BANDA ACEH | SAGOE TV – Putra Aceh, Prof. Muhammad Siddiq Armia, resmi dilantik sebagai Deputi Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia di Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), Senin (26/10/2026). Guru besar hukum tata negara Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh itu mendapat amanah untuk memperkuat koordinasi kebijakan dan mendorong penyelesaian persoalan HAM lintas sektor.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi madya tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, di Aula Kemenko Kumham Imipas, lantai 37 Trinity Tower, Jakarta.
Selain Muhammad Siddiq Armia, Yusril melantik R. Natanegara Kartika Purnama sebagai Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Transformasi Digital. Acara itu dihadiri jajaran staf ahli dan staf khusus menteri, pimpinan tinggi madya dan pratama, pejabat manajerial dan nonmanajerial, serta pegawai di lingkungan Kemenko Kumham Imipas.
Dalam sambutannya, Yusril menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan objektif melalui proses seleksi terbuka yang berlandaskan sistem merit.
“Keberhasilan dalam mengikuti proses seleksi bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru, pelantikan ini merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kepercayaan yang diberikan harus dibuktikan melalui pelaksanaan tugas yang berkualitas, pengambilan keputusan yang tepat, serta pencapaian hasil kerja yang nyata dan terukur,” tegas Yusril.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan kementerian koordinator tidak cukup diukur dari jumlah rapat, dokumen, atau rekomendasi yang dihasilkan. Menurutnya, keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan menyelesaikan persoalan lintas sektor, memperkuat sinergi antarkementerian dan lembaga, serta memastikan rekomendasi kebijakan ditindaklanjuti secara nyata.
Yusril meminta seluruh jajaran menetapkan sasaran yang jelas, menyusun indikator keberhasilan yang terukur, serta menerapkan mekanisme pemantauan dan evaluasi yang efektif. Setiap persoalan, lanjutnya, perlu disertai alternatif penyelesaian yang komprehensif dan rekomendasi yang dapat dilaksanakan.
Perkuat Koordinasi Kebijakan HAM
Secara khusus, Yusril mengamanatkan Deputi Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia untuk memperkuat koordinasi kebijakan HAM, membangun sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, serta mendorong penyelesaian persoalan HAM yang membutuhkan penanganan lintas sektor.
Pendekatan berbasis bukti, komunikasi konstruktif, dan mekanisme tindak lanjut yang terukur dinilai penting untuk memastikan penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM berjalan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Transformasi Digital diharapkan memberikan rekomendasi strategis terkait pengembangan kompetensi aparatur, penguatan budaya kerja, penerapan sistem merit, serta transformasi digital di lingkungan kementerian.
Yusril menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus mampu menyederhanakan proses bisnis, meningkatkan efektivitas koordinasi, mempercepat pertukaran informasi, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Upaya tersebut tetap harus memperhatikan keamanan informasi dan perlindungan data.
“Untuk pejabat yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi internal, memahami prioritas kementerian, serta menyusun langkah strategis sesuai bidang tugas masing-masing. Rencana kerja yang jelas, target terukur, dan evaluasi berkala diperlukan agar pelaksanaan tugas dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan hasil yang optimal,” kata Yusril.
Muhammad Siddiq Armia, Guru Besar UIN Ar-Raniry dan Cucu Ulama Aceh
Muhammad Siddiq Armia merupakan guru besar hukum tata negara UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Ia juga merupakan cucu ulama kharismatik Aceh, Abu Teupin Raya, pendiri Dayah Darussaadah Teupin Raya di Kabupaten Pidie.
Kiprahnya di bidang akademik mendapat pengakuan internasional. Siddiq tercatat masuk dalam daftar Top 2% Scientists Worldwide versi Stanford University dan Elsevier pada 2025 dan 2026.
Pada 2026, ia menempati peringkat pertama di kalangan akademisi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) se-Indonesia dalam pemeringkatan tersebut.
Selain berkarier di dunia akademik, Siddiq merupakan alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-67 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).




















