BANDA ACEH | SAGOE TV — Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah mematangkan rencana pengoperasian layanan Long Distance Ferry (LDF) lintasan Pelabuhan Malahayati, Aceh-Jakarta. Layanan ini diyakini mampu memangkas biaya logistik, mempercepat distribusi barang, sekaligus memperkuat konektivitas Aceh dengan Pulau Jawa.
Mengutip akun Instagram resmi Dishub Aceh, rencana pengoperasian Ferry Langsung Aceh-Jakarta mendapat sambutan positif dari kalangan pelaku usaha di Aceh. Perusahaan logistik, distributor, industri pangan, perikanan, hingga sektor otomotif menilai jalur penyeberangan langsung tersebut berpotensi menekan biaya distribusi, mempercepat arus barang, serta menghadirkan alternatif pengiriman yang lebih efisien antara Aceh dan Pulau Jawa.
Dukungan tersebut mengemuka dalam pertemuan yang difasilitasi Dishub Aceh bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Kantor Dishub Aceh, Kamis (2/7/2026). Pertemuan itu merupakan tindak lanjut kerja sama pengembangan layanan penyeberangan jarak jauh yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak.
Ketua DPD Organda Aceh Ramli mengatakan transportasi merupakan urat nadi perekonomian. Menurutnya, selama tarif yang ditawarkan kompetitif dan mampu menekan biaya distribusi, pihaknya siap mengajak para pelaku usaha memanfaatkan layanan tersebut.
Dukungan serupa disampaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh yang menilai lintasan Malahayati-Jakarta berpotensi menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien sekaligus meningkatkan daya saing dunia usaha di Aceh.
Sejumlah perusahaan juga memaparkan potensi muatan yang siap diangkut jika layanan mulai beroperasi. PT Kelola Pangan Indonesia menyatakan ketertarikannya mengirim produk beku (frozen food) dengan proyeksi volume mencapai 2.000-3.000 ton per tahun.
Hal senada disampaikan PT Yakin Pasifik Tuna. Perusahaan tersebut melihat peluang pengiriman hasil perikanan Aceh ke Jakarta dengan potensi muatan sekitar 60 ton per minggu pada musim panen.
Sementara itu, PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Aceh menilai layanan ferry langsung ini dapat memangkas biaya distribusi karena selama ini pasokan barang masih harus melalui Pelabuhan Belawan sebelum dikirim ke Aceh. Perusahaan juga melihat peluang memanfaatkan kapal untuk mengirim barang daur ulang dari Aceh ke Jakarta.
PT Mandiri Dunia Jaya Ekspedisi juga menilai lintasan baru ini dapat menjadi solusi atas tingginya biaya pengiriman kendaraan dari Pulau Jawa ke Aceh yang selama ini masih mengandalkan jalur darat dengan waktu tempuh sekitar tujuh hari.
Group Head Bisnis Pelayaran Komersial PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rizky Dwianda, menegaskan layanan Long Distance Ferry dihadirkan bukan untuk menggantikan moda transportasi yang sudah ada, melainkan menjadi pilihan tambahan bagi pelaku usaha dalam mendistribusikan barang.
“Kami ingin menghadirkan alternatif yang mampu menekan biaya logistik. Karena itu kami sedang memetakan karakteristik barang, jenis komoditas, pola pengiriman hingga kebutuhan armada. Masukan dari para pelaku usaha menjadi dasar bagi kami dalam menyusun layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujarnya melalui unggahan Instagram Dishub Aceh yang dilihat Sagoe TV, Minggu (5/7).
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, mengatakan dukungan dunia usaha menjadi modal penting bagi keberhasilan pengoperasian lintasan tersebut.
“Selama harga kompetitif dan pelayanannya baik, tentu layanan ini akan menjadi pilihan yang menarik bagi pelaku usaha maupun masyarakat. Harapan kami, kehadiran lintasan ini mampu menekan biaya logistik sekaligus memperkuat konektivitas Aceh dengan Pulau Jawa,” kata Faisal.
Layanan Long Distance Ferry ini direncanakan menggunakan kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro) yang memungkinkan truk dan kendaraan logistik masuk langsung ke dalam kapal tanpa perlu membongkar muatan. Selain melayani angkutan logistik dan kontainer, kapal juga akan mengangkut penumpang.
Pada tahap awal, lintasan Pelabuhan Malahayati-Jakarta yang memiliki jarak sekitar 1.200 mil laut dengan waktu tempuh sekitar 3,5 hari ditargetkan beroperasi dua kali perjalanan pulang-pergi setiap bulan.[]




















