• Tentang Kami
Monday, October 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Mazhab Nekat Memahami Agama

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Mazhab Nekat Memahami Agama
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Resi Waras
Pengajar Filsafat di Komunitas Studi Agama dan Filsafat- KSAF.

Salah satu persoalan yang mencengkram banyak pemikir dunia adalah “bahasa dan cara membaca teks”. Perlu dipahami bersama, membaca teks tidak sama dengan mengenali huruf-huruf alphabet, seperti “ini Budi” dan “ini Bapak Budi”.

Membaca teks merupakan cara bagaimana mental manusia dapat memahami makna dan relasi antar teks, baik relasi intra-teks atau pun relasi intra teks dengan realitas. Maka, dari sini dapat dimengerti bahwa “cara membaca teks” merupakan salah satu aliran penting dalam epistemologi (teori pengetahuan).

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Dalam coret-coretan sederhana ini, secara sengaja dibedakan antara “bahasa” dengan “Cara membaca teks” agar tidak terjadi tumpang-tindih yang tidak beraturan.

Bahasa adalah media transformasi antara yang tersembunyi hingga menjadi nyata. Dalam persoalan bahasa, hal terpenting adalah menghubungkan mental dengan ekternal atau pun realitas. Proses penghubungan ini, yang kemudian hari, menelurkan beberapa disiplin pengetahuan, seperti semantik (fokus pada makna), semiotik (fokus pada tanda), gramatik (fokus pada tatabahasa) dan sejenisnya.

Ada pun “cara membaca” juga melahirkan beberapa disiplin pengetahuan, seperti hermeneutik, tafsir, ushulfiqih dan sejenisnya.

Tulisan ini tidak sedang ingin mengupas satu persatu disiplin pengetahuan beragam di atas, melainkan ingin mendudukkan persoalan hubungan antara “bahasa” dengan “cara membaca teks”.

Mengabaikan salah satu dari kedua bagian di atas, “bahasa” dan “cara membaca teks”, akan menimbulkan banyak persoalan dalam interpretasi atau pun tafsir terhadap sesuatu teks.

Sebagaimana yang telah disebut di atas bahwa “cara membaca teks” merupakan salah satu aliran dalam epistemologi. Karena, “cara membaca teks” akan sangat berdampak pada bangunan pengetahuan dalam mental pembaca.

Dari sisi lain, mental seseorang juga sangat dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan yang dimilikinya. Dengan artian, “cara membaca teks” terkait erat dengan disiplin pengetahuan yang dimiliki oleh “pembaca”, semisal dalam luas dan sempitnya pengetahuan yang dimilikinya, penalaran serta sudut pandangnya dalam “cara membaca teks”.

Peletakan Bahasa
Salah satu persoalan penting dalam bahasa adalah peletakan dan asal-usul kemunculan bahasa.

Banyak teori dipaparkan untuk menjelaskan persoalan tersebut. Salah satu teori terkuat yang dikemukakan adalah “keseiringan-erat” antara kata dengan makna.

Kata adalah sekumpulan huruf yang tersusun, seperti G-E-L-A-S, baik secara tertulis atau pun terucap-berbunyi. Sedangkan makna adalah realiatas, baik materi-fisikal atau pun immateri, seperti bentuk realiatas wadah untuk minum, gelas secara eksternal materi-fisikal.

Teori “keseiringan-erat” mengetengahkan bangunan hubungan antara kata dengan makna secara erat, sehingga tercipta spontanitas mental seseorang pada makna dengan mendengar atau pun membaca kata.

Teks Agama
Teks suci adalah sekumpulan berita yang bersifat transendental ataupun ilahiah yang tertuang dalam kata (baca: bahasa). Penggunaan bahasa pada teks suci juga melewati fase “keseiringan-erat” yang berlaku pada masyarakat pengguna bahasa teks suci.

Dengan artian, penggunaan bahasa teks suci sebagai media penyampaian muatan-muatannya juga sama digunakan oleh masyarakat yang memperoleh teks suci tersebut secara langsung, seperti bahasa Ibrani, Arab dan lain-lainnya, agar dapat dipahami serta dimengerti.

Di sisi lain, terkadang, teks suci juga memakai sebuah kata yang sudah populer pada masyarakat tertentu penggunaan serta pemaknaannya, akan tetapi menginginkan makna lain dan baru sama sekali.

Pada situasi ini pun, teks suci juga melewati fase “keseiringan-erat” yang baru, agar penggunaan kata tersebut memperoleh spontanitas dalam mental audiens secara anyar.

Semisal, pemakaian kata “shalat” yang pada makna awalnya adalah “doa”. Makna anyarnya –dengan melewati fase “keseiringan-erat” yang baru– adalah suatu aktivitas ibadah, berawal dari “takbiratul-ihram” dan berakhir dengan “salam”.

Alih Bahasa
Dengan premis-premis dasar di atas, bisa dipahami bahwa alih bahasa teks suci kepada bahasa lain merupakan suatu persoalan yang tidak mudah, rumit. Karena, pengalihbahasaan selain memahami bahasa asli teks suci juga dituntut memiliki pengetahuan mumpuni dalam seluk-beluk bahasa teks suci, termasuk persoalan “keseiringan-erat” dengan fase-fasenya.

Mazhab Nekat
Tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat segelintir orang yang berupaya membaca teks dengan cara “bonek” (bodoh nekat). Dan fenomena tersebut, ada pada setiap agama, aliran dan masyarakat.

Mungkin saja, fenomena tersebut muncul dari semangat keberagamaan yang tinggi, namun apa daya tangan tak sampai. Dengan artian, semangat tinggi dan tidak didukung oleh kemampuan yang sesuai.

Kembali pada contoh di atas, kata dan makna “shalat”. Mungkin saja, seseorang masih ‘terpesona’ menggunakan kata tersebut dengan makna awal (baca: doa) sambil mengabaikan “keseiringan-erat” yang anyar. Akibatnya, dia akan menegasikan perintah “shalat” dengan makna dari “keseiringan-erat” yang anyar.

Contoh lainnya, kata “yakin” dengan makna dari “keseiringan-erat” pertama adalah yang tidak terdapat keraguan, tetap dan pasti. Namun, dalam ‘perjalanannya’, kata “yakin” mengalami fase “keseiringan-erat” baru dengan makna “mati / kematian” (mu’jam al-Gani). Seperti dalam Surah Al-Hijir, ayat 99, berbunyi: “Dan sembahkah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang padamu”.

Mungkin, bagi segelintir orang masih ‘bernostalgia’ dengan makna dari “keseiringan-erat” pertama, yaitu “yang tidak terdapat keraguan, tetap dan pasti”. Dan akhirnya, mengabaikan “keseiringan-erat” yang baru, kemudian berhalusinasi bahwa dirinya telah sampai tahapan “yakin”, maka tidak lagi perlu atau pun wajib melaksanakan ibadah, contohnya shalat.

Dari coret-coretan di atas, bisa dipahami bahwa “bonek” dalam membaca teks suci merupakan satu “kebodohan akumulatif”.[]

Tags: AgamaIbadahMemahami Agama
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

October 13, 2026
Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

October 16, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

October 15, 2026
Persiraja vs Semen Padang Nama Besar Kabau Sirah Tak Bikin Laskar Rencong Gentar

Total Denda Rp100 Juta, Persiraja dan Faris Adit Disanksi Usai Laga Kontra Sumsel United

October 14, 2026
Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

October 11, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 18, 2026

EDITOR'S PICK

Rektor UIN Ar-Raniry Silaturahmi ke Menag, Bahas Peluncuran Buku Teladan Sang Menteri dan Kuliah Umum

Rektor UIN Ar-Raniry Silaturahmi ke Menag, Bahas Peluncuran Buku Teladan Sang Menteri dan Kuliah Umum

August 20, 2025
USK Lepas 2.124 Mahasiswa KKN, Fokus Penguatan Kebencanaan dan Literasi

USK Lepas 2.124 Mahasiswa KKN, Fokus Penguatan Kebencanaan dan Literasi

July 6, 2026
Rektor UIN Ar-Raniry Hadiri Diskusi Bersama Presiden Prabowo di Istana

Rektor UIN Ar-Raniry Hadiri Diskusi Bersama Presiden Prabowo di Istana

March 13, 2025
KIP Banda Aceh Tetapkan 172.880 Daftar Pemilih Sementara Pilkada Serentak 2024

Pendaftaran Calon Wali Kota Banda Aceh 2024 Dibuka Mulai 27 Agustus

August 26, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.