• Tentang Kami
Friday, November 6, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Musywil ICMI Aceh VIII, Dr Taqwaddin: Cendekiawan Harus Santun dan Bekerja untuk Aceh Mulia

SAGOE TV by SAGOE TV
September 12, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Musywil ICMI Aceh VIII, Dr Taqwaddin Cendekiawan Harus Santun dan Bekerja untuk Aceh Mulia

Ketua Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (MPW ICMI) Aceh, Dr Taqwaddin, menyampaikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) VIII ICMI Aceh, Sabtu, 12 September 2026. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | SAGOE TV — Ketua Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (MPW ICMI) Aceh, Dr Taqwaddin, mengajak para cendekiawan Muslim Aceh tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga menghadirkan kesantunan, keteladanan dan kerja nyata untuk membangun kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Taqwaddin dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) VIII ICMI Aceh di Hotel Azana Oasis Banda Aceh, Sabtu, 12 September 2026.

BACA JUGA

Resmikan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry, Wamenag Dorong Beasiswa Dokter bagi Putra Daerah

Wagub Aceh dan Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie

“Cendekiawan adalah orang-orang cerdas yang santun,” kata Taqwaddin.

Menurutnya, kecendekiawanan tidak cukup diukur dari gelar akademik maupun kemampuan berbicara. Seorang cendekiawan harus mampu mengubah ilmu dan gagasannya menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Karena itu, ia berharap para cendekiawan Muslim Aceh ikut bekerja membantu mewujudkan Aceh yang mulia sekaligus membangun kesejahteraan masyarakat.

Aceh dan Belanda

Dalam sambutannya, Taqwaddin juga mengangkat sejarah panjang Aceh dalam hubungan internasional.

Ia mengingatkan bahwa Kesultanan Aceh merupakan kekuatan politik penting di kawasan Asia Tenggara sejak berabad-abad lalu. Pada abad ke-17, Aceh berkembang sebagai pusat perdagangan sekaligus pusat intelektual Islam di Asia Tenggara. UNESCO juga mencatat Hikayat Aceh sebagai sumber penting mengenai kehidupan Kesultanan Aceh pada abad ke-17.

Taqwaddin menyampaikan bahwa Kerajaan Aceh lebih tua daripada Kerajaan Belanda. Ia juga menyebut Aceh sebagai kerajaan pertama yang mengakui kemerdekaan Belanda pada 1603.

Pernyataan mengenai pengakuan Aceh terhadap Belanda tersebut memang terdapat dalam sejumlah tulisan sejarah populer dan kajian yang membahas hubungan awal Aceh-Belanda.

“Kerajaan Aceh lebih tua dari Kerajaan Belanda. Aceh adalah kerajaan pertama yang mengakui kemerdekaan Belanda pada 1603,” ujar Taqwaddin.

Ia juga menceritakan bahwa pernah ada seorang profesor berkebangsaan Belanda yang menyampaikan permintaan maaf melalui Ketua ICMI Aceh terkait sejarah penjajahan Belanda terhadap Aceh.

“Ada seorang profesor berkebangsaan Belanda meminta maaf melalui Ketua ICMI Aceh. Beliau mengatakan, seharusnya Belanda tidak menjajah Aceh,” ungkapnya.

Taqwaddin mengatakan sejarah tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi generasi sekarang. Kejayaan dan kedaulatan Aceh pada masa lalu harus menjadi energi untuk membangun Aceh masa kini, bukan sekadar nostalgia.

Sejarah juga mencatat bahwa hubungan Aceh dan Belanda kemudian berubah menjadi konflik panjang. Perang Aceh melawan Belanda berlangsung sejak 1873 dan menjadi salah satu perang kolonial terpanjang dan paling berat yang dihadapi Belanda di Nusantara.

Dari sejarah tersebut, Taqwaddin kemudian membawa peserta Musywil kepada persoalan Aceh hari ini, khususnya ketahanan pangan.

Ia mengingatkan bahwa pada masa lalu, salah satu simbol kemuliaan dan kesejahteraan keluarga Aceh adalah keberadaan lumbung padi di rumah.

“Dulu salah satu simbol kemuliaan dan kesejahteraan adalah lumbung padi di rumah,” katanya.

Menurutnya, lumbung padi menggambarkan sebuah keluarga yang memiliki persediaan pangan dan tidak mudah bergantung kepada pihak lain.

Karena itu, ketahanan pangan menjadi salah satu agenda penting yang perlu diperjuangkan ICMI Aceh.

Ketahanan pangan, kata Taqwaddin, bukan sekadar persoalan pertanian. Di dalamnya terdapat persoalan kemandirian, ekonomi masyarakat, kesejahteraan dan martabat sebuah daerah.

Para cendekiawan, lanjutnya, harus mampu membaca persoalan tersebut dan menawarkan solusi yang dapat dilaksanakan.

“Cendekiawan Muslim Aceh diharap bekerja untuk membantu terwujudnya Aceh mulia dan membangun kesejahteraan masyarakat Aceh,” katanya.

Kepemimpinan ICMI

Taqwaddin juga menjelaskan bahwa kepemimpinan dalam ICMI memiliki karakter berbeda dengan kepemimpinan kepala daerah.

Menurutnya, kepala daerah memiliki otoritas pemerintahan, sedangkan ICMI merupakan organisasi kemasyarakatan dengan peran, fungsi dan otoritas kelembagaan yang berbeda.

“Kepemimpinan di ICMI berbeda dengan kepala daerah, baik otoritas, peran maupun fungsi kelembagaannya,” ujarnya.

Ia mengatakan kepemimpinan dalam organisasi cendekiawan lebih banyak bertumpu pada gagasan, keteladanan, kemampuan membangun komunikasi dan kerja bersama.

Dalam konteks itu, Taqwaddin juga mengungkapkan perjalanan kepemimpinan ICMI Aceh pada periode sebelumnya.

Ia menyebutkan bahwa dalam dinamika organisasi yang berkembang ketika itu, ICMI Aceh sempat berada dalam kondisi yang membuat roda organisasi seperti kehilangan napas.

“ICMI Aceh dalam periode lalu pernah sempat seperti kehilangan napas karena kondisi yang berkembang saat itu,” ujarnya.

Atas kesepakatan Dewan Penasihat, Dewan Pakar dan Pengurus Harian, kemudian disepakati penunjukan dirinya sebagai Ketua MPW ICMI Aceh melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Penunjukan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan roda organisasi.

Kini, dalam Musywil VIII, Taqwaddin menyatakan dirinya mencalonkan kembali untuk dipilih sebagai Ketua MPW ICMI Aceh.

“Untuk kelangsungan roda kepemimpinan organisasi, saya mencalonkan diri untuk dipilih dalam Muswil ini,” katanya.

Menurut Taqwaddin, proses pemilihan dalam Musywil merupakan bagian dari mekanisme organisasi. Karena itu, seluruh proses diharapkan berlangsung dalam suasana persaudaraan, santun dan mengutamakan kepentingan ICMI serta kemajuan Aceh.

Musywil VIII ICMI Aceh diharapkan menjadi momentum konsolidasi para cendekiawan Muslim untuk merumuskan agenda organisasi ke depan, terutama dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat, ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, ICMI tidak hanya hadir sebagai rumah bagi kaum intelektual Muslim, tetapi juga sebagai kekuatan gagasan yang ikut bekerja menghadirkan perubahan nyata bagi Aceh.

Tags: AcehCendekiawanICMIICMI AcehMusywil
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Resmikan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry, Wamenag Dorong Beasiswa Dokter bagi Putra Daerah
News

Resmikan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry, Wamenag Dorong Beasiswa Dokter bagi Putra Daerah

by SAGOE TV
November 5, 2026
Wagub Aceh dan Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie, Dengarkan Aspirasi Keluarga
News

Wagub Aceh dan Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie

by SAGOE TV
November 5, 2026
Yusril Terima Gelar Doktor Kehormatan dari UIN Ar-Raniry, Wagub Aceh Singgung Revisi UUPA
News

Yusril Terima Gelar Doktor Kehormatan dari UIN Ar-Raniry, Wagub Aceh Singgung Revisi UUPA

by SAGOE TV
November 5, 2026
Mualem-Dek Fadh Minta Pusat Tuntaskan Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Blang Padang
News

Warga Meninggal dalam Insiden di Tiro Pidie, Ini Respons Mualem-Dek Fadh

by SAGOE TV
November 5, 2026
Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas
News

Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

by SAGOE TV
November 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

November 4, 2026
Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

November 3, 2026
Tgk Faisal Ali Anggota Majelis Masyayikh

Tgk Faisal Ali Dikukuhkan Jadi Anggota Majelis Masyayikh

November 3, 2026
Kendaraan Listrik Makin Diminati

Kendaraan Listrik Makin Diminati

October 31, 2026
Melihat Indigenous Knowledge Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

Melihat Indigenous Knowledge: Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

November 4, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

November 2, 2026
Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

November 4, 2026
Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

November 2, 2026
Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

November 5, 2026

EDITOR'S PICK

Gubernur Aceh Dukung Swasembada Pangan Presiden Prabowo

Mualem Surati Presiden Prabowo soal Gas Blok Andaman, Ini 4 Poin Usulan untuk Aceh

July 6, 2026
Jika Setan Bertanya: Ustaz Muhammad Ivan Hidayat Kupas Tantangan Akidah di Era Modern

Jika Setan Bertanya, Ustaz Muhammad Ivan Hidayat Kupas Tantangan Akidah di Era Modern

March 6, 2025
Inovasi ASN Aceh Hendra Saputra Raih Sertifikat HAKI atas Alat VIB-H Berbasis AI

Inovasi ASN Aceh Hendra Saputra Raih Sertifikat HAKI atas Alat VIB-H Berbasis AI

November 1, 2025
Gol Tunggal Andik Vermansah Bawa Persiraja Menang atas Sriwijaya FC

Gol Tunggal Andik Vermansah Bawa Persiraja Menang atas Sriwijaya FC

February 8, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.