• Tentang Kami
Monday, March 16, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gas ORDAL di Tengah Bencana: Ketika Hak Publik Dikalahkan Akses Orang Dalam

Anna Rizatil by Anna Rizatil
December 19, 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Gas ORDAL di Tengah Bencana: Ketika Hak Publik Dikalahkan Akses Orang Dalam

Antrian warga mengisi gas LPG pascabencana. Foto: Sehat Ihsan Shadiqin

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Dr. Sehat Ihsan Shadiqin.
Dosen Sosiologi Agama UIN Ar Raniry Banda Aceh.

Hari ini saya janjian dengan seorang kawan untuk minum kopi pagi. Kawan ini seorang ustaz dengan jadwal ceramah yang lumayan padat. Meskipun kami sering bersua, baru kali ini kami merencanakan minum kopi pagi.

BACA JUGA

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

Kerentanan Negara Teluk dalam Bayang-Bayang Perang Iran vs Israel-USA

“Kita ngopi di mana?” tanya saya.

“Saya biasanya di warung kopi premium di depan kantor dinas,” katanya.

Saya segera menuju warung kopi dimaksud. Saya pernah ngopi di sana sebelumnya sehingga tidak terlalu asing. Seperti kebanyakan warung kopi lain, warung ini berupa dua pintu toko yang digabungkan. Di depannya (yang seharusnya menjadi tempat parkir) dibangun kanopi panjang. Saya dan pengunjung lain harus memarkir kendaraan di badan jalan.

Ustaz meminta maaf karena agak terlambat. Di rumahnya listrik masih padam dan air belum mengalir. Sejak banjir Aceh 27 November lalu, kehidupan belum sepenuhnya normal, bahkan di Banda Aceh yang tidak terdampak banjir.

“Kupi phet sikhan,” pesan saya kepada pelayan setelah duduk.

Warung kopi ini dipenuhi kursi plastik murah berwarna biru. Mejanya lumayan bagus, terbuat dari besi stainless tebal dan mengilap. Pagi itu hampir semua kursi terisi. Mungkin karena kawasan warung kopi ini mendapat giliran hidup listrik. Orang-orang datang bukan hanya untuk ngopi, tetapi juga untuk mengecas ponsel, laptop, menyalakan kipas, lampu darurat, dan berbagai peralatan elektronik lainnya.

Saat pelayan mengantarkan pesanan saya, seorang kawan lain, Pak Din, datang dan bergabung di meja. Ia memesan kopi yang sama dan berkata kepada pelayan, “Neuba kuweh beh” (bawa kue juga ya). Namun ketika pesanan datang, tidak ada kue. Kata pelayan, kue-kue sudah habis.

Baca Juga:  Pengalaman Harus Menjadi Syarat Kepemimpinan?

Beberapa menit kemudian ustaz tiba. Setelah meminta maaf karena terlambat, ia duduk di salah satu kursi. Dua menit setelah itu, segelas sanger datang ke meja. Ia berkata kepada pelayan, “Neuba kuweh beh.” Pelayan segera pergi dan kembali membawa beberapa piring kue.

Pak Din langsung merespons, “Bagaimana bisa tiba-tiba ada kue ketika ustaz datang, padahal dari tadi kami minta katanya sudah habis?”

Ustaz tersenyum.

“Saya minum kopi di sini hampir setiap pagi, sudah beberapa tahun. Saya memesan minuman yang sama dan duduk di tempat yang sama. Tidak perlu mengatakan apa-apa kepada pelayan, dia sudah tahu,” kata ustaz menjelaskan.

“Lihatlah,” kata Pak Din. “Sekarang semua butuh ordal ‘orang dalam’. Di warung kopi saja seperti itu, bagaimana kalau di luar sana?”

Di jalan-jalan sekarang banyak orang menunggu gas. Antrian memanjang jauh lebih panjang dari kenangan. Orang-orang berdiri di samping tabung, menunggu giliran menukarkannya dengan yang telah berisi. Mereka tidak sedang menunggu barang gratis bantuan pemerintah, melainkan membelinya dengan harga resmi. Mereka juga tidak meminta diskon. Namun hasilnya, mereka harus menahan lelah dan sakit.

Gas teramat penting saat ini. Ia yang membuat dapur kembali mengepul. Panas, hujan, bahkan geulanteu tidak membuat barisan ini bubar. Mereka tetap bertahan sampai tabung itu terisi. Manajemen yang buruk, pasokan terbatas, dan kongkalikong aparat bejat yang serakah membuat ribuan orang harus menderita.

Pak Din bercerita tentang tetangganya yang tidak mengantri sama sekali. Siang kemarin ia menelepon Pak Anu dan bilang butuh gas: dua tabung besar dan empat tabung kecil. Pak Anu menyuruhnya mengantar tabung ke rumah. Sore hari sudah bisa diambil semuanya terisi.

Baca Juga:  Wali Nanggroe dan Mendagri Bahas Dana Otsus dan Strategi Pembangunan Aceh ke Depan

“Harganya?” tanya saya.

“Sama-sama maklum lah,” katanya. “Itulah gunanya ada orang dalam.”

Kami duduk di warung kopi itu lebih dari satu jam. Sepanjang waktu itu saya mendengarkan cerita tentang bagaimana “orang dalam” bekerja di masa sulit ini. Mereka bekerja untuk dirinya, keluarganya, dan sisa-sisa tenaganya untuk orang-orang yang membayar pajak yang membiayai gaji dan fasilitas hidup mereka. Namun untuk kelompok terakhir itu, Pak Anu akan meminta bayaran lebih, atau ya… ikut antre di terik itu.

“Jadi, kue ini perlu bayar lebih?” tanya saya kepada ustaz, sebab ia memesan kue sebagai “orang dalam”.

“Tidak perlu. Hari ini saya yang traktir,” katanya.

Lalu kami pun bubar, menuju tempat kerja masing-masing.
Di dalam mobil, saya mulai berpikir: bagaimana caranya punya orang dalam?[]

Tags: acehAntrianBencana Sumatera 2025Orang DalamTabung Gas
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok
Opini

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

by Anna Rizatil
March 9, 2026
Reposisi dan Evaluasi Aceh di Dalam NKRI
Opini

Kerentanan Negara Teluk dalam Bayang-Bayang Perang Iran vs Israel-USA

by SAGOE TV
March 8, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Opini

Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa

by Anna Rizatil
March 8, 2026
Perang Timur Tengah dan Tameng APBN Kita
Opini

Perang Timur Tengah dan Tameng APBN Kita

by Anna Rizatil
March 8, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

5.789 PPPK Pemerintah Aceh Terima SK, Mualem Ingatkan Jangan Nongkrong di Warkop saat Jam Kerja

THR ASN Aceh Rp 205,7 Miliar Mulai Cair, 41.410 PNS dan PPPK Terima Jelang Idul Fitri

March 14, 2026
Momentum Baru bagi Universitas Syiah Kuala: Menata Kembali Tempat Seni dalam Ekosistem Akademik

Momentum Baru bagi Universitas Syiah Kuala: Menata Kembali Tempat Seni dalam Ekosistem Akademik

March 14, 2026
Menata Ekosistem Pengetahuan Seni di Aceh

Menata Ekosistem Pengetahuan Seni di Aceh: Dari Momentum ke Kerja Nyata

March 14, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

March 8, 2026
Prof Mirza Tabrani Resmi Dilantik Jadi Rektor Universitas Syiah Kuala

Prof Mirza Tabrani Resmi Dilantik Jadi Rektor Universitas Syiah Kuala

March 9, 2026
Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

March 9, 2026
Kabar Baik! Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Murah di 5 Daerah, Ini Lokasi Lengkapnya

Kabar Baik! Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Murah di 5 Daerah, Ini Lokasi Lengkapnya

March 11, 2026
UIN Ar-Raniry Masuk Enam Besar PTKIN dengan Peminat Terbanyak

UIN Ar-Raniry Masuk Enam Besar PTKIN dengan Peminat Terbanyak

March 10, 2026
Olahraga Padel Makin Populer di Aceh, Komunitas Gelar Turnamen 'Ramadhan Silaturahmi'

Olahraga Padel Makin Populer di Aceh, Komunitas Gelar Turnamen ‘Ramadhan Silaturahmi’

March 14, 2026

EDITOR'S PICK

UIN Ar-Raniry Buka Prodi Baru, Program Doktor Ekonomi Syariah

UIN Ar-Raniry Buka Prodi Baru, Program Doktor Ekonomi Syariah

May 25, 2025
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Gubernur Aceh Surati Presiden Prabowo, Minta Status Bencana Nasional

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Gubernur Aceh Surati Presiden Prabowo, Minta Status Bencana Nasional

December 24, 2025
Mualem Lantik M Nasir sebagai Sekda Aceh, Tekankan Percepatan APBA dan Kawal Revisi UUPA

Mualem Lantik M Nasir sebagai Sekda Aceh, Tekankan Percepatan APBA dan Kawal Revisi UUPA

August 15, 2025
ASN Kemenag Aceh Besar Salurkan Infak untuk Perkuat Layanan KUA Krueng Barona Jaya

ASN Kemenag Aceh Besar Salurkan Infak untuk Perkuat Layanan KUA Krueng Barona Jaya

September 12, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.