BANDA ACEH | SAGOE TV – Sebanyak tujuh mahasiswa internasional dari berbagai negara seperti Botswana, Afghanistan, Malawi, Tanzania, dan Kenya mengikuti pendidikan jenjang pascasarjana di Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh. Mereka menekuni beragam bidang keilmuan, mulai dari Pengelolaan Lingkungan, Teknik Sipil, Kecerdasan Buatan (AI), hingga Ilmu Kebencanaan.
Para mahasiswa internasional tersebut turut mengikuti kegiatan Silaturahmi Akademika Pascasarjana (SAPA) USK yang digelar di AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Senin, 31 Agustus 2026.
Kegiatan SAPA dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari. Ia mengatakan, SAPA menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi keluarga besar USK yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang.
“Diharapkan forum ini menjadi jembatan silaturahmi USK untuk membangun kolaborasi akademik, pengabdian masyarakat, kegiatan sosial, seni dan budaya, dan berbagai kegiatan akademik lainnya,” ujar Okta.
Kepala Global Engagement Office (GEO) USK, Prof. Syamsidik, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan jejaring antarmahasiswa, khususnya mahasiswa internasional.
Melalui SAPA, mahasiswa internasional diharapkan semakin mengenal lingkungan akademik dan sosial di USK, sekaligus membangun jejaring lintas budaya serta berkontribusi aktif dalam kehidupan kampus.
“Keberagaman latar belakang dan bidang keilmuan mereka merupakan bagian penting dari semangat internasionalisasi USK,” kata Syamsidik.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara tersebut juga sejalan dengan komitmen USK dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui lingkungan pendidikan yang inklusif bagi mahasiswa dari berbagai belahan dunia.
Bidang keilmuan yang mereka tekuni juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah agenda pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan lingkungan mendukung SDG 13 tentang aksi iklim (Climate Action) dan SDG 15 tentang ekosistem daratan (Life on Land).
Sementara itu, bidang Teknik Sipil dan Kecerdasan Buatan (AI) berkontribusi terhadap SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. Adapun Ilmu Kebencanaan berperan dalam memperkuat ketangguhan masyarakat dan mendukung upaya pengurangan risiko bencana yang selaras dengan agenda pembangunan global.




















