• Tentang Kami
Friday, November 6, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Elit, Rakyat dan Politik Peusakhöb

Sahlan Hanafiah by Sahlan Hanafiah
May 17, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah. Foto: dok. SagoeTV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sahlan Hanafiah
Staf Pengajar Program Studi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Lima tahun yang lalu, ketika Donald Trump dinyatakan sah mewakili Partai Republik untuk maju sebagai calon presiden, seorang warga Aceh yang lama menetap di Amerika Serikat, dalam pertemuan halal bil halal di rumah seorang kolega memprediksikan Trump bakal menang dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2016.

Waktu itu, semua tamu yang hadir, terutama yang tidak pernah menetap di AS, tidak percaya dengan prediksi tersebut. Bagaimana mungkin, Trump yang tidak punya pengalaman politik praktis, tidak pernah menjadi senator, walikota atau gubernur bakal mampu mengalahkan Hillary Clinton.

BACA JUGA

Whales: Giants of the Ocean

Whales: Giants of the Ocean

Tidak hanya itu, kapasitas intelektual Trump juga kalah jauh dari Hillary Clinton. Bukankah warga AS dikenal “smart” dan pasti memilih pemimpin yang mampu mewakili mereka di panggung internasional?

Secara serentak kami bertanya mengapa Trump dalam prediksinya bakal menang. Teman ini memberi jawaban singkat bahwa warga AS terutama kelas menengah ke bawah telah muak dengan tingkah laku elit politik dan mereka (warga AS) melihat Donald Trump sebaga sosok yang mewakili aspirasi rakyat.

Benar saja, Trump menang dan menjadi presiden AS ke 45. Tidak hanya kami yang menghadiri acara halal bil halal, seluruh dunia pun kaget, setengah tidak percaya. Pengamat politik sibuk mencari dalil baru setelah sebelumnya memprediksikan Hillary Clinton yang bakal menang.

Diplomat AS yang berkarir di luar negeri juga kelabakan menjawab pertanyaan seputar politik internal di negara mereka. Seiring dengan itu, teori konspirasi menguat.

Belakangan, para intelektual dan peneliti politik menjelaskan gejala kemenangan Donald  Trump dengan istilah kebangkitan populisme, sebuah ideologi yang bersandar pada moral dan peulitek asoe lhoek (native).

Seperti jawaban warga Aceh di atas yang kemudian dijelaskan oleh teori populisme, kemenangan Donald Trump akibat warga AS muak dengan tingkah laku elit politik. Elit dianggap korup, sibuk dengan urusan dan kepentingan pribadi, lebih mementingkan golongan sendiri dan melupakan rakyat.

Disisi lain, asoe lhoek, warga AS kulit putih yang menganggap dirinya lebih Amerika dari yang lain merasa terpinggirkan, tersingkir di negara sendiri. Mereka menuduh elit terlalu menganakemaskan pendatang dan imigran.

Kebangkitan peulitek asoe lhoek dan rasa muak rakyat terhadap sikap elit politik tidak hanya terjadi di Amerika Serikat dan Amerika Latin saja, tapi juga melanda sebagian besar Eropa.

Sejak Eropa dikepung oleh gelombang pengungsi dan imigran, warga Eropa asoe lhoek secara politik dan ekonomi merasa tersingkir dan terpinggirkan. Akhirnya mereka menumpahkan kekesalannya terhadap elit politik dengan memilih sosok pemimpin populis.

Gejala ini bukan tidak mungkin akan terjadi di Indonesia dan  di tingkat lokal seperti Aceh jika perilaku elit politik tidak diubah dari sekarang. Kegaduhan politik antara DPR Aceh dan Plt Gubernur ditengah keadaan darurat pandemi Covid-19 menunjukkan tidak adanya rasa simpati dan empati terhadap rakyat.

Disisi lain tidak terbukanya pengelolaan dana, lemahnya koordinasi pencegahan dan penanganan Covid-19 menyebabkan kepercayaan rakyat terhadap elit pemimpin daerah berangsur-angsur hilang.

Disinilah biasanya peulitek peusakhob muncul, sebuah sikap politik menghukum elit pada saat pesta demokrasi. Jika selama ini rakyat memberi kesempatan kepada pemimpin dengan latar belakang insinyur, dokter, ekonom, birokrat menjadi gubernur, bupati, walikota atau anggota dewan yang mereka anggap berpendidikan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti atau malah dalam waktu dekat mandat yang diberikan kepada mereka bakal dicabut melalui jalur demokrasi yang digelar setiap lima tahun sekali dan diserahkan kepada mereka yang dianggap dekat dengan rakyat tanpa mempedulikan pengalaman politik dan latarbelakang pendidikan.

Para demagog biasanya akan memanfaatkan situasi ini dengan mempertajam sentimen terhadap elit politik. Demagog atau mereka yang pandai mengaduk-aduk emosi dan mengadu domba rakyat berbasis sentimen politik, sosial-budaya dan agama selalu menunggu masa ketidakpuasan rakyat sebagai modal politik untuk dipilih secara demokratis.

Demagog seperti sosok Trump di AS, Viktor Orban di Hungaria, atau Jair Bolsonaro di Brazil dalam pandangan Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt dalam bukunya How Democracies Die merupakan sosok pemimpin yang dapat mengancam demokrasi dari dalam.

Kita tentu saja tidak ingin terjerumus terlalu jauh kesana, dengan memberi peluang kepada para penyebar kebencian (demagog) menjadi pemimpin melalui jalur resmi demokrasi.

Namun jika perilaku elit tidak berubah, tidak tertutup kemungkinan kekecewaan rakyat terhadap elit pemimpin Aceh semakin dalam. Dan pada saat pesta demokrasi digelar, rakyat akan menghukum elit dengan peulitek peusakhob, memilih pemimpin tanpa peduli kecakapan, pengalaman dan latarbelakang pendidikannya.

Tags: Amerika SerikatEropapolitikTrump
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah adalah Penggerak "Rumoh NekNyah" di Ulee Glee Pidie Jaya, Aceh.

Related Posts

Artikel

Whales: Giants of the Ocean

by SAGOE TV
October 27, 2026
Artikel

Whales: Giants of the Ocean

by SAGOE TV
October 27, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

November 4, 2026
Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

November 3, 2026
Tgk Faisal Ali Anggota Majelis Masyayikh

Tgk Faisal Ali Dikukuhkan Jadi Anggota Majelis Masyayikh

November 3, 2026
Kendaraan Listrik Makin Diminati

Kendaraan Listrik Makin Diminati

October 31, 2026
Melihat Indigenous Knowledge Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

Melihat Indigenous Knowledge: Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

November 4, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

November 2, 2026
Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

November 4, 2026
Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

November 2, 2026
Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

November 5, 2026

EDITOR'S PICK

53 CPNS UIN Ar-Raniry Terima SK, Rektor Ingatkan Tanggung Jawab ASN

53 CPNS UIN Ar-Raniry Terima SK, Rektor Ingatkan Tanggung Jawab ASN

June 5, 2025
Langkah Maju Revisi UUPA, DPR Aceh Serahkan Draf Final ke Badan Keahlian DPR RI

Langkah Maju Revisi UUPA, DPR Aceh Serahkan Draf Final ke Badan Keahlian DPR RI

May 23, 2025
Gatot, Gaduh, Gebuk, dan Gerbong

Gatot, Gaduh, Gebuk, dan Gerbong

March 20, 2025
Dinkes Aceh Turunkan Tim Khusus Cegah Campak di Wilayah Pascabencana

Dinkes Aceh Turunkan Tim Khusus Cegah Campak di Wilayah Pascabencana

January 20, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.