BANDA ACEH | SAGOE TV – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 5,31 persen pada Maret 2026. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pelaksana Harian Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, menyebutkan bahwa inflasi tahunan tersebut dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas utama kebutuhan masyarakat.
“Berdasarkan data inflasi menurut kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan tertinggi sebesar 2,03 persen,” kata Tasdik, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan inflasi pada Maret 2026 antara lain dipengaruhi oleh naiknya harga tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, serta sigaret kretek mesin (SKM).
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru memberikan kontribusi terhadap deflasi atau penurunan harga secara tahunan, seperti cabai merah, kentang, bawang putih, serta baju muslim wanita dan cabai rawit.
Selain secara tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) di Aceh sebesar 0,04 persen pada Maret 2026 dibandingkan Februari 2026.
Kelompok pengeluaran penyediaan makanan dan minuman/restoran menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan tingkat inflasi 0,68 persen dan andil sebesar 0,08 persen.
Komoditas yang mempengaruhi inflasi bulanan di antaranya udang basah, nasi dengan lauk, telur ayam ras, bensin, serta ikan tongkol. Sementara itu, komoditas seperti tomat, ikan bandeng, cabai merah, emas perhiasan, dan baju muslim wanita menjadi penyumbang deflasi bulanan.
Tasdik menambahkan, penghitungan inflasi di Aceh dilakukan di lima wilayah, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.
Pada Maret 2026, seluruh wilayah tersebut mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi tercatat di Aceh Tengah sebesar 6,07 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Aceh Tamiang sebesar 4,84 persen.
Sementara itu, secara bulanan hampir seluruh daerah mengalami inflasi, kecuali Aceh Tengah yang justru mencatat deflasi sebesar 0,56 persen. Adapun inflasi bulanan tertinggi terjadi di Aceh Tamiang dengan angka 0,46 persen. []




















