BANDA ACEH | SAGOE TV – Sebanyak 46 siswa SMKN 3 Banda Aceh mendapat pelatihan dari dosen Universitas Syiah Kuala (USK) untuk memproduksi ecoprint dengan memanfaatkan daun dan bunga yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Kegiatan ini mengajarkan siswa mengolah bahan alami menjadi motif tekstil yang unik sekaligus membuka peluang pengembangan produk kreatif.
Pelatihan digelar tim dosen USK pada Sabtu, 19 September 2026. Para siswa tidak hanya mendapat penjelasan, tetapi juga mempraktikkan langsung setiap tahapan pembuatan ecoprint. Mulai dari merancang motif, menata bahan alami, membungkus kain, hingga memprosesnya menggunakan teknik steam, seluruh tahapan dilakukan secara langsung oleh para siswa.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut dirancang sebagai penerapan teknologi tepat guna yang menggabungkan keterampilan tekstil, kepedulian terhadap lingkungan, dan peluang usaha.
Ketua tim pengabdian, Dr. Novita, mengatakan pelatihan menggunakan teknik steam dengan memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar.
Menurutnya, metode tersebut relatif mudah dipelajari sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas.
“Ecoprint merupakan teknik pewarnaan dan pencetakan motif pada kain dengan memanfaatkan bahan alami. Tekniknya relatif sederhana, tetapi mampu menghasilkan motif yang unik dan memiliki karakter tersendiri,” kata Novita dalam keterangannya, Kamis, 24 September 2026.
Dalam pelatihan tersebut, siswa tidak hanya menjadi peserta yang menyaksikan demonstrasi. Mereka berperan sebagai perancang sekaligus pembuat produk.

Para siswa bebas memadukan bentuk, ukuran, arah, dan jarak antardaun sesuai gagasan masing-masing. Proses itu melatih ketelitian, kepekaan visual, kesabaran, serta kemampuan mengambil keputusan dalam menentukan desain.
Berpotensi Menjadi Produk Kreatif
Novita menjelaskan, ecoprint dapat dikembangkan tanpa membutuhkan modal awal yang besar karena bahan untuk membuat motif dapat diperoleh dari lingkungan sekitar.
Dengan pemilihan bahan, komposisi, dan pengolahan yang tepat, sumber daya sederhana tersebut dapat diubah menjadi kain bernilai jual.
Produk ecoprint selanjutnya dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif, seperti busana, tas, syal, aksesori, hingga produk dekoratif.
Pelatihan ini dilaksanakan oleh Dr. Novita, Dr. Amalia, Dr. Muhammad Bahi, dan Dr. Ira Devi Sara.
Enam mahasiswa Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) FKIP USK turut mendampingi para siswa selama praktik. Pendampingan terutama dilakukan pada tahap penataan bahan, penggulungan dan pembungkusan kain, serta membuka hasil ecoprint setelah proses pengukusan.
Perkuat Keterampilan Siswa
Ketua Jurusan Tata Busana SMKN 3 Banda Aceh, Indira Qadriah, S.Pd., menilai kegiatan tersebut memperkaya kompetensi siswa karena memadukan keterampilan desain, pengolahan bahan tekstil, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, pengalaman praktik secara langsung membantu siswa memahami bahwa inovasi busana dapat dikembangkan dari sumber daya sederhana yang tersedia di sekitar sekolah.
Kepala SMKN 3 Banda Aceh, Nurleila, M.Pd., juga menyambut baik penerapan teknologi tepat guna tersebut.
Menurut Nurleila, pelatihan ini memperluas wawasan siswa tentang pemanfaatan tumbuhan di sekitar sekolah sebagai sumber motif dan warna pada tekstil. Kegiatan itu juga menunjukkan bahwa kreativitas dapat meningkatkan nilai ekonomi suatu bahan.
Bagi para siswa, pengalaman tersebut tidak berhenti pada keterampilan membuat motif. Mereka juga belajar melihat lingkungan sebagai sumber inspirasi, memahami proses produksi dari bahan hingga menjadi produk, serta mengenali peluang mengembangkan karya ramah lingkungan menjadi usaha kreatif.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, keterampilan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi portofolio produk yang memiliki identitas lokal sekaligus daya saing.
Baca juga: Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia




















