BANDA ACEH | SAGOE TV — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh memperluas kerja sama akademik internasional dengan Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim (KUIJSI), Malaysia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangkaian 4th Aceh International Symposium on Zakat and Waqf (AISZAWA) 2026 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis, 17 September 2026.
MoU ditandatangani Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, bersama Rektor KUIJSI, Prof Madya Dr Hussin bin Salamon.
Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain akademik, penelitian, pendidikan tinggi, dan pembangunan modal insan.
Melalui kerja sama ini, kedua perguruan tinggi membuka peluang penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta peningkatan mutu pembelajaran.
Kesepahaman itu juga mencakup pengakuan pemindahan kredit bagi lulusan diploma KUIJSI yang melanjutkan pendidikan sarjana di UIN Ar-Raniry.
Penandatanganan MoU berlangsung saat UIN Ar-Raniry menjadi tuan rumah AISZAWA 2026 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry.
AISZAWA 2026 mengusung tema “Zakat and Waqf for Inclusive Development: Innovation, Governance, and Global Collaboration to Strengthen Islamic Social Finance.”
Forum tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia, serta Filipina.
Sejumlah akademisi dan praktisi dari tiga negara turut hadir dalam forum tersebut. Di antaranya Prof Dr Abdul Ghafar Ismail dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr Nik Mohd Nik Yusuf dari Forum Ekonomi Manusiawi Malaysia, Prof Shahrul Ifwat dari Universiti Sultan Zainal Abidin, serta Dr Alizaman D Gamon dari Imam Council of the Philippines.
Dari Aceh, forum menghadirkan Fahmi M. Nasir dari Baitul Mal Aceh. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Baitul Mal Aceh Teungku Muhammad Yunus.
AISZAWA 2026 berlangsung pada 17-18 September 2026. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan call for paper dalam tiga sesi paralel di lingkungan FEBI UIN Ar-Raniry.
Forum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga gagasan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan zakat dan wakaf untuk memperkuat keuangan sosial Islam dan pembangunan yang inklusif.
Baca juga: AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat




















