• Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bubur Pedas Khas Aceh Tamiang

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Literasi
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bubur Pedas Khas Aceh Tamiang
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ratna Dewi
Penulis adalah Mahasiswa Manajemen Keuangan Syariah, IAIN Langsa, Aceh.

Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah satu Kabupaten di provinsi Aceh, Indonesia. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur dan terletak di perbatasan Aceh-Sumatera Utara.

BACA JUGA

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

Aceh Tamiang merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki banyak ragam kuliner atau makanan, salah satu menjadi makanan khas Aceh Tamiang yaitu Bubur pedas. Kata “Pedas” merupakan perumpamaan suku melayu yang mempunyai makna beragam sayuran dan rempah yang terdapat dalam bubur tersebut, sejenak mendengar nama nya mungkin kita akan berpikir bahwa bubur ini benar-benar pedas, padahal tidak yang seperti kita pikirkan, rasa pedas itu sendiri berasal dari lada yang telah di sangrai, namun rasa pedasnya pun tidak berlebihan hanya meninggalkan sedikit rasa pedas saja dilidah. Walaupun sesama suku melayu seperti suku melayu Langkat, Tanjung Pura dan Medan tapi tingkat kepedasan bubur ini berbeda-beda sesuai dengan budaya dan bahan campuran masing-masing daerah.

Bubur pedas merupakan salah satu makanan tradisional khas Aceh Tamiang yang begitu melekat dikalangan masyarakat khususnya suku melayu dan sudah menjadi bagian dari sejarah kebudayaan di Aceh Tamiang. Bubur ini sering kita jumpai saat menyambut bulan suci Ramadhan namun, sekarang bubur pedas ini bisa kita jumpai di acara-acara resmi di Kabupaten Aceh Tamiang, seperti pernikahan, sunatan dan lain-lain.

Bubur pedas juga menjadi menu favorit warga sekitar oleh karena itu bubur pedas ini selalu dijual pedagang sebagai takjil di bulan suci Ramadhan setiap tahunnya. Selain dikenal enak dan nikmat bubur pedas juga menjadi salah satu bubur yang sangat menyehatkan karena kaya dengan rempah dan sayuran, meskipun tampilannya tidak menarik namun rasanya sangat berasa dan juga banyak manfaatnya. Sekarang bubur pedas ini begitu cukup tenar ditengah masyarakat saat menyambut bulan suci Ramadhan untuk takjil  saat berbuka puasa.

Hingga pelaku usaha yang menjual bubur pedas ini tengah menjamur di berbagai lokasi di daerah Aceh Tamiang. Karena tingginya permintaan bubur pedas dipasaran menjadi peluang untuk usaha.  Harganya pun bervariasi, untuk bisa menikmati satu bungkus bubur pedas ini biasanya dikenakan biaya sebesar Rp.5.000 sampai dengan Rp.10.000 saja sudah bisa mendapatkan bubur pedas ini. Tidak hanya anak-anak saja yang menyukai bahkan orang dewasa pun menyukainya.

Karena bubur ini mempunyai rasa  pedas dan rasa unik lainnya  seperti sayuran anyang yang selalu menjadi pelengkap bubur pedas, anyang juga termasuk menu khas melayu yang terbuat dari sayur pakis dan touge yang diolah sedemikian rupa dengan cabai, udang kering. Kelapa kukur goreng dan asam jeruk. Sayur untuk anyang nya juga bisa pakai sayuran lain seperti kangkung, daun ubi dan lain-lain. Yang membuat berbeda dengan bubur lainnya yang memiliki rasa manis. Wangi khas pada bubur ini juga terdapat pada daun bengkuas, apa itu daun bengkuas?

Jenis daun ini memiliki bentuk tanaman yang tumbuh liar aroma daun bengkuas ini yang membuat cita rasa bubur pedas berbeda dengan bubur lainnya dan juga daun kunyit, dan daun jeruk yang di Rajang sampai halus kemudian dicampurkan dengan bahan-bahan lainnya. Banyaknya campuran rempah dan sayuran yang diolah secara bersamaan, maka dari itu bubur ini dianggap banyak mengandung nilai gizi .

Bahan utama untuk membuat bubur pedas yaitu dari beras dan dicampuri dengan berbagai rempah-rempah, biasanya berasal dari tanaman yang berkhasiat untuk obat herbal. Di samping itu ada tambahan sayuran seperti daun bengkuas, daun jeruk, daun kunyit, kangkung,pakis dan lain-lain dan ikan atau makanan laut lainnya seperti kepiting, ikan asin yang sudah dipanggang, cumi-cumi dan udang pada bubur sehingga memiliki rasa khas yang unik.

Hanya orang yang tertentu yang mengetahui tanaman rempah campuran bubur pedas ini karena jenisnya beragam, dan resepnya juga diturunkan secara turun temurun. Pembuatan bubur pedas menggunakan kelapa parut dan menggunakan sayuran seperti  ubi kayu, ubi rambat, wortel, pakis, pisang kepok muda  kentang, kacang tanah, kacang panjang, udang, ikan yang sudah di panggang, kepiting  dan irisan ayam dan dicampuri rempah-rempah seperti cabe merah , bawang merah, sereh, lengkuas, jeruk nipis, dan campuran lainnya.

Bubur pedas ini banyak kandungan gizi dikarenakan banyak menggunakan sayuran dan rempah-rempah, sayuran memiliki kandungan mineral dan serat yang dibutuhkan tubuh, beras memiliki karbohidrat sebagai sumber tenaga utama. Sedangkan daun bengkuas telah lama digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu masakan seperti bubur pedas karena daun bengkuas ini mempunyai aroma dan rasa yang khas dan nikmat.

Untuk membuat bubur pedas ini juga memerlukan waktu yang sangat lama, karena untuk memasak bubur ini biasa nya menggunakan kuali yang besar dan di masak hingga kental dan benar-benar matang, agar tidak mudah basi.[]

Tags: AcehAceh TamiangBubur PedasKulinerMakanan Khas
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya
Literasi

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

by SAGOE TV
April 13, 2026
Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Istiqlal, Angkat Sosok Nasaruddin Umar
Literasi

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

by SAGOE TV
April 6, 2026
Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK
Literasi

Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK

by Anna Rizatil
April 2, 2026
Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh
Literasi

Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini
Literasi

Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

August 31, 2026

EDITOR'S PICK

Ranup Lam Puan Tradisi yang Terus Bertumbuh

Ranup Lam Puan: Tradisi yang Terus Bertumbuh

August 21, 2026
Memaknai Ulang Islam sebagai ‘Agama’

Memaknai Ulang Islam sebagai ‘Agama’

March 24, 2025
Mazhab Nekat Memahami Agama

Mazhab Nekat Memahami Agama

March 24, 2025
Puluhan Anak SSB Ikut Coaching Clinic Bareng Pegadaian dan Persiraja Banda Aceh

Puluhan Anak SSB Ikut Coaching Clinic Bareng Pegadaian dan Persiraja Banda Aceh

November 24, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.