• Tentang Kami
Saturday, May 2, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pengkhianatan Kaum Intelektual

Rahmat Fahlevi by Rahmat Fahlevi
August 14, 2022
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pengkhianatan Kaum Intelektual
Share on FacebookShare on Twitter

Diametral antara kaum intelektual dan kekuasaan selalu menghiasi peradaban. Mulai dari era Yunani kuno hingga kontemporer.

Mulai dari Socrates, Ghazali, Galileo, Rene descartes, Alfred dreyrus, Eugene debs, John rawls, Thorstein veblen, Michel foucault, Bertrand russel hingga Noam chomsky.

BACA JUGA

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

Semua mereka di scapegoat oleh kekuasaan dengan idiom intelektual pembangkang atau bahkan lebih peyoratif dikenal sebagi intelektual radikal dan anarko yang disebut tidak mempunyai integritas dalam berintelektual.

Kekuasaan yang notabene lebih well qualified sering melakukan biner terhadap para pengkritik dan akademisi.

Ada sejenis gejala baru dalam perpolitikan kontemporer khususnya di Indonesia yang penulis sebut sebagai proses domestifikasi oposisi demi mempertahankan reputasi dan gaya baru dalam memerintah dengan dalil persatuan dan kesatuan.

Teriakan demokrasi kita bersifat opportunistik, yang hanya stagnan pada buih verbal namun tidak memiliki substansi secara faktual.

Kaum intelektual hingga civil society merupakan elemen terpenting bagi keberlangsungan demokrasi, mereka menjadi think tank ketika para pemangku kekuasaan melakukan tindakan abuse of power.

Ketika kaum intelektual berselingkuh dengan kekuasaan dengan dalil persatuan dan mendukung program pemerintah, ini merupakan trater politik yang bermuatan interest tingkat tinggi.

Terjadi proses transaksi kepentingan di panggung teater politik agar dapur mereka tetap mengepul.

Bencana terbesar yang memusnahkan peradaban bukanlah bencana alam. Akan tetapi tsunami kebodohan karena adanya perselingkungan intelektual dan kekuasaan menciptakan keadaan yang dalam adagium Habermas disebut sebagai mekanisir kehidupan “System colonising the life world” adanya legitimasi terhadap birahi politik kekuasaan dengan teori dan fatwa para intelektual menciptakan jurang menganga penjajahan secara legal.

Baca Juga:  Publik dalam Bayang Militerisme Urban

Banyak penjajahan di dunia ini terjadi karena adanya restu kaum intelektual.

Invasi Irak, Neoliberalisme ala new right, deindustrialisasi terhadap India, subordinasi kaum kulit hitam dan proses perbudakan yang di praktikkan langsung oleh intelektual ternama John locke.

Renaisans terjadi karena adanya kebangkitan kaum intelektual, mereka adalah suluh bagi kegelapan pengetahuan sebab perselingkuhan kaum intelektual dan kekuasaan.

Jika proliferasi pengkhianatan intelektual terjadi secara berkelanjutan maka dunia akan memasuki dark era untuk kesekian kalinya.

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Rahmat Fahlevi

Rahmat Fahlevi

Rahmat Fahlevi Mahasiswa Ilmu Politik Fisip Universitas Syiah Kuala”

Related Posts

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?
Opini

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

by Anna Rizatil
April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh
Opini

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

by SAGOE TV
April 26, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan
Opini

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

by Anna Rizatil
April 25, 2026
Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan
Opini

Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

by Anna Rizatil
April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global
Opini

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

by Anna Rizatil
April 17, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry Harus Jadi Kekuatan Strategis

Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry: Harus Jadi Kekuatan Strategis

April 26, 2026

EDITOR'S PICK

Kepala Staf TNI AU Beri Penghargaan kepada Prajurit Lanud Sultan Iskandar Muda

Kepala Staf TNI AU Beri Penghargaan kepada Prajurit Lanud Sultan Iskandar Muda

April 9, 2025
Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2025: Kloter Pertama Tiba 28 Juni di Bandara SIM

Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2025: Kloter Pertama Tiba 28 Juni di Bandara SIM

June 27, 2025
Subchan, Siswa Madrasah Asal Aceh Besar Melaju ke KSM Tingkat Nasional

Subchan, Siswa Madrasah Asal Aceh Besar Melaju ke KSM Tingkat Nasional

February 8, 2026
Hasil Sidang Isbat 1 Zulhijah 1446 H Jatuh pada 28 Mei, Iduladha 6 Juni 2025

Hasil Sidang Isbat: 1 Zulhijah 1446 H Jatuh pada 28 Mei, Iduladha 6 Juni 2025

May 27, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.