• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gas ORDAL di Tengah Bencana: Ketika Hak Publik Dikalahkan Akses Orang Dalam

Anna Rizatil by Anna Rizatil
December 19, 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Gas ORDAL di Tengah Bencana: Ketika Hak Publik Dikalahkan Akses Orang Dalam

Antrian warga mengisi gas LPG pascabencana. Foto: Sehat Ihsan Shadiqin

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Dr. Sehat Ihsan Shadiqin.
Dosen Sosiologi Agama UIN Ar Raniry Banda Aceh.

Hari ini saya janjian dengan seorang kawan untuk minum kopi pagi. Kawan ini seorang ustaz dengan jadwal ceramah yang lumayan padat. Meskipun kami sering bersua, baru kali ini kami merencanakan minum kopi pagi.

BACA JUGA

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

“Kita ngopi di mana?” tanya saya.

“Saya biasanya di warung kopi premium di depan kantor dinas,” katanya.

Saya segera menuju warung kopi dimaksud. Saya pernah ngopi di sana sebelumnya sehingga tidak terlalu asing. Seperti kebanyakan warung kopi lain, warung ini berupa dua pintu toko yang digabungkan. Di depannya (yang seharusnya menjadi tempat parkir) dibangun kanopi panjang. Saya dan pengunjung lain harus memarkir kendaraan di badan jalan.

Ustaz meminta maaf karena agak terlambat. Di rumahnya listrik masih padam dan air belum mengalir. Sejak banjir Aceh 27 November lalu, kehidupan belum sepenuhnya normal, bahkan di Banda Aceh yang tidak terdampak banjir.

“Kupi phet sikhan,” pesan saya kepada pelayan setelah duduk.

Warung kopi ini dipenuhi kursi plastik murah berwarna biru. Mejanya lumayan bagus, terbuat dari besi stainless tebal dan mengilap. Pagi itu hampir semua kursi terisi. Mungkin karena kawasan warung kopi ini mendapat giliran hidup listrik. Orang-orang datang bukan hanya untuk ngopi, tetapi juga untuk mengecas ponsel, laptop, menyalakan kipas, lampu darurat, dan berbagai peralatan elektronik lainnya.

Saat pelayan mengantarkan pesanan saya, seorang kawan lain, Pak Din, datang dan bergabung di meja. Ia memesan kopi yang sama dan berkata kepada pelayan, “Neuba kuweh beh” (bawa kue juga ya). Namun ketika pesanan datang, tidak ada kue. Kata pelayan, kue-kue sudah habis.

Beberapa menit kemudian ustaz tiba. Setelah meminta maaf karena terlambat, ia duduk di salah satu kursi. Dua menit setelah itu, segelas sanger datang ke meja. Ia berkata kepada pelayan, “Neuba kuweh beh.” Pelayan segera pergi dan kembali membawa beberapa piring kue.

Pak Din langsung merespons, “Bagaimana bisa tiba-tiba ada kue ketika ustaz datang, padahal dari tadi kami minta katanya sudah habis?”

Ustaz tersenyum.

“Saya minum kopi di sini hampir setiap pagi, sudah beberapa tahun. Saya memesan minuman yang sama dan duduk di tempat yang sama. Tidak perlu mengatakan apa-apa kepada pelayan, dia sudah tahu,” kata ustaz menjelaskan.

“Lihatlah,” kata Pak Din. “Sekarang semua butuh ordal ‘orang dalam’. Di warung kopi saja seperti itu, bagaimana kalau di luar sana?”

Di jalan-jalan sekarang banyak orang menunggu gas. Antrian memanjang jauh lebih panjang dari kenangan. Orang-orang berdiri di samping tabung, menunggu giliran menukarkannya dengan yang telah berisi. Mereka tidak sedang menunggu barang gratis bantuan pemerintah, melainkan membelinya dengan harga resmi. Mereka juga tidak meminta diskon. Namun hasilnya, mereka harus menahan lelah dan sakit.

Gas teramat penting saat ini. Ia yang membuat dapur kembali mengepul. Panas, hujan, bahkan geulanteu tidak membuat barisan ini bubar. Mereka tetap bertahan sampai tabung itu terisi. Manajemen yang buruk, pasokan terbatas, dan kongkalikong aparat bejat yang serakah membuat ribuan orang harus menderita.

Pak Din bercerita tentang tetangganya yang tidak mengantri sama sekali. Siang kemarin ia menelepon Pak Anu dan bilang butuh gas: dua tabung besar dan empat tabung kecil. Pak Anu menyuruhnya mengantar tabung ke rumah. Sore hari sudah bisa diambil semuanya terisi.

“Harganya?” tanya saya.

“Sama-sama maklum lah,” katanya. “Itulah gunanya ada orang dalam.”

Kami duduk di warung kopi itu lebih dari satu jam. Sepanjang waktu itu saya mendengarkan cerita tentang bagaimana “orang dalam” bekerja di masa sulit ini. Mereka bekerja untuk dirinya, keluarganya, dan sisa-sisa tenaganya untuk orang-orang yang membayar pajak yang membiayai gaji dan fasilitas hidup mereka. Namun untuk kelompok terakhir itu, Pak Anu akan meminta bayaran lebih, atau ya… ikut antre di terik itu.

“Jadi, kue ini perlu bayar lebih?” tanya saya kepada ustaz, sebab ia memesan kue sebagai “orang dalam”.

“Tidak perlu. Hari ini saya yang traktir,” katanya.

Lalu kami pun bubar, menuju tempat kerja masing-masing.
Di dalam mobil, saya mulai berpikir: bagaimana caranya punya orang dalam?[]

Tags: acehAntrianBencana Sumatera 2025Orang DalamTabung Gas
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan
Opini

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

by SAGOE TV
June 3, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup
Opini

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

by SAGOE TV
June 3, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup
Opini

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

by SAGOE TV
June 3, 2026
Aceh dan Paradoks Kemakmuran: Mengapa Bantuan Sosial Tidak Akan Pernah Cukup Tanpa Industrialisasi
Opini

Aceh dan Paradoks Kemakmuran: Mengapa Bantuan Sosial Tidak Akan Pernah Cukup Tanpa Industrialisasi

by SAGOE TV
May 25, 2026
Ketika Niat Baik Berjalan Tanpa Peta
Opini

Ketika Niat Baik Berjalan Tanpa Peta

by Anna Rizatil
May 21, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Agam Hana Raba Krèh

Agam Hana Raba Krèh

November 4, 2025
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026

EDITOR'S PICK

Apel Perdana Usai Lebaran, Sekda Aceh Ajak ASN Perkuat Disiplin dan Kinerja

Apel Perdana Usai Lebaran, Sekda Aceh Ajak ASN Perkuat Disiplin dan Kinerja

March 25, 2026
Innalillahi, Satu dari Lima Jemaah Haji Aceh yang Dirawat di Arab Saudi Meninggal Dunia

Innalillahi, Satu dari Lima Jemaah Haji Aceh yang Dirawat di Arab Saudi Meninggal Dunia

July 16, 2025
Pasar Murah Khusus Daging Meugang Sambut Ramadhan Digelar di 4 Lokasi di Banda Aceh

Bantuan Meugang Presiden di Aceh Wajib Berupa Daging, Ini Aturan Lengkapnya

February 15, 2026
Kampus Seni di Aceh Hadir Jangan Sekadar Ada

Kampus Seni di Aceh: Hadir Jangan Sekadar Ada

July 15, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.