• Tentang Kami
Thursday, September 17, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kebijaksanaan dalam Menyikapi Perbedaan Pendapat dalam Islam

SAGOE TV by SAGOE TV
March 8, 2025
in News
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Kebijaksanaan dalam Menyikapi Perbedaan Pendapat dalam Islam
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH  – Perbedaan pendapat di tengah umat Islam adalah sebuah rahmat, bukan hal yang harus dipertentangkan. “Allah menciptakan manusia dengan akal dan perasaan yang berbeda, sehingga perbedaan dalam memahami ajaran agama adalah sesuatu yang wajar,” jelas Dr. Tgk. H. M. Jamil Ibrahim, S.H., M.H., M.M., dalam mengisi Ceramah dan Kajian Halaqah Magrib di Masjid Raya Baiturrahman, Selasa (28/1).

Menurut Dr Tgk H M Jamil, keberadaan mazhab dalam Islam memiliki peran penting sebagai pedoman bagi umat dalam menjalankan ibadah. “Mazhab tidak hadir untuk memecah belah, tetapi untuk memberikan kemudahan dalam memahami ajaran agama sesuai dengan konteks dan kebutuhan masing-masing,” lanjutnya.

Beliau juga memamparkan bahwa praktik lokal seperti samadiah dan pengiriman pahala kepada orang yang telah meninggal. Ia menjelaskan bahwa praktik tersebut memiliki dasar dalam Mazhab Syafi’i dan juga didukung oleh sebagian ulama dari mazhab lainnya. “Hal ini menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat diamalkan selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam,” jelas Imum Chik Masjid Al Makmur Oman Lampriet, Kuta Alam Banda Aceh.

BACA JUGA

UIN Ar-Raniry Gandeng Kampus Malaysia, Buka Peluang Riset Bersama hingga Pertukaran Mahasiswa

Wisatawan Malaysia Hilang saat Diving di Sabang, Tim SAR Perluas Pencarian hingga 10 NM

Imum Chik Masjid Al Makmur ini juga menjelaskan di tengah masyarakat, perbedaan dalam memahami ajaran Islam sering kali menjadi perbincangan hangat. Mengapa umat Islam memiliki banyak mazhab? Bukankah Al-Qur’an dan hadis sudah cukup menjadi pedoman hidup?

Tgk H M Jamil, mantan Ketua Mahkamah Syri’ah Aceh ini kembali menerangkan bahwa perbedaan dalam Islam bukanlah sumber perpecahan, melainkan sebuah rahmat. Ia menekankan bahwa Islam memiliki dua jenis hukum, yakni yang sudah pasti (muhkamat) dan yang masih menerima berbagai tafsiran (mutasyabihat).

“Para ulama berbeda pendapat bukan karena ingin membuat Islam terpecah, tetapi karena adanya perbedaan dalam memahami nas. Itulah sebabnya muncul mazhab-mazhab dalam Islam,” ujarnya di hadapan jamaah salat Maghrib.

Menurutnya, mazhab adalah kebutuhan, bukan sekadar pilihan. Seorang muslim yang tidak memiliki kemampuan untuk memahami Al-Qur’an dan hadis secara langsung, dianjurkan untuk mengikuti mazhab yang sudah disusun oleh para ulama mujtahid.

Mazhab sebagai Panduan

Dalam kajian tersebut, dijelaskan bahwa para ulama besar seperti Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Malik, dan Imam Ahmad memiliki metode tersendiri dalam memahami sumber hukum Islam. Inilah yang kemudian menjadi dasar perbedaan dalam praktik ibadah dan hukum-hukum fiqih di berbagai belahan dunia.

“Di Aceh, kita banyak mengikuti Mazhab Syafi’i. Namun, di daerah lain seperti Timur Tengah, ada yang lebih banyak mengikuti Mazhab Hanafi atau Maliki. Perbedaan ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk menunjukkan keluasan Islam,” jelasnya.

Ia juga menyinggung anggapan sebagian masyarakat yang menilai bahwa mengikuti mazhab hanya menambah masalah. Padahal, menurutnya, mazhab justru menjadi solusi bagi umat Islam yang ingin berpegang teguh pada ajaran agama tanpa harus melakukan kajian mendalam sendiri.

“Bukan berarti kita tidak boleh kembali kepada Al-Qur’an dan hadis, tetapi memahami keduanya butuh ilmu yang dalam. Para mujtahid itu menghafal ribuan hadis dan memahami bahasa Arab klasik dengan sempurna. Jika kita awam, lebih baik mengikuti ulama yang telah berijtihad,” tambahnya.

Perbedaan adalah Rahmat

Perbedaan dalam mazhab, lanjutnya, juga terlihat dalam beberapa praktik ibadah, seperti cara salat dan batas waktu iddah bagi wanita. Dalam Islam, ada perbedaan tafsiran tentang kata quru’ dalam ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang masa tunggu wanita setelah bercerai.

“Ada yang menafsirkannya sebagai tiga kali suci, ada pula yang menafsirkannya sebagai tiga kali haid. Perbedaan ini wajar karena bahasa Arab memiliki makna yang luas,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menerangfkan bahwa di Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, memiliki sejarah panjang dalam keberagaman praktik keagamaan. Salah satu aspek yang sering menjadi perbincangan adalah perbedaan dalam mengamalkan mazhab fiqih, terutama Mazhab Syafi’i yang menjadi pegangan utama masyarakat Aceh. Namun, dalam realitasnya, ada praktik-praktik tertentu yang mengadopsi pendapat dari mazhab lain.

Fenomena ini mencerminkan bagaimana masyarakat Aceh bersikap terbuka terhadap variasi pemahaman dalam beribadah. ia mencontohkan, Misalnya, dalam perdebatan mengenai hukum membaca Al-Fatihah di belakang imam dalam shalat berjamaah, terdapat dua dalil yang tampak bertentangan. Satu dalil menyatakan bahwa bacaan imam mencukupi bagi makmum, sementara dalil lain menegaskan bahwa shalat tidak sah tanpa membaca Al-Fatihah. Dalam ushul fiqh, konsep ta‘ârudh al-adillah (pertentangan dalil) memberikan metode penyelesaian dengan cara mengkompromikan kedua dalil tersebut.

Dalam praktiknya, kata beliau, para ulama Aceh yang berpegang pada Mazhab Syafi’i cenderung mengikuti pendapat yang lebih mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, ada pula yang mengambil pendapat dari mazhab lain seperti Mazhab Hambali, khususnya dalam hal pengiriman pahala kepada mayit. Walaupun Mazhab Syafi’i mengizinkan hal tersebut, ada pandangan dari mazhab lain yang tidak membolehkan. Kendati demikian, masyarakat tetap menjalankan praktik ini sebagai bagian dari tradisi.

Menurut beliau, fenomena ini tidak dapat dianggap sebagai bentuk ketidakkonsistenan dalam bermazhab, melainkan sebagai bentuk fleksibilitas yang tetap berlandaskan ilmu dan kaidah fiqih. “Masyarakat Aceh memang mayoritas bermazhab Syafi’i, tetapi dalam beberapa aspek, mereka juga menerima pendapat dari mazhab lain selama ada dasar yang kuat,” ujarnya.

Keberagaman dalam pemahaman fiqih ini juga mencerminkan pentingnya sikap toleransi di tengah masyarakat. Perbedaan pendapat dalam ranah fiqih bukanlah alasan untuk menimbulkan perpecahan, tetapi justru dapat memperkaya wawasan dan mempererat persaudaraan sesama Muslim.

Aceh yang telah menetapkan Syariat Islam dalam sistem hukumnya terus mengembangkan pemahaman yang lebih inklusif. Hal ini penting agar keberagaman dalam mazhab tidak menjadi pemicu konflik, tetapi justru menjadi kekayaan intelektual yang memperkuat persatuan umat.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syafi’i sendiri, “Pendapat saya benar tetapi mungkin mengandung kesalahan, dan pendapat orang lain salah tetapi mungkin mengandung kebenaran.” Prinsip ini sepatutnya menjadi landasan bagi masyarakat dalam menyikapi perbedaan dengan kepala dingin dan penuh kebijaksanaan.

Di akhir kajian, ia mengingatkan agar umat Islam tidak memperdebatkan perbedaan secara berlebihan, tetapi justru mengambil hikmah dan pelajaran darinya.”Selama perbedaan itu masih dalam koridor syariat, maka itu adalah rahmat. Yang perlu kita jaga adalah ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat,” tutupnya. [CE]

Tags: AcehCeramahIslamMasjid Raya BaiturrahmanTausiah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

UIN Ar-Raniry Gandeng Kampus Malaysia, Buka Peluang Riset Bersama hingga Pertukaran Mahasiswa
News

UIN Ar-Raniry Gandeng Kampus Malaysia, Buka Peluang Riset Bersama hingga Pertukaran Mahasiswa

by SAGOE TV
September 17, 2026
Wisatawan Malaysia Hilang saat Diving di Sabang, Tim SAR Perluas Pencarian hingga 10 NM
News

Wisatawan Malaysia Hilang saat Diving di Sabang, Tim SAR Perluas Pencarian hingga 10 NM

by SAGOE TV
September 17, 2026
AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat
News

AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

by SAGOE TV
September 17, 2026
Dari Blang Padang hingga 7 Desa di TNGL, Ini Persoalan Tanah Aceh yang Dibawa ke DPR RI
News

Dari Blang Padang hingga 7 Desa di TNGL, Ini Persoalan Tanah Aceh yang Dibawa ke DPR RI

by SAGOE TV
September 15, 2026
Gubernur Aceh Pantau Bongkar Muat Bantuan dari KRI Teluk Gilimanuk di Krueng Geukueh
News

Banjir dan Longsor Terjang 3 Wilayah Tengah Aceh, Mualem Ingatkan Ancaman Musim Hujan

by SAGOE TV
September 15, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

September 12, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

September 12, 2026
Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

September 14, 2026
104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

September 15, 2026

EDITOR'S PICK

Pilkada Serentak 2024, Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Masyarakat Jaga Ukhuwah dan Hargai Perbedaan

Pilkada Serentak 2024, Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Masyarakat Jaga Ukhuwah dan Hargai Perbedaan

November 26, 2024
Salah Baca Langkah Cina, Visi Global 2021 Runtuh

Interupsi Epistemologis Pikiran Saintifik Hawking

March 20, 2025
Presiden Jokowi Buka PON XXI Aceh-Sumut 2024: Pegang Teguh Sportivitas dan Fair Play

Presiden Jokowi Buka PON XXI Aceh-Sumut 2024: Pegang Teguh Sportivitas dan Fair Play

September 10, 2024
USK Kukuhkan 5 Profesor Baru, Perkuat Riset dan Inovasi untuk Pembangunan Aceh

USK Kukuhkan 5 Profesor Baru, Perkuat Riset dan Inovasi untuk Pembangunan Aceh

July 8, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.