• Tentang Kami
Wednesday, August 26, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Makna Rindu, Antara Majnun dan Hamzah Fansuri

SAGOE TV by SAGOE TV
August 26, 2026
in SENI
Reading Time: 3 mins read
A A
0
M. Azril Ihksan

M. Azril Ihksan. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: ​M. Azril Ihksan
Anggota SPS Revival (Komunitas/lembaga/institusi budaya, seni, pendidikan, teknologi multimedia di Aceh)

​Pengantar Kata, Teruntuk Esai ini.

BACA JUGA

SPS Revival: Setelah Lima Belas Volume, Apa yang Harus Berubah?

Ranup Lam Puan: Tradisi yang Terus Bertumbuh

Tulisan ini pada dasarnya ditulis dari buah rasa pengalaman penulis sendiri. Esai ini saya sajikan dalam bentuk perkawinan antara satu pengertian dengan pengertian lain, hingga melahirkan rasa pemahaman yang mungkin terasa indah, segar dan baru. Teurimöng gaséh untuk Lembaga Seni SPS Revival dan Media Sagoe TV  yang telah menjadi wadah terbaik untuk saya menerbitkan esai ini.

“Enjoy this essay, may it leave a beautiful feeling in your heart.”

Siapa Nizami dan Kemana Hamzah Fansuri?

​Nizami Ganjavi menulis karya monumental (ليلی و مجنون  ) – Layli o Majnun. Bercerita di Gurun Najd, di bawah diamnya pasir panas yang dipenuhi dahaga rindu Qais yang mendinginkan aura gurun. Ia pangeran duka dari Bani Amir, Qays al-Mulawwah yang dijuluki Majnun/orang gila.

Sementara di Barus, di tanah Melayu-Aceh dengan dinginnya ombak Samudra Pasai, lahir seorang Syekh Al- Arif bernama Hamzah Fansuri yang nanti berkelana hingga ke Yerusalem. Demi kerinduannya pada kedekatan Ilahi.

Awal Mulanya, Majnun & Fansuri

​Majnun memulai kata-kata merindu dengan mendiami panggung gurun pasir yang tandus. kepedihannya atas perpisahan kekasihnya, Layla dan penolakan hubungan mereka beralasan keputusan sempit keluarga. Asal mula kuatnya kerinduan yang meremukkan jiwanya berasal dari ikatan batin dengan tiga unsur:

“Keindahan Layla, Suara Layla, dan perpisahan dengan Layla.”

​Hamzah Fansuri memulai kata-kata rindunya di Tanah sumatera. Ia mengais kerinduan rohani, memadukan syair puitis dan kedalaman risalah ilahi. Dari sana, Fansuri mendapat rasa mendalam akan hakikat laut ma’rifat dan makna rindu sejati.

​Rumah Layla & Rumah Fansuri

​Rumah Layla kala itu tenggelam di bawah tangan orang tuanya. Nama Majnun menjadi larangan di sana. Majnun merasakan sendiri getaran-getaran kerinduan gila yang merasukinya. Kerasukan rindu itu membawanya ke rumah Layla tanpa beralas kaki pun. Anjing yang mirip dengan mata Layla pun diciumnya diperjalanan. Jiwanya hanya terdiam, terpana, tertuju ke sana.

Hamzah Fansuri, kala itu berada di tepi Samudra Asia, India, & Arabia. Pujangga sufi itu berkelana ke timur & barat dunia.  Pencariannya soal makna cinta & kerinduan ilahi tidak tanggung-tanggung. Dalam perjalanan yang sungguh memakau-pukau itu, ia menemukan rumah cinta & kerinduan yang indah, hakiki, dan manis.

Gesekan Halus Kerinduan

​Majnun meneteskan kalimat sihir kerinduan dengan ratapan jiwa, pada tiap jengkal ingatannya kepada Layla di gurun. Pertemuannya dengan bayang-bayang Layla yang membelah kesadarannya serta kepunahan egonya. Dalam rindunya, ia menutur:

“Akulah Layla, tak ada lagi jarak antara cinta dan yang dicintai.”

Dalam adaptasi dari bahasa Persia ke Arabnya, berbunyi:

أَنَا لَيْلَى، فَمَا عَادَ هُنَاكَ مَسَافَةٌ بَيْنَ العَاشِقِ وَالمَعْشُوقِ.

(Ana Layla, fama ‘ada hunaka masafatun baynal-‘asyiqi wal-ma’syuq).

​Sederhananya:

“Melenyaplah jiwanya pada teringat akan Layla, sebab kerinduan yang sangat merasukinya.”

Temannya yang tak sezaman, Hamzah Fansuri menerjang samudra pengetahuan dengan aura magisnya. Ia dengan bait syairnya tidak setengah-setengah menyelesaikan pencariannya, demi merobek tirai  makna kerinduan yang sebenarnya. Melalui rahasia syairnya, ia berujar lembut tentang makna rindu:

“Hamzah fansuri di dalam makkah,

Mencari tuhan di bait al-ka’bah,

Dari Barus ke Quddus terlalu payah,

Akhirnya dapat di dalam rumah.”

​Sederhananya:

Kerinduan yang sebenarnya terletak pada ikatan hati kepada pencipta, metafora ‘rumah’ yang dimaksudnya ialah hati.

​Antara Hikmah dari Keduanya

​Majnun menghikmahkan kerinduan lewat pergulatan jiwa di dalam ruang batinnya. Ia memilih melenyapkan diri dalam pengingatan kepada Layla di gurun pasir dan terus merindu. Hamzah Fansuri menghikmahkan kerinduan lewat pencarian makna cinta dan rindu ilahi yang sungguh menawan. Antara keduanya, mereka memaknai rindu sebagai sesuatu yang berasal dari separuh jiwa.[]

Referensi Pendukung:

Ganjavi, Nizami. (2020). Layla Majnun (Kisah Cinta Abadi). Tangerang Selatan: Javanica.

Hadi W.M., Abdul. (1995). Hamzah Fansuri: Risalah Tasawuf dan Puisi-Puisinya. Bandung: Mizan.

Tags: Hamzah FansuriLayla MajnunRindu
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

SPS Revival: Setelah Lima Belas Volume, Apa yang Harus Berubah?
SENI

SPS Revival: Setelah Lima Belas Volume, Apa yang Harus Berubah?

by SAGOE TV
August 24, 2026
Ranup Lam Puan Tradisi yang Terus Bertumbuh
SENI

Ranup Lam Puan: Tradisi yang Terus Bertumbuh

by SAGOE TV
August 21, 2026
Makna Juang, Antara Hamlet dan Teuku Umar_Azril Ihksan
SENI

Makna Juang, Antara Hamlet dan Teuku Umar

by SAGOE TV
August 19, 2026
SPS Revival: Ketika Praktik Kreatif Mulai Menemukan Bentuknya
SENI

SPS Revival: Ketika Praktik Kreatif Mulai Menemukan Bentuknya

by SAGOE TV
August 18, 2026
Ketika Banyak Orang Mengeluh, SPS Revival Memilih Membangun
SENI

Ketika Banyak Orang Mengeluh, SPS Revival Memilih Membangun

by SAGOE TV
August 7, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

August 21, 2026
Ranup Lam Puan Tradisi yang Terus Bertumbuh

Ranup Lam Puan: Tradisi yang Terus Bertumbuh

August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

August 20, 2026
Piasan Budaya Barat Selatan Aceh 2026 Berakhir, Pesan untuk Generasi Muda: Kenali Sejarah

Piasan Budaya Barat Selatan Aceh 2026 Berakhir, Pesan untuk Generasi Muda: Kenali Sejarah

August 25, 2026
SPS Revival: Setelah Lima Belas Volume, Apa yang Harus Berubah?

SPS Revival: Setelah Lima Belas Volume, Apa yang Harus Berubah?

August 24, 2026
Dek Din Syamsuddin

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

August 23, 2026
Merawat Kuliner Khas Aceh: Gulai Eungkot Paya

Merawat Kuliner Khas Aceh: Gulai Eungkot Paya

August 25, 2026
Taufik Plt Sekda Aceh

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh, M Nasir Geser ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

August 24, 2026
Sesudah Damai, Apa Lagi Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh_Muhammad Akmal

Sesudah Damai, Apa Lagi? Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh

August 18, 2026

EDITOR'S PICK

BPMA Perkuat Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat di Aceh lewat Forsuma

BPMA Perkuat Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat di Aceh lewat Forsuma

July 31, 2026
Qanun LKS dalam Perspektif Kebijakan Publik Islami

Qanun LKS dalam Perspektif Kebijakan Publik Islami

March 14, 2025
Pameran Foto “After The Wave” Resmi Dibuka, Dokumentasi Sejarah Kebangkitan Aceh

Pameran Foto “After The Wave” Resmi Dibuka, Dokumentasi Sejarah Kebangkitan Aceh

March 15, 2025
Pangdam IM Resmi Tutup Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa di Aceh Tenggara

Pangdam IM Resmi Tutup Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa di Aceh Tenggara

August 21, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.