BENER MERIAH | SAGOE TV – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencinta Alam (PA) Leuser Universitas Syiah Kuala (USK) sukses menuntaskan ekspedisi pendakian Gunung Geureudong melalui jalur Desa Gemasih, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, pada 4-8 Juli 2026.
Pendakian selama lima hari empat malam itu bertujuan untuk mengeksplorasi jalur pendakian sekaligus memperkenalkan potensi wisata alam Gunung Geureudong berbasis konservasi kepada masyarakat luas.
Sebanyak enam anggota UKM PA Leuser USK terlibat dalam ekspedisi ini, yakni Lamon (Ketua Tim), M. Rafly (Navigator), Zarul Azham (Sweeper), Iqbal Hakim (Logistik), Teuku Radja Imrad (Dokumentasi), dan Telaga Kombat (Tebaster).
Ketua Umum UKM PA Leuser USK, M. Rafly, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam mengenalkan Gunung Geureudong sebagai destinasi pendakian unggulan di Aceh yang tetap mengedepankan aspek konservasi.
“Potensi Gunung Geureudong sangat besar. Melalui ekspedisi ini, kami memetakan jalur via Desa Gemasih agar bisa diakses oleh pendaki lain, sekaligus mengampanyekan pentingnya menjaga kelestarian alam,” ujar Rafly, Rabu, 15 Juli 2026.
Selama perjalanan, tim melewati berbagai medan menantang, mulai dari hutan tropis hingga kawasan hutan lumut di area puncak. Selain mengasah kemampuan teknis, tim juga melakukan pendataan kondisi lintasan serta mendokumentasikan keanekaragaman bentang alam sebagai referensi bagi para pendaki.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi penuh dari Geuchik Desa Gemasih. Ia berharap pembukaan jalur pendakian melalui desanya dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat setempat melalui sektor wisata.
“Kami menyambut baik inisiatif UKM PA Leuser USK. Jalur via Desa Gemasih menawarkan keindahan yang masih terjaga. Kami mengajak para pendaki untuk mengeksplorasi jalur ini dengan catatan wajib menjaga kebersihan, mematuhi aturan, serta menghormati adat istiadat setempat,” tuturnya.
Melalui ekspedisi ini, UKM PA Leuser USK berharap jalur pendakian Gunung Geureudong via Desa Gemasih semakin dikenal oleh masyarakat. Ke depan, organisasi ini berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam mengembangkan wisata alam berbasis konservasi yang berkelanjutan.




















