• Tentang Kami
Thursday, June 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Memahami Anatomi Konflik di Singkil

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad by Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Memahami Anatomi Konflik di Singkil
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad
Antropolog UIN Ar-Raniry, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Dalam esai ini, saya tertarik untuk mengupas tentang anatomi konflik di Singkil, secara singkat. Harus diakui bahwa saya sangat minim pengetahuan akan persoalan konflik, terlebih lagi persoalan Singkil. Konon, persoalan Singkil sudah menginternasional dan seolah-olah ada yang salah dalam penanganan kerukunan antar umat beragama di Aceh. Tampaknya manakala membicarakan persoalan sosial-keagamaan di Aceh, seakan-akan tidak ada yang menggembirakan. Terlebih lagi jika menulis sejarah panjang konflik atau kekerasan yang mengatasnamakan keagamaan.

Selanjutnya, masalah lainnya adalah, posisi saya menulis yang cenderung dilematis, sebab jika menelaah terlalu memihak pada satu kelompok atau komunitas, maka akan dicap sebagai yang anti keragaman dalam kehidupan beragaman. Demikian pula, jika saya terlalu membela nasib kelompok non-Muslim, maka saya akan sangat boleh jadi dianggap sebagai sekular atau liberal. Hanya dua kotak inilah, saya akan dimasukkan oleh pembaca, yang ingin cepat-cepat meraba arah dan gaya kepenulisan saya dalam menyajikan konflik di Singkil.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Ini yang disebut dilema seorang penulis. Untaian kata dari penulis berbeda dengan orator. Seorang penulis akan diingat semua tulisannya, sementara orator, kalau pun direkaman, akan diingat suaranya. Kekuatan suara dan tulisan memang sangat berbeda.  Suara akan menggema sejauh mana dapat didengar. Walaupun ada suara yang didengar maupun yang tidak, suara memiliki daya ledak. Sedangkan tulisan berhubungan dengan kekuatan senyap. Dia hanya terletak di perpustakaan, jika dia berbentuk buku atau monograf. Orang harus diam untuk menikmati sebuah tulisan. Karena itu, pengaruh dari suatu tulisa lebih dahsyat, sebab tidak sedikit karya-karya yang mampu memengaruhi suatu peradaban.  Namun ketika suara dan tulisan menyatu, maka dia menjadi peluru peradaban.

Akan tetapi, bagaimana jika kita mulai belajar memahami tentang teks-teks sosial yang tersusun tidak sangat rapi. Ini merupakan suatu akar masalah di dalam memahami fenomena sosial. Persoalan yang muncul di sini adalah siapa yang menulis teks-teks sosial, sehingga tidak mewujudkan situasi hamorni. Saya membayangkan ketidakharmonisan sangat boleh jadi dipicu pola penulis teks sosialnya yang saling berebut di atas secarik kertas. Akibatnya, dishamorni itu menjadi fakta, seolah-olah yang salah adalah penulis, tinta, atau kertasnya sudah rapuh. Untuk itu, memahami orkestra kehidupan umat beragama harus dilihat dari fakta teks-teks sosial yang sudah ditulis dalam lorong waktu yang amat panjang.

Singkil adalah satu fakta penyusunan teks-teks sosial yang rapuh. Punya kekuatan historis, tetapi hilang ke dalam tanah. Punya kekayaan alam yang amat dahsyat, sekarang malah menjadi hamparan Kelapa Sawit. Punya tradisi yang amat kuat, sekarang malah terjadi fragmentasi yang amat dalam. Sekian masalah Singkil, diperparah oleh keinginan penjajah menjadikannya sebagai daerah penyangga (buffer zone) yang memutuskan tali hubungan keislaman dari Aceh hingga ke Tanah Minangkabau. Konsep buffer zone ini adalah memasukkan keyakinan lain dari Eropa ke tengah-tengah masyarakat di kawasan Singkil. Di provinsi tetangga juga telah berkembang pandangan bahwa Singkil juga merupakan suku bangsa dari provinsi yang dimasukkan ke Aceh.

Secara sosiologis dan antropologis, daerah-daerah perbatasan yang memiliki kekuatan sosio-historis, terutama dalam etnisitas dan religi, kerap menjadi ladang konflik. Pattani, secara perasaan lebih  dekat ke kawasan Melayu, namun melalui kekuatan dipaksakan menjadi Siam. Mindanao secara politik dipaksakan tunduk ke Manila, secara historis memiliki ikatan sebagai suatu bangsa, yaitu Bangsa Moro. Namun tidak sedikit juga yang ingin mendapatkan pengakuan terhadap keberadaan etnik tertentu di negara baru, sebagai akibat dari peperangan. Kondisi ini menyiratkan bahwa konflik di beberapa tempat, kerap dipicu oleh alasan persoalan sejarah dan kebudayaan.

Konflik di Singkil memang memiliki latar belakangan persoalan yang amat rumit. Sebab, mereka yang memilih beragama non-Islam, menundukkan spiritual dan otoritas keagamaan ke provinsi tetangga. Sehingga, persoalan yang ingin diselesaikan oleh pemerintah Aceh, cenderung tidak sampai pada akhir persoalan. Sebab, akar masalahnya bukan dari provinsi Aceh. Demikian pula, setiap pemegang otoritas keagamaan yang non-Islam, memiliki jejaring untuk mendirikan rumah ibadah. Sehingga persoalan pendirian rumah ibadah, juga ikut memicu persoalan yang cukup pelik. Persoalan lainnya adalah adanya binatang yang dilarang dipelihara dalam ajaran Islam, menjadi hewan ternak pada komunitas tertentu.

Hal-hal di atas memang ada wilayah-wilayah yang tidak bisa didialogkan. Sebab, ada persoalan teologi dan budaya di situ. Sehingga terkadang persoalan-persoalan yang sulit diselesaikan menjadi api dalam sekam, tinggal menunggu waktu, untuk terbakar pada saat-saat tertentu. Tampaknya perlu ada narasi bagaimana persoalan Singkil dari masa ke masa. Perlu ada penjabaran dari aspek internal yang menyita perhatian kita selama ini. Tentu cara menguraikan akan berbeda dengan mereka yang tidak melihat secara langsung, tidak terkecuali bagi jurnalis. Para penduduk lokal adalah mereka yang mengetahui secara langsung apa yang mereka lihat dan rasakan. Ketika mereka menulis ‘apa adanya’ atau dikenal sebagai things as they are, tentu akan memanaskan kuping beberapa kalangan.

Persoalan keagamaan yang tidak mampu diakomodir dalam sistem sosial-kebudayaan yang ramah dan toleran akan membuat sekian persoalan bagi masyarakat tersebut. Beberapa daerah di Indonesia memiliki toleransi pada hal-hal yang tidak terjadi di Singkil.  Toleransi di dalam kehidupan sehari-hari, pada hakikatnya, terjadi dengan sangat di Singkil. Masyarakat tampaknya dapat hidup saling berdampingan dan sama sekali tidak memiliki persoalan yang cukup signifikan. Sajian tentang persoalan keharmonisan itu terwujud, kendati lebih banyak energi sosial keagamaannya diarahkan pada perjalanan konflik. Dalam beberapa kali perjalanan saya ke Singkil, tampak keharmisan masyarakat sesama masyarakat Singkil. Bahkan, mereka tidak memiliki persoalan dengan tetangga yang berbeda keyakinan. Hanya ketika sampai pada persoalan yang bersifat sosial-teologis, agaknya belum ada satu kesepakatan yang permanen.

Harus diakui bahwa Singkil telah banyak memiliki peran dalam sejarah Islam di Asia Tenggara. Konteks historis ini tentu menjadi spirit tersendiri di dalam menjaga tanah para ‘ulama. Kehadiran masalah tentu tidak dapat dianggap enteng, mengingat masalah sosial teologis memang tidak akan selesai dalam helaan nafas.  Namun begitu, upaya untuk menulis apa yang terjadi di Singkil harus dipandang sebagai pekerjaan akademis yang amat bijak.[]

Tags: acehkonflik singkilumat beragama
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad adalah Antropolog. Berdomisili di Aceh.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Banda Aceh Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

Banda Aceh: Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

June 17, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

June 10, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

June 16, 2026
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman

June 15, 2026
UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

June 18, 2026

EDITOR'S PICK

Bangga! Omid Popalzay Persiraja Dipanggil Timnas Afghanistan untuk FIFA Matchday

Bangga! Omid Popalzay Persiraja Dipanggil Timnas Afghanistan untuk FIFA Matchday

March 11, 2026
Ihwal Ketertarikan Isaiah Berlin Terhadap Karl Marx

Ihwal Ketertarikan Isaiah Berlin Terhadap Karl Marx

March 24, 2025
Dr Sulaiman Tripa

Malam Puasa 2: Rumus Berhentilah Sebelum Kenyang

March 8, 2025
RSUD Aceh Besar Raih Penghargaan Kinerja Memuaskan BUMD & BLUD- Top 100 Choice Award 2024

RSUD Aceh Besar Raih Penghargaan Kinerja Memuaskan BUMD & BLUD- Top 100 Choice Award 2024

January 13, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.