SAGOETV | BANDA ACEH – Ramadhan telah memasuki hari ke-28, menandakan bulan suci ini akan segera berakhir dalam dua atau tiga hari ke depan. Bulan penuh berkah ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah serta memperbaiki diri dari dosa-dosa yang lalu.
Akademisi IAIN Langsa, Dr Tgk. H. Awwalul Zikri, Lc, MA, mengawali ceramah dan Kajian Subuh, Jum’at, (28/03/2025) di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, dengan menyampaikan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya dan Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya. Hadis tersebut mengisahkan dua orang sahabat Nabi yang masuk Islam bersamaan. Salah satu dari mereka lebih giat beribadah dan turut berjihad hingga gugur sebagai syahid. Sementara sahabat lainnya hidup setahun lebih lama sebelum akhirnya meninggal dunia.
Dikisahkan, sahabat Nabi, Thalhah bin Ubaidillah, bermimpi melihat keduanya berdiri di depan pintu surga. Dalam mimpinya, seorang malaikat keluar dan mempersilakan sahabat yang meninggal setahun kemudian untuk masuk lebih dahulu, baru kemudian disusul oleh sahabat yang gugur syahid. Thalhah pun merasa heran, mengapa yang wafat lebih dahulu justru masuk belakangan.
Saat mimpi ini disampaikan kepada Rasulullah, beliau bertanya kepada para sahabat, “Apa yang membuat kalian heran?” Mereka menjawab bahwa mereka terkejut mengapa sahabat yang meninggal lebih dulu tidak lebih dahulu masuk surga. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa sahabat yang hidup setahun lebih lama memiliki kesempatan untuk menjalani satu Ramadan tambahan, lebih banyak melakukan rukuk, sujud, serta ibadah lainnya.
“Keutamaan ibadah di bulan Ramadan begitu besar sehingga dapat membedakan derajat seseorang di sisi Allah,” ujar Tgk. Awwalul Zikri, yang juga anggota Dewan Fatwa Nasional Al Jam’iyatul Washliyah.
Pada bulan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan minimal 70 kali lipat. Rasulullah menegaskan bahwa sedekah yang diberikan di bulan Ramadan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibanding bulan lainnya. Jika seseorang bersedekah Rp100.000 di luar Ramadan, maka di bulan suci ini pahalanya setara dengan Rp7 juta. Hal ini juga berlaku untuk bacaan Al-Qur’an. Setiap huruf yang dibaca di bulan Ramadan memperoleh pahala 70 kali lipat lebih besar dibanding bulan lainnya.
Selain itu, Ramadan juga dikenal sebagai Syahrul Muwasah, bulan kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama. Rasulullah bersabda bahwa tidak ada seorang pun yang bisa masuk surga hanya berdasarkan amal ibadahnya semata. Ketika para sahabat bertanya, “Termasuk engkau, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Termasuk aku, kecuali jika Allah memberikan rahmat-Nya.”
Hal ini menunjukkan bahwa rahmat Allah adalah kunci utama untuk masuk ke dalam surga. Para ulama menjelaskan bahwa meskipun amal ibadah tetap diperlukan, yang menentukan seseorang masuk surga adalah rahmat Allah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan di bulan Ramadan, baik melalui ibadah pribadi seperti salat dan membaca Al-Qur’an, maupun menjaga hubungan sosial dengan berbagi rezeki dan menolong mereka yang membutuhkan.
Dewan Pengawas Baitul Mal Kota Langsa mengajak umat Islam untuk memanfaatkan hari-hari terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan amalan baik agar mendapatkan rahmat Allah serta meraih derajat yang tinggi di sisi-Nya. []