ACEH UTARA | SAGOE TV – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama TNI Angkatan Darat (TNI AD) memperkuat sinergi dalam mendukung keamanan dan kelancaran operasi hulu migas dengan menggelar monitoring dan evaluasi (monev) kinerja pembinaan teritorial di Wilayah Kerja Blok B KKKS Pema Global Energi (PGE), Aceh Utara.
Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan; Paban VII/Kermater Sterad, Kolonel Hipni Maulana Farhan; Aster Kasdam Iskandar Muda, Kolonel Riyandi; Relation Manager & Security Medco EP Malaka, Maulidar; External Relation Manager PGE, Willya Retnosari; Kasrem 001 Lilawangsa, Letkol Novi Widyanto; Dandim Aceh Timur, Letkol Fiska Bagus Tri Sunaryanto; Dandim Aceh Utara, Letkol Faisal; serta Danyonif 111/KB, Letkol Arlino Junaiman Zai.
Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung keamanan dan kelancaran kegiatan usaha hulu migas di wilayah kerja Aceh.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan dukungan pembinaan teritorial, tetapi juga mengidentifikasi berbagai capaian, kendala, serta peluang perbaikan guna memastikan program berjalan sesuai sasaran,” ujar Edy dalam siaran pers, Minggu, 26 Juli 2026.
Ia menegaskan, kolaborasi yang erat antara BPMA, TNI AD, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) menjadi fondasi penting dalam menjaga kondusivitas wilayah operasi, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta mendukung keberlanjutan operasi hulu migas sebagai objek vital nasional demi mewujudkan ketahanan energi nasional.
Sementara itu, Paban VII/Kermater Sterad, Kolonel Hipni Maulana Farhan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya TNI AD dan BPMA, atas komitmen dan kerja sama yang telah terbangun dalam mendukung penguatan Binter di wilayah kerja Aceh.
Menurutnya, kegiatan monev tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan perjanjian kerja sama (PKS) antara BPMA dan TNI AD, terutama dalam mendukung program Asta Cita Presiden yang berfokus pada penguatan kemandirian bangsa melalui swasembada energi, pangan, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
“Kegiatan monev ini merupakan momentum penting untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan perjanjian kerja sama (PKS) antara TNI AD dan BPMA, khususnya dalam mendukung program Asta Cita Presiden,” jelasnya.
Kolonel Hipni juga mendorong agar segala hambatan yang dihadapi di lapangan dapat diutarakan secara terbuka dalam forum tersebut guna menemukan jalan keluar terbaik untuk kelancaran tugas ke depan.
External Relation Manager PGE, Willya Retnosari, menilai sinergi antara BPMA, TNI AD, dan PGE merupakan bagian penting dalam menciptakan iklim operasi hulu migas yang aman, kondusif, dan berkelanjutan di wilayah kerja Blok B.
“Melalui kunjungan lapangan dan kegiatan monitoring serta evaluasi ini, seluruh pihak dapat melihat secara langsung kondisi operasional sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung pengamanan objek vital nasional,” ujar Willya.
Ia menambahkan, PGE meyakini kolaborasi yang baik antara regulator, aparat keamanan, dan kontraktor kontrak kerja sama akan semakin meningkatkan keandalan operasi, sehingga kegiatan produksi migas dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional maupun pembangunan ekonomi Aceh.




















