SUMATERA BARAT | SAGOE TV – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan di wilayah terdampak banjir. Penegasan tersebut disampaikan bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (5/1/2026).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meninjau langsung pelaksanaan pembelajaran di SMA Negeri 12 Padang. Dalam kunjungan tersebut, Atip juga bertindak sebagai pembina upacara bendera. SMA Negeri 12 Padang tercatat sebagai salah satu sekolah yang terdampak banjir besar pada 28 November 2025 dan kembali terendam pada 2 Januari 2026.
Banjir menggenangi seluruh area sekolah seluas sekitar 14 ribu meter persegi. Sejumlah fasilitas utama, seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang guru, dan ruang administrasi, terendam lumpur setinggi 1 hingga 1,2 meter. Akibatnya, lebih dari 70 persen perabot sekolah rusak dan sekitar 100 unit komputer tidak dapat difungsikan.
Dalam amanatnya, Atip Latipulhayat menegaskan bahwa kondisi darurat tidak boleh menghentikan proses belajar mengajar. Pemerintah memastikan pembelajaran tetap berlangsung dengan penyesuaian metode sesuai kondisi lapangan.
“Situasi darurat tidak boleh mematahkan semangat belajar dan mengajar. Justru di tengah keterbatasan, kita dituntut untuk lebih adaptif dan kreatif agar pendidikan tetap berjalan,” ujar Atip.
Usai upacara, Wamendikdasmen meninjau ruang kelas terdampak dan tenda darurat yang digunakan sebagai ruang belajar sementara. Ia juga mengikuti dialog pembelajaran virtual bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, yang saat bersamaan meninjau sekolah terdampak banjir di Aceh.
Atip menjelaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah memetakan tingkat kerusakan satuan pendidikan pascabencana ke dalam kategori ringan, sedang, dan berat. Sekolah dengan kerusakan ringan segera dibersihkan agar dapat kembali digunakan, sementara sekolah dengan kerusakan berat menjadi prioritas program revitalisasi tahun 2026.
“Di Sumatra Barat terdapat sekitar 50 sekolah yang masuk prioritas revitalisasi. Sementara di Aceh dan Sumatera Utara jumlahnya mencapai sekitar seribu sekolah. Pola pembelajaran tidak dipaksakan normal, tetapi disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.
Di tingkat sekolah, semangat belajar siswa dan guru tetap terjaga. Guru SMA Negeri 12 Padang, Rahmida Yetti, mengatakan pelaksanaan ujian semester ganjil pada Desember 2025 tetap berjalan meski dilakukan di tenda darurat dan ruang kelas berlapis terpal.
“Dengan segala keterbatasan, siswa tetap disiplin dan tertib mengikuti ujian. Ini menjadi penyemangat bagi kami para guru,” ujarnya.
Sementara itu, siswa kelas XII SMA Negeri 12 Padang, Fajar Aulia Putra, mengaku senang dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka meski dalam kondisi terbatas.
“Kembali ke sekolah memberi harapan. Kami berharap sekolah segera pulih dan bisa belajar dengan nyaman lagi,” katanya.
Kunjungan Wamendikdasmen tersebut menandai dimulainya kembali aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah terdampak banjir, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan seiring dengan keberlanjutan layanan pendidikan bagi peserta didik. []
Sumber: infopublik.id




















