BANDA ACEH | SAGOE TV – Sebuah lagu bisa berawal dari mana saja. Dari cerita yang sederhana, bunyi yang sering terdengar di sekitar kita, pertemuan dengan orang baru, atau keberanian untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan.
Begitu pula sebuah karya. Ia tidak selalu lahir dari panggung besar atau orang-orang yang sudah dikenal. Banyak gagasan tumbuh ketika orang bertemu, saling mendengar, mencoba, dan memberi kesempatan bagi ide untuk berkembang.
Semangat itulah yang menjadi bagian dari perjalanan SPS Revival melalui SPS Inclusive Stage Volume 17 “Bijèh” yang berlangsung di Arena Skate Gelanggang Darussalam, Banda Aceh, Rabu, 2 September 2026.
Mengusung tema “Benih hari ini, buah masa depan”, SPS Volume 17 menghadirkan perjumpaan melalui musik dan kreativitas yang terbuka bagi komunitas, mahasiswa, seniman, anak muda, pendidik, dan masyarakat umum.
Sebelum pelaksanaan Volume 17, SPS Revival terlebih dahulu menghadirkan SPS Talk #1 dengan tema “Membaca Seni di Ruang Publik: Kritik, Apresiasi, dan Praktik Kebudayaan.”
Forum percakapan ini menjadi langkah awal untuk memperluas cara melihat seni. Bersama Cut Masyitah, S.Pd., Deddy Mulia, S.Sn., dan Ratu Silvara, peserta diajak membahas bagaimana sebuah karya lahir, bagaimana seni dipahami oleh masyarakat, serta bagaimana generasi muda dapat mengambil peran dalam perkembangan seni hari ini.
Percakapan tersebut menjadi pengantar penting bahwa seni tidak hanya hadir dalam bentuk pertunjukan, tetapi juga melalui gagasan, latihan, pertemuan, dan keterlibatan banyak orang.
Semangat itu kemudian berlanjut melalui SPS Inclusive Stage Volume 17 “Bijèh” dengan menghadirkan “Gerak, Lantunan & Paparan” bersama Ka’ Ibut, Ka’ Anyi, dan Ka’ Ami dari Peduli Musik Anak Bogor.
https://www.tiktok.com/@sps.revival/photo/7680637049543707924?q=sps%20revival&t=1788326668394
Melalui musik, peserta diajak bergerak, mendengar, mencoba, dan bermain bersama. Musik tidak hanya ditempatkan sebagai sesuatu yang dinikmati dari luar, tetapi sebagai aktivitas yang dapat dilakukan oleh siapa saja.
Selama 17 tahun, Peduli Musik Anak mengembangkan musik sebagai cara belajar dan bermain bersama anak, keluarga, dan komunitas. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa musik dapat menjadi bagian dari pertumbuhan, komunikasi, dan kreativitas setiap orang.
Perjalanan kreatif tersebut berlanjut melalui SPS Learning Lab — Musik: Ikhtiyār :“Dari Gagasan, Menjadi Lagu” pada Kamis, 3 September 2026 di Pendopoe Kampus Kreatif Inong Balee.
Ikhtiyār membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dekat bagaimana sebuah gagasan dapat tumbuh menjadi karya musik.
Peserta tidak harus sudah menjadi musisi. Tidak harus memiliki karya yang siap ditampilkan. Yang dibutuhkan adalah rasa ingin tahu, cerita, dan kemauan untuk mencoba.
Bersama Ka’ Ibut, Ka’ Anyi, dan Ka’ Ami, peserta akan mengeksplorasi bunyi, bertukar cerita, dan melihat bagaimana sebuah lagu dapat lahir dari pengalaman, lingkungan, permainan, serta kekayaan cerita di sekitar kita.
Kegiatan ini terbuka bagi musisi, calon musisi, mahasiswa, pelajar, pendidik, seniman, kreator, pegiat komunitas, maupun siapa saja yang tertarik belajar musik dan proses penciptaan.
Peserta dapat membawa alat musik yang dimiliki, membawa gagasan, atau cukup datang dengan rasa ingin tahu.
Salah satu kemungkinan yang akan dikembangkan melalui kegiatan ini adalah eksplorasi karya musik berbasis cerita dan tradisi Nusantara, termasuk gagasan pengembangan lagu anak.
Pemilihan Arena Skate Gelanggang Darussalam sebagai lokasi SPS juga menggambarkan karakter gerakan ini: membawa seni lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Di ruang publik, orang-orang dari latar yang berbeda dapat bertemu tanpa harus memiliki pengalaman yang sama. Komunitas skate, mahasiswa, seniman, anak muda, dan masyarakat umum dapat hadir dalam satu perjumpaan yang terbuka.
SPS percaya bahwa seni akan terus hidup ketika semakin banyak orang merasa memiliki kesempatan untuk ikut terlibat.
Karena itu, SPS Inclusive Stage Volume 17 “Bijèh” bukan hanya ajakan untuk datang menyaksikan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal, mencoba, dan menjadi bagian dari perjalanan kreatif bersama.
Agenda:
SPS Inclusive Stage Volume 17 “Bijèh”
Gerak, Lantunan & Paparan bersama:Ka’ Ibut • Ka’ Anyi • Ka’ Ami (Peduli Musik Anak — Bogor)
Rabu, 2 September 2026
16.30–18.15 WIB
Arena Skate Gelanggang Darussalam, Banda Aceh
SPS Learning Lab — Musik
Ikhtiyār :Dari Gagasan, Menjadi Lagu
Kamis, 3 September 2026
09.00 WIB — selesai
Pendopoe Kampus Kreatif Inong Balee
Terbuka untuk:
musisi, pelajar, mahasiswa, pendidik, seniman, kreator, komunitas, dan siapa saja yang ingin belajar serta bereksplorasi bersama.
Persiapan:
– Membawa alat musik (jika ada)
– Membawa cerita atau gagasan yang ingin dikembangkan
Catatan:
– Konsumsi peserta menjadi tanggung jawab masing-masing.
– Peserta mendapatkan e-sertifikat apresiasi.
– Informasi dan pendaftaran: WhatsApp Komposer : 0852 1365 8908
Sekretariat Bersama (Meunasah) SPS Revival




















