• Tentang Kami
Wednesday, July 22, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gas ORDAL di Tengah Bencana: Ketika Hak Publik Dikalahkan Akses Orang Dalam

Anna Rizatil by Anna Rizatil
December 19, 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Gas ORDAL di Tengah Bencana: Ketika Hak Publik Dikalahkan Akses Orang Dalam

Antrian warga mengisi gas LPG pascabencana. Foto: Sehat Ihsan Shadiqin

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Dr. Sehat Ihsan Shadiqin.
Dosen Sosiologi Agama UIN Ar Raniry Banda Aceh.

Hari ini saya janjian dengan seorang kawan untuk minum kopi pagi. Kawan ini seorang ustaz dengan jadwal ceramah yang lumayan padat. Meskipun kami sering bersua, baru kali ini kami merencanakan minum kopi pagi.

BACA JUGA

Film Teach You a Lesson: Sebab yang Perlu Dididik Kadang Bukan Anak, tetapi Orang Dewasa

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

“Kita ngopi di mana?” tanya saya.

“Saya biasanya di warung kopi premium di depan kantor dinas,” katanya.

Saya segera menuju warung kopi dimaksud. Saya pernah ngopi di sana sebelumnya sehingga tidak terlalu asing. Seperti kebanyakan warung kopi lain, warung ini berupa dua pintu toko yang digabungkan. Di depannya (yang seharusnya menjadi tempat parkir) dibangun kanopi panjang. Saya dan pengunjung lain harus memarkir kendaraan di badan jalan.

Ustaz meminta maaf karena agak terlambat. Di rumahnya listrik masih padam dan air belum mengalir. Sejak banjir Aceh 27 November lalu, kehidupan belum sepenuhnya normal, bahkan di Banda Aceh yang tidak terdampak banjir.

“Kupi phet sikhan,” pesan saya kepada pelayan setelah duduk.

Warung kopi ini dipenuhi kursi plastik murah berwarna biru. Mejanya lumayan bagus, terbuat dari besi stainless tebal dan mengilap. Pagi itu hampir semua kursi terisi. Mungkin karena kawasan warung kopi ini mendapat giliran hidup listrik. Orang-orang datang bukan hanya untuk ngopi, tetapi juga untuk mengecas ponsel, laptop, menyalakan kipas, lampu darurat, dan berbagai peralatan elektronik lainnya.

Saat pelayan mengantarkan pesanan saya, seorang kawan lain, Pak Din, datang dan bergabung di meja. Ia memesan kopi yang sama dan berkata kepada pelayan, “Neuba kuweh beh” (bawa kue juga ya). Namun ketika pesanan datang, tidak ada kue. Kata pelayan, kue-kue sudah habis.

Beberapa menit kemudian ustaz tiba. Setelah meminta maaf karena terlambat, ia duduk di salah satu kursi. Dua menit setelah itu, segelas sanger datang ke meja. Ia berkata kepada pelayan, “Neuba kuweh beh.” Pelayan segera pergi dan kembali membawa beberapa piring kue.

Pak Din langsung merespons, “Bagaimana bisa tiba-tiba ada kue ketika ustaz datang, padahal dari tadi kami minta katanya sudah habis?”

Ustaz tersenyum.

“Saya minum kopi di sini hampir setiap pagi, sudah beberapa tahun. Saya memesan minuman yang sama dan duduk di tempat yang sama. Tidak perlu mengatakan apa-apa kepada pelayan, dia sudah tahu,” kata ustaz menjelaskan.

“Lihatlah,” kata Pak Din. “Sekarang semua butuh ordal ‘orang dalam’. Di warung kopi saja seperti itu, bagaimana kalau di luar sana?”

Di jalan-jalan sekarang banyak orang menunggu gas. Antrian memanjang jauh lebih panjang dari kenangan. Orang-orang berdiri di samping tabung, menunggu giliran menukarkannya dengan yang telah berisi. Mereka tidak sedang menunggu barang gratis bantuan pemerintah, melainkan membelinya dengan harga resmi. Mereka juga tidak meminta diskon. Namun hasilnya, mereka harus menahan lelah dan sakit.

Gas teramat penting saat ini. Ia yang membuat dapur kembali mengepul. Panas, hujan, bahkan geulanteu tidak membuat barisan ini bubar. Mereka tetap bertahan sampai tabung itu terisi. Manajemen yang buruk, pasokan terbatas, dan kongkalikong aparat bejat yang serakah membuat ribuan orang harus menderita.

Pak Din bercerita tentang tetangganya yang tidak mengantri sama sekali. Siang kemarin ia menelepon Pak Anu dan bilang butuh gas: dua tabung besar dan empat tabung kecil. Pak Anu menyuruhnya mengantar tabung ke rumah. Sore hari sudah bisa diambil semuanya terisi.

“Harganya?” tanya saya.

“Sama-sama maklum lah,” katanya. “Itulah gunanya ada orang dalam.”

Kami duduk di warung kopi itu lebih dari satu jam. Sepanjang waktu itu saya mendengarkan cerita tentang bagaimana “orang dalam” bekerja di masa sulit ini. Mereka bekerja untuk dirinya, keluarganya, dan sisa-sisa tenaganya untuk orang-orang yang membayar pajak yang membiayai gaji dan fasilitas hidup mereka. Namun untuk kelompok terakhir itu, Pak Anu akan meminta bayaran lebih, atau ya… ikut antre di terik itu.

“Jadi, kue ini perlu bayar lebih?” tanya saya kepada ustaz, sebab ia memesan kue sebagai “orang dalam”.

“Tidak perlu. Hari ini saya yang traktir,” katanya.

Lalu kami pun bubar, menuju tempat kerja masing-masing.
Di dalam mobil, saya mulai berpikir: bagaimana caranya punya orang dalam?[]

Tags: acehAntrianBencana Sumatera 2025Orang DalamTabung Gas
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Risnawati Ridwan ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh
Opini

Film Teach You a Lesson: Sebab yang Perlu Dididik Kadang Bukan Anak, tetapi Orang Dewasa

by SAGOE TV
July 21, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas
Opini

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

by SAGOE TV
July 18, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang
Opini

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

by SAGOE TV
July 17, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh
Opini

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

by SAGOE TV
July 16, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi
Opini

Tentang Media dan Perhatian Publik

by SAGOE TV
July 14, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026
Kardo National Qualifier Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh

Kardo National Qualifier: Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh

July 21, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

July 17, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Muhammad Dahlan, Praktisi Migas Asal Aceh yang Mendunia

Muhammad Dahlan, Praktisi Migas Asal Aceh yang Mendunia

March 11, 2025

EDITOR'S PICK

Pj Bupati Aceh Besar Bersilaturahmi dengan Bupati Terpilih Muharram Idris

Pj Bupati Aceh Besar Bersilaturahmi dengan Bupati Terpilih Muharram Idris

February 7, 2025
Pj Bupati Aceh Besar Sambut Kedatangan Pj Gubernur Aceh

Pj Bupati Aceh Besar Sambut Kedatangan Pj Gubernur Aceh

February 8, 2026
Dosen UIN Ar-Raniry Nazaruddin Musa menawarkan konsep Masjid Digital sebagai pendekatan sistematis berbasis kebutuhan masjid

Dosen UIN Ar-Raniry Dorong Masjid Beradaptasi dengan Digital agar Relevan bagi Generasi Muda

February 6, 2026
DPR RI Bahas Revisi UUPA, Mualem Ikut Pantau Jalannya RDP

DPR RI Bahas Revisi UUPA, Mualem Ikut Pantau Jalannya RDP

May 25, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.