• Tentang Kami
Saturday, November 7, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ketika Banyak Orang Mengeluh, SPS Revival Memilih Membangun

SAGOE TV by SAGOE TV
August 7, 2026
in SENI
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Ketika Banyak Orang Mengeluh, SPS Revival Memilih Membangun
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ari J. Palawi
Praktisi/Akademisi Seni, Aneuk Mukim Kayee Adang, Banda Aceh

Kota yang Terus Bertambah, Ruang Bertemu yang Terus Berkurang
Beberapa bulan terakhir, ruang percakapan di Aceh dipenuhi kegelisahan. Berita tentang penyalahgunaan narkotika, kriminalitas, kekerasan, pelanggaran moral, hingga tekanan ekonomi datang silih berganti. Di Banda Aceh, penertiban pasangan nonmahram, dugaan prostitusi terselubung, vandalisme, pencurian fasilitas publik, dan berbagai persoalan sosial lain memperlihatkan satu kenyataan yang sering luput dari perhatian: membangun kota ternyata jauh lebih mudah daripada memelihara kehidupan di dalamnya.

BACA JUGA

Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

Kita Bangga pada Budaya Aceh–Seberapa Banyak Kita Memahaminya?

Jalan dapat diperlebar, gedung dapat ditinggikan, taman dapat dipercantik. Namun kepercayaan antarmanusia tidak dapat dicor dengan semen. Kebiasaan berdialog tidak tumbuh dari proyek pembangunan. Ruang untuk belajar bersama juga tidak lahir hanya dengan menambah anggaran.

Mungkin itulah yang membuat ruang publik terasa semakin riuh oleh keluhan. Pemerintah dikritik, pemimpin dipersoalkan, kebijakan diperdebatkan. Banyak di antaranya memang layak disuarakan. Kritik adalah bagian penting dari kehidupan demokrasi.

Namun di sela-sela semua itu, ada satu pertanyaan yang terdengar jauh lebih sunyi: siapa yang sedang membangun?

Setiap Sabtu Ada Orang-Orang yang Memilih Datang

Jawaban atas pertanyaan itu tidak lahir dari ruang rapat ataupun podium. Jawaban itu tumbuh setiap Sabtu sore di Skate Park Lamprit.

Tempat itu tidak mengenal daftar tamu. Tidak ada syarat harus menjadi seniman. Tidak ada batas usia, latar pendidikan, ataupun profesi. Mahasiswa duduk berdampingan dengan dosen. Musisi berbincang dengan fotografer. Peneliti bertemu pegiat komunitas. Anak-anak muda berbagi ruang dengan mereka yang telah puluhan tahun mengabdikan hidupnya bagi kebudayaan.

Mereka datang membawa pengalaman yang berbeda, lalu pulang dengan percakapan baru, jejaring baru, dan sering kali gagasan yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan.

Ruang itu bernama SPS Revival

Sebagian orang masih mengenalnya sebagai panggung seni mingguan. Padahal yang sedang tumbuh jauh melampaui sebuah pertunjukan.

SPS—Skate Park Stage—berangkat dari keyakinan bahwa seni bukan sekadar tontonan, melainkan cara manusia membaca kehidupan. Kata Revival dipilih bukan untuk membangkitkan romantisme masa lalu, melainkan menghidupkan kembali kebiasaan yang perlahan menghilang dari kehidupan kota: bertemu tanpa prasangka, belajar tanpa sekat, berkarya tanpa rasa takut, dan berbagi tanpa menunggu menjadi sempurna.

Dari keyakinan itu kemudian lahir empat ruang yang saling menghidupi: ruang bertemu, ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang mewariskan.

Sebuah kegiatan tidak dianggap selesai ketika lampu panggung dipadamkan. Setiap perjumpaan menjadi pengalaman belajar. Setiap karya menjadi bahan refleksi. Seluruh proses didokumentasikan agar dapat digunakan kembali oleh mereka yang datang sesudahnya. Dengan cara itulah SPS Revival perlahan bergerak dari agenda mingguan menuju sebuah ekosistem pengetahuan.

Dari Kas Bersama Menuju Infrastruktur Kepercayaan

Perjalanan yang terus bertumbuh selalu melahirkan kebutuhan baru.

Awalnya sangat sederhana. Ada yang meminjamkan pengeras suara. Ada yang mengangkut peralatan. Ada yang membawa air minum. Ada yang mendokumentasikan kegiatan. Ada yang membantu publikasi. Ada pula yang menyisihkan sebagian rezekinya agar SPS Revival tetap hadir Sabtu berikutnya.

Jumlahnya tidak pernah besar. Namun dari kebiasaan kecil itu tumbuh sesuatu yang nilainya jauh melampaui angka-angka dalam laporan keuangan: kepercayaan.

Setiap pekan kas bersama dikelola secara terbuka. Ada bendahara, buku kas, bukti transaksi, laporan pengeluaran, dan sisa saldo yang dapat diketahui bersama. Tata kelola sederhana itu menjadi pelajaran berharga bahwa keberlanjutan tidak selalu dimulai dari modal besar, melainkan dari disiplin menjaga amanah sekecil apa pun.

Pengalaman itulah yang kemudian melahirkan gagasan pembentukan Komite Dana Abadi Ekosistem Kreatif Aceh (DAEKA).

Dana Abadi tidak dibayangkan sebagai rekening yang terus membesar, melainkan sebagai infrastruktur kepercayaan. Setiap kegiatan diharapkan meninggalkan sesuatu yang dapat diwariskan: manusia yang bertumbuh, karya yang selesai, pengetahuan yang terdokumentasi, jejaring yang semakin luas, dan sumber daya yang membuat langkah berikutnya menjadi lebih ringan.

Kas mencatat uang. Dana Abadi menjaga kepercayaan.

Tiga Pilar untuk Menjaga Perjalanan

Dana Abadi hanyalah satu bagian dari arsitektur yang sedang disusun SPS Revival.

Pilar berikutnya adalah Poliseni, sebuah ekosistem pembelajaran seni yang menempatkan pengalaman sebagai ruang belajar utama. Di dalamnya, proses kreatif tidak berhenti pada latihan atau pementasan, melainkan bergerak hingga pendampingan, kolaborasi, penciptaan karya, dan regenerasi.

Pilar lainnya adalah Darud Dunia, ruang yang menghimpun seluruh dokumentasi perjalanan: arsip, rekaman, naskah, riset, modul pembelajaran, hingga catatan-catatan kecil yang kelak menjadi memori kolektif. Pengetahuan yang tidak didokumentasikan mudah hilang bersama waktu. Darud Dunia dibangun agar pengalaman hari ini tetap dapat dipelajari oleh generasi yang belum lahir.

Ketiga pilar tersebut saling menguatkan.

  • Poliseni melahirkan pembelajar dan karya.
  • Darud Dunia menjaga pengetahuan.
  • Dana Abadi memastikan keduanya memiliki tenaga untuk terus bergerak.

Yang sedang dibangun bukan rangkaian acara, melainkan sebuah siklus yang terus menghidupi dirinya sendiri.

Amanah yang Dipikul Bersama

Sebagai langkah awal, SPS Revival membentuk Komite Dana Abadi Ekosistem Kreatif Aceh yang diketuai Tuanku Muhammad Radiyan Syukrillah Narukaya, M.A., Ketua Pengurus Wilayah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PW MABMI) Nanggroe Atjeh Darussalam. Komite ini juga beranggotakan Cut Masyitah, guru, praktisi seni budaya, sastra, dan teater; Naira Tanzila Naaz, kurator serta pegiat tata kelola seni dan komunikasi publik; Ir. Oni Imelva, S.T., Wakil Ketua Komisaris KKR Aceh, penulis, musisi, dan pegiat seni budaya Aceh; serta Daniel Abda, praktisi radio senior, sebagai tetua komite. Tugas pertama mereka bukan mengejar besarnya dana yang terkumpul, melainkan membangun tata kelola yang sehat, transparan, akuntabel, dan mampu bertahan melampaui siapa pun yang mengelolanya hari ini.

Perjalanan itu juga tidak berdiri sendiri. Selama ini SPS Revival bertumbuh berkat dukungan banyak tangan. D’Blue Studio menjadi salah satu mitra yang secara konsisten membantu keberlangsungan kegiatan. Bersama itu hadir pula kontribusi berbagai komunitas, sanggar, media, lembaga pendidikan, organisasi, dan individu yang menyumbangkan waktu, tenaga, gagasan, fasilitas, publikasi, maupun dukungan finansial sesuai kemampuan masing-masing.

Yang dibangun bukan hubungan antara penyelenggara dan penonton, melainkan rasa memiliki terhadap sebuah ruang bersama.

Lingkar Wali dan Ikhtiar Menjaga Arah

Setiap gerakan membutuhkan orang-orang yang bekerja di lapangan. Namun perjalanan panjang juga memerlukan mereka yang sesekali berdiri sedikit lebih jauh untuk memastikan arah tidak berubah hanya karena langkah terasa melelahkan.

Fungsi itu dijalankan oleh Lingkar Wali SPS Revival.

Lingkar Wali bukan organisasi baru dan bukan pula dewan kehormatan. Kehadirannya merupakan ruang musyawarah yang mempertemukan akademisi, praktisi seni, budayawan, media, komunitas, pelaku industri kreatif, serta berbagai lembaga yang memiliki kepedulian terhadap masa depan kebudayaan Aceh.

Peran mereka tidak berada pada urusan teknis harian. Lingkar Wali menjaga agar setiap langkah kecil tetap terhubung dengan cita-cita yang lebih besar, yakni: membangun ekosistem yang mampu bertahan, berkembang, dan diwariskan.

Dari Meutaloe Menuju Meuseuraya

Dalam beberapa minggu terakhir, SPS Revival juga mengajak masyarakat membaca kembali pengetahuan Endatu melalui tema-tema yang terus berkembang.

Ranup Sigapue membuka percakapan tentang penghormatan dan cara memulai hubungan. Meutaloe mengajak memperbaiki hubungan yang retak. Kini perjalanan itu memasuki Meuseuraya.

Selama ini Meuseuraya sering diterjemahkan sebagai gotong royong. Padahal maknanya jauh lebih dalam. Meuseuraya adalah kesediaan memikul masa depan secara bersama-sama; menyadari bahwa tidak semua persoalan harus menunggu diselesaikan oleh negara, dan tidak semua perubahan lahir dari kebijakan.

Dua puluh satu tahun setelah Perdamaian Aceh, tantangan terbesar bukan lagi menghentikan konflik. Tantangan berikutnya adalah menghidupkan kembali ruang-ruang yang membuat masyarakat terbiasa saling percaya, saling belajar, dan saling membangun.

Mungkin itulah alasan SPS Revival terus hadir setiap Sabtu. Bukan karena seluruh persoalan telah selesai. Melainkan karena masa depan tidak pernah dibangun oleh mereka yang hanya pandai mengeluh. Masa depan selalu bertumbuh dari orang-orang yang bersedia datang, duduk bersama, bekerja bersama, lalu pulang dengan tekad untuk kembali memulai pada Sabtu berikutnya.

Tags: Ari J. PalawiopiniSeniSkate Park StageSPS Revival
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir
SENI

Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

by SAGOE TV
November 5, 2026
Kita Bangga pada Budaya Aceh–Seberapa Banyak Kita Memahaminya
SENI

Kita Bangga pada Budaya Aceh–Seberapa Banyak Kita Memahaminya?

by SAGOE TV
October 28, 2026
Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances
SENI

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

by SAGOE TV
October 11, 2026
Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara
SENI

Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

by SAGOE TV
October 9, 2026
Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda
SENI

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

by SAGOE TV
September 28, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

November 4, 2026
Tgk Faisal Ali Anggota Majelis Masyayikh

Tgk Faisal Ali Dikukuhkan Jadi Anggota Majelis Masyayikh

November 2, 2026
Melihat Indigenous Knowledge Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

Melihat Indigenous Knowledge: Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

November 4, 2026
Kendaraan Listrik Makin Diminati

Kendaraan Listrik Makin Diminati

October 31, 2026
Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

October 31, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

November 2, 2026
Prodi Doktor Pendidikan FKIP USK Gelar Sidang Tertutup Disertasi Pertama

Prodi Doktor Pendidikan FKIP USK Gelar Sidang Tertutup Disertasi Pertama

November 7, 2026
Kepala BPMA Temui Dubes RI di UEA, Bahas Peluang Investasi Migas Aceh

Kepala BPMA Temui Dubes RI di UEA, Bahas Peluang Investasi Migas Aceh

November 6, 2026
Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

November 4, 2026

EDITOR'S PICK

Pemulangan Jemaah Haji Aceh Dimulai, PPIH Harap Semua Kloter Tepat Waktu

Pemulangan Jemaah Haji Aceh Dimulai, PPIH Harap Semua Kloter Tepat Waktu

June 29, 2025
Pj Gubernur Aceh: Penerapan Syariat Islam Sangat Penting Cegah Kriminal dan Asusila

Pj Gubernur Aceh: Penerapan Syariat Islam Sangat Penting Cegah Kriminal dan Asusila

October 4, 2024
Berkenalan dengan Orang Cina

Berkenalan dengan Orang Cina

October 19, 2020
Hidupkan Al-Quran dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Hidupkan Al-Qur’an dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

March 17, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.