACEH | SAGOE TV — Universitas Syiah Kuala (USK) mulai memperkuat tata kelola Rumah Sakit Pendidikan (RSP) melalui program “Capacity Building: Hospital Management Training I” yang berlangsung sepanjang Juni 2026. Pelatihan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis (Wakil Rektor 4) USK, Ramzi Adriman.
Pelatihan tersebut menjadi langkah awal penguatan manajemen RSP USK, setelah rektor menetapkan 28 pengelola baru melalui SK Nomor 1310/UN11/KPT/2026. Pelatihan dipandu oleh Nasrul bersama mentor senior Syahrul, dan Taqwallah.
“RSP USK harus berdiri dengan standar dan kualitas terbaik, bukan hanya untuk layanan spesialis, tetapi juga sebagai pusat pendidikan kedokteran dan kesehatan, serta pengembangan Clinical Research Unit,” ujar Syahrul.
Sementara itu, pemandu pelatihan Taqwallah menegaskan tiga tujuan utama yang harus dicapai pengelola baru: pelayanan masyarakat yang memuaskan, terciptanya lapangan kerja dengan atmosfer SND, serta bisnis rumah sakit yang sehat dan menguntungkan bagi kas universitas.
Indikator layanan ramah masyarakat yang ditetapkan mencakup rawat jalan selesai di bawah 2 jam, rawat inap maksimal 1 jam, tindakan IGD di bawah 4 jam, serta hasil laboratorium dan radiologi keluar kurang dari 1 jam.
Selain itu, kenyamanan non-medis diperketat melalui penataan parkir, kebersihan taman, fasilitas toilet, ruang tunggu ber-AC, hingga armada ambulans yang bersih dan nyaman.
Dengan penataan ini, RSP USK diarahkan menjadi rumah sakit pendidikan ramah masyarakat yang cepat, nyaman, dan berkualitas, siap menjawab kebutuhan kesehatan Aceh sekaligus memperkuat status USK sebagai PTN-BH.[]



















