• Tentang Kami
Sunday, July 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Cerita Suku Anak Aceh di Negeri Sembilan

SAGOE TV by SAGOE TV
March 15, 2025
in Reportase
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Cerita Suku Anak Aceh di Negeri Sembilan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Teuku Muttaqin Mansur.
Dosen Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Saat menyelesaikan kuliah pada program doktoral di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) tahun 2011 hingga 2015, suatu waktu saya berkesempan mengunjungi Negeri Sembilan Malaysia. Cerita yang agak mengejutkan saya, di Negeri Sembilan ternyata terdapat 12 suku, salah satunya adalah suku Anak Aceh.

Negeri Sembilan atau juga di kenal Negeri yang Sembilan merupakan salah satu negara bagian dalam federasi Malaysia. Sebutan Negeri di Malaysia sama dengan Provinsi di Indonesia. Secara historis asal mula penyebutan nama Negeri Sembilan dikarenakan negeri tersebut oleh gabungan  sembilan buah negeri,  yaitu, Johol, Jelebu, Klang, Sungai Ujong, Naning, Rembau, Jelei, Segamat, dan Pasir Besar.

BACA JUGA

63 Peneliti Bahas Masyarakat Hukum Adat di USK

Orkestra Republik Indonesia di Jalan Raya: Touring 3563 KM Bali-Banda Aceh (Bagian 4)

Di samping itu, pembentukan Negeri Sembilan juga tidak terlepas dari peran suku-suku pada masa itu  terutama yang datang  dari Minangkabau, Sumatera Barat pada abad ke 14. Suku-suku itu diberi nama mengikut kepada asal kedatangan mereka. Umpamanya, jika mereka yang datang dari Payakumbuh, Sumatera Barat maka suku itu  diberi namanya dengan suku Payakumbuh.  Jika mereka datang dari Tanah Datar, maka diberi nama suku Tanah Datar. Kemudian apabila datang dari  Melaka maka diberi nama suku Anak Melaka. Begitu pula mengenai Suku Anak Aceh di sana yang diyakini ada sangkut-pautnya dengan orang Aceh yang pernah datang ke negeri tersebut. Namun keberadaan Suku Anak Aceh sangat sedikit rujukan (paling tidak sejauh yang saya tahu).

Ada dua temuan yang saya dapatkan dalam menguak jejak Suku Anak Aceh di Negeri Sembilan. Temuan tersebut saya peroleh ketika saya sedang mendalami kajian disertasi  tentang peradilan adat di Aceh dan Malaysia. Pertama, bahwa Suku Anak Aceh berasal dari keturunan  Tun Seri Lanang dan kedua, nama Suku Anak Aceh berasal dari keturunan petapa Aceh di Keramat Sungai Udang, Negeri Sembilan.

Keturunan Tun Seri Lanang
Pada bulan Juni 1613 Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636) telah menyerang dan mengalahkan kerajaan Johor di Batu Sawar. Tun Seri Lanang  beserta Sultan Johor, Sultan Alauddin Riat Shah (1597 – 1613) dan beberapa orang pembesar di sana telah tertawan dan di bawa ke Aceh.

Saat itu Tun Seri Lanang ikut membawa istrinya yakni seorang Gundek yang tidak disebut siapa namanya ke Aceh. Pada saat di bawa, Gundek tersebut diketahui sedang dalam keadaan  hamil. Tidak berapa lama berada di Aceh Gundek itu melahirkan dan anak itu diberi nama dengan Tun Rembau. Selain dilakapkan sebagai Tun Rembau, Ia juga disebut sebagai Seri Paduka Tuan di Aceh, Panglima Bandar Darul Salam.

Nama Rembau sendiri adalah nama salah satu negeri yang bergabung dalam Negeri Sembilan.  Di Rembau ternyata ada abangnya dari Isteri  lain Tun Seri Lanang yang menjadi Bendahara Paduka Raja Datuk Sekundai yakni Tun Jenal. Ibu Tun Jenal tersebut bernama Tun Aminah.  Tun Seri Lanang sendiri pernah diberi kuasa oleh sultan Aceh untuk memerintah  Samalanga dan setelah meninggal dunia beliau dimakamkan di sana.

Apabila cerita ini benar, maka  ada dua kemungkinan yang bias dianalisis. Pertama, Tun Rembau yang sudah bergelar Paduka Tuan di Aceh pernah pulang ke Negeri Sembilan dan beranak pinak di sana. Selanjutnya, karena ia lahir di Aceh,  maka ia merasa menjadi orang Aceh sehingga keturunan-keturunannya menamakan diri mereka menjadi Suku Anak Aceh.

Kedua, boleh jadi Tun Jenal-lah yang memberi nama suku Aceh sebagai penghormatan dan mengenang ayahanda dan adiknya yang dibuang ke Aceh. Apalagi saat itu Tun Jenal mempunyai kekuasaan penuh di Rembau. Tetapi analisa yang kedua ini agaknya bertentangan dengan teori asal, sebab Tun Jenal bukan berasal dari Aceh.

Keturunan Keramat Sungai Udang
Keramat Sungai Udang adalah sebuah tempat pertapaan seorang Aceh. Ia  dipercayai sebagai seorang yang mempunyai ilmu tinggi dan mampu mengusir hantu. Saat itu dikabarkan hantu akan melewati kawasan Beranang, salah satu kawasan dalam Negeri Sembilan.

Dalam kawasan Beranang terdapat seorang anak sultan Johor yakni Bendahara Sekundai yang baru saja memper-istrikan Batin Sibu Jaya, penduduk Beranang. Bendahara Sekundai sendiri sebetulnya dalam perjalanan dari Johor menuju Melaka.

Karena mendapat kabar hantu akan melewati Beranang dan ada kepercayaan barang siapa yang di tegur oleh hantu tersebut  akan menjadi batu. Maka banyak masyarakat  yang ketakutan dan melarikan diri termasuk Bendahara Sekundai.

Manakala keadaan kalang kabut begitulah,  di ketahui ada seorang Aceh yang pandai membuat penangkal (jampi-jampi) untuk menangkal kutukan hantu itu. Ia tengah bertapa di Keramat Sungai Udang. Atas permintaan masyarakat maka kemudian orang Aceh ini menemui masyarakat di sana dan menunjukkan obatnya. Ia menyuruh masyarakat mengambil lilin untuk di jampi dan dijadikan lampu (dian) dan dibakar pada tiap-tiap sore. Ia pun kemudian disebut-sebut sebagai Keramat Sungai Udang namun tidak diketahui nama sebenarnya.

Apabila cerita ini benar, kemungkinan besar  ia sempat kawin di kawasan Negeri Sembilan dan kemudian beranak pinak di sana.  Maka boleh keberadaan Suku Anak Aceh adalah keturunan dari Keramat Sungai Udang ini.

Bagaimanapun, kita belum dapat menyimpulkan apakah Suku Anak Aceh tersebut berasal dari keturunan Tun Seri Lanang ataukah berasal dari keturunan Keramat Sungai Udang?. Atau mungkin saja masih ada cerita lain yang masih belum terungkap.

Yang pasti, sampai saat ini keberadaan Suku Anak Aceh di Negeri Sembilan masih terdeteksi di Malaysia. Saya sendiri secara tidak sengaja telah bertemu dengan salah seorang dari mereka. Ia saat ini bekerja pada Perpustakaan Tun Seri Lanang (PTSL), perpustakaan kampus Universiti Kebangsaan Malaysia di mana saat ini saya sedang melaksanakan studi..

Dalam interview singkat yang saya lakukan dengannya.  Ia menyatakan  tidak tahu lagi bagaimana ia menjadi Suku Anak Aceh. Karena yang ia faham saat ini, Negeri Sembilan itu di bentuk oleh orang-orang yang datang dari Minangkabau. Kenyataan itu dapat kita perhatikan dari kuatnya  adat perpatih dengan sistem matrilineal yang masih diamalkan hingga sekarang di sana sebagaimana matrilineal di daerah Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Cerita Suku Anak Aceh di Negeri yang Sembilan tersebut masih perlu ditelusuri oleh pengkaji-pengkaji selanjutnya. Dan dengan itu, dapat terungkap mengenai sejarah yang sebenarnya.. Mengenali asal usul Suku Anak Aceh sebagai salah satu kisah anak negeri berarti kita makin mengenal betul siapa diri kita dan sejauh apa peranan bangsa Aceh telah mempunyai peradaban tinggi di masa yang lalu. []

Tags: aceh malaysiasuku anak acehTun Sri Lanang
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

63 Peneliti Bahas Masyarakat Hukum Adat di USK
News

63 Peneliti Bahas Masyarakat Hukum Adat di USK

by SAGOE TV
August 24, 2022
Orkestra Republik Indonesia di Jalan Raya: Touring 3563 KM Bali-Banda Aceh (Bagian 1)
Reportase

Orkestra Republik Indonesia di Jalan Raya: Touring 3563 KM Bali-Banda Aceh (Bagian 4)

by Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
March 20, 2025
Orkestra Republik Indonesia di Jalan Raya: Touring 3563 KM Bali-Banda Aceh (Bagian 1)
Reportase

Orkestra Republik Indonesia di Jalan Raya: Touring 3563 KM Bali-Banda Aceh (Bagian 3)

by Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
March 24, 2025
Kegilaan Orang Waras
Reportase

Agar Kopi Menginspirasi

by Zarkasyi Yusuf
March 24, 2025
Orkestra Republik Indonesia di Jalan Raya: Touring 3563 KM Bali-Banda Aceh (Bagian 1)
Reportase

Orkestra Republik Indonesia di Jalan Raya: Touring 3563 KM Bali-Banda Aceh (Bagian 2)

by Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
March 24, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

July 14, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

July 11, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Risman Rachman.

Manajemen Solusi, Bagaimana Menerapkannnya?

March 15, 2025

EDITOR'S PICK

Kapolresta Banda Aceh Beri Penghargaan Tiga Polisi Teladan, Salah Satunya Ipda Mirzan

Kapolresta Banda Aceh Beri Penghargaan Tiga Polisi Teladan, Salah Satunya Ipda Mirzan

May 21, 2025
Aceh Sudah Koleksi 117 Medali PON XXI 2024

Aceh Sudah Koleksi 117 Medali PON XXI 2024

September 16, 2024
Ummi Arongan Meninggal Dunia, Gubernur Aceh Mualem Sampaikan Duka Mendalam dan Kenang Jasa Besarnya

Ummi Arongan Meninggal Dunia, Gubernur Aceh Mualem Sampaikan Duka Mendalam dan Kenang Jasa Besarnya

October 7, 2025
Banda Aceh Experience City Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Banda Aceh Experience City Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

April 21, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.