• Tentang Kami
Monday, June 15, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Menghidupkan Dua Mesin Ekonomi Aceh: Saatnya Likuiditas Menjadi Strategi Pembangunan

SAGOE TV by SAGOE TV
April 16, 2026
in Analisis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kepala Kanwil Bea dan Cukai Aceh, Safuadi, ST., M.Sc., Ph.D.

Safuadi, ST., M.Sc., Ph.D. Foto: SagoeTV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Safuadi, ST., M.Sc., Ph.D
Pemerhati Pembangunan dan Ekonomi Aceh.

Selama bertahun-tahun, pembangunan ekonomi di banyak daerah termasuk Aceh cenderung bertumpu hanya pada satu mesin: APBD sebagai sumber belanja pembangunan. Logika yang digunakan sederhana: jika pemerintah membangun jalan, jembatan, kantor, atau fasilitas publik, maka ekonomi akan bergerak, pendapatan masyarakat meningkat, dan indeks pembangunan manusia membaik.

BACA JUGA

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

Namun dalam praktiknya, ketergantungan pada satu mesin fiskal saja membuat gerak ekonomi daerah kurang bertenaga. Belanja pemerintah terbatas, penyalurannya bertahap, dan struktur belanjanya sering kali tidak dominan pada sektor produktif. Akibatnya, perekonomian bergerak lambat, investasi swasta tidak berkembang, dan pasar tidak memiliki cukup tenaga untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Di sini kita perlu melihat sebuah fakta baru yang menarik, yang muncul dari kebijakan nasional dalam beberapa waktu terakhir.

Bank Indonesia hingga November ini mencatat bahwa jumlah uang beredar luas (M2) mencapai Rp 9.771 triliun, meningkat 8% dibanding tahun sebelumnya. Dan yang lebih penting, kenaikan likuiditas ini bukan terjadi secara alamiah, melainkan karena adanya injeksi terarah berupa penyaluran dana sekitar Rp 200 triliun ke sistem perbankan nasional.

Dalam waktu sekitar dua bulan saja, efek pengganda (money multiplier) bekerja: Rp 200 triliun dana awal menghasilkan pergerakan ekonomi sekitar Rp 781 triliun. Padahal proyeksi awal hanya memperkirakan efek tersebut akan tercapai dalam kurun dua tahun.

Selama ini Aceh sebenarnya tidak miskin uang, tetapi miskin keberanian menggerakkan uang. Dana Bank Aceh, Dana Abadi Pendidikan, Dana Baitul Mal, dana idle kas daerah, dan berbagai simpanan lembaga keuangan kita lebih banyak tidur di deposito, giro, obligasi, dan saham, sementara petani tidak punya modal, nelayan kekurangan cold storage, UMKM kehabisan nafas, dan anak muda memilih merantau karena di kampungnya uang tidak berputar. Kita telah menjadikan uang sebagai barang untuk disimpan, bukan alat untuk menciptakan kesejahteraan, padahal uang hanya punya satu fungsi sejati: berputar dan melahirkan nilai tambah. Selama uang kita dibiarkan diam, ekonomi akan tetap diam. Jika kita ingin Aceh bangkit, maka kita harus mengubah pola pikir ini sekarang—hidupkan likuiditas, gerakkan pembiayaan produktif, dan jadikan dana-dana yang selama ini mengendap sebagai bensin untuk menghidupkan mesin ekonomi rakyat. Tanpa itu, berapa pun anggaran dan dana Otsus yang kita terima, hasilnya hanya sirkulasi kemiskinan yang sama, hanya dengan bentuk yang lebih rapi.

Pesan pentingnya sederhana:
Ketika uang didorong untuk beredar, bukan sekadar disimpan, maka ekonomi hidup.
Inilah mesin ekonomi kedua yang selama ini jarang disentuh oleh pemerintah daerah:
Mesin Moneter: Likuiditas Pasar

Jika mesin fiskal adalah bagaimana pemerintah mengumpulkan, mengelola dan membelanjakan uang, maka mesin moneter adalah bagaimana uang berputar di masyarakat dan sektor usaha.

Kenaikan M2 yang terjadi di tingkat nasional menunjukkan bahwa:
• Ketika perbankan mendapat penguatan likuiditas, mereka dapat memperluas pembiayaan.
• Pembiayaan tersebut mendorong produksi, perdagangan, dan konsumsi.
• Aktivitas ini menciptakan lapangan kerja, pendapatan, dan kepercayaan pasar.
Dengan kata lain:
Likuiditas adalah oksigen ekonomi. Tanpa likuiditas, usaha tidak bergerak, dan pasar kehilangan nafas.

Pelajaran untuk Aceh
Aceh memiliki modal fiskal yang besar melalui Dana Otsus dan APBA, namun belum memiliki strategi moneter daerah untuk menggerakkan likuiditas.

Selama ini:
• Dana pemerintah banyak yang mengendap di kas daerah dan bank
• Kredit produktif UMKM masih rendah
• Sektor pertanian dan perikanan kurang memperoleh modal kerja
• Perdagangan lokal lemah karena daya beli berkurang
• Investasi swasta enggan masuk karena perputaran uang rendah

Dengan kata lain:
Aceh memiliki air dalam kendi, tetapi belum menuangkannya ke ladang ekonomi yang haus.
Maka untuk menghidupkan ekonomi Aceh, kita perlu menyalakan dua mesin sekaligus:

1. Mesin Fiskal (APBA, Dana Otsus, DAK, Hibah)
Namun dengan satu catatan penting “Belanja harus diarahkan ke sektor produktif”, bukan hanya rutin dan infrastruktur fisik dasar.

2. Mesin Moneter (Likuiditas Pasar & Pembiayaan Produktif)
Melalui: “Skema creative financing”, “Penjaminan kredit berbasis pemerintah daerah”, “Pemanfaatan instrumen syariah Bank Aceh”, “Peningkatan pembiayaan koperasi dan UMKM”, “Dana bergulir sektor pangan, maritim, dan agroindustry”.

Ketika fiskal menciptakan pondasi, dan likuiditas menggerakkan roda usaha, maka:
“Daya beli naik, “Produksi meningkat”, “Pasar hidup”, “PAD bertumbuh secara structural”, “Kemiskinan menurun bukan karena bantuan, tapi karena pekerjaan”.

Saatnya Aceh Beralih dari Konsumsi ke Produktivitas
Kita harus berani menata arah pembangunan ekonomi Aceh ke depan:

Pola Lama Pola Baru
Bergantung pada belanja pemerintah Menggerakkan ekonomi berbasis pembiayaan produktif
Infrastruktur fisik sebagai fokus Aktivitas usaha sebagai lokomotif
Belanja → habis Pembiayaan → berputar & tumbuh
Dana mengendap Dana berputar & menciptakan nilai

Karena yang membuat ekonomi maju bukan seberapa banyak uang dimiliki, tetapi seberapa cepat uang beredar dan menciptakan nilai tambah.

Penutup
Momentum nasional menunjukkan bahwa likuiditas yang dikelola dengan benar dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi secara dramatis. Aceh dapat meniru pendekatan ini, bukan dengan meng-copy program pusat, tetapi dengan mendesain model pembiayaan berbasis karakter ekonomi Aceh: pertanian, kelautan, perikanan, industri kecil, dan jasa pariwisata.

Aceh telah memiliki modal fiskal, jaringan perbankan syariah, dan sumber daya ekonomi riil. Yang kita butuhkan sekarang bukan menambah alokasi, tetapi menghidupkan perputaran.

Ekonomi Aceh akan tumbuh bukan karena besar anggarannya, tetapi karena hidup perputaran uangnya. Dua mesin harus menyala. “Fiskal membangun – Moneter menggerakkan”.[]

Tags: acehEkonomiIndonesiaMakin Tahu IndonesiaPembangunan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Sulaiman Tripa
Analisis

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

by Anna Rizatil
February 2, 2026
Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala
Analisis

Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas
Analisis

Sabar Bukan Diam: Refleksi Etika dan Kebijakan dalam Penanggulangan Bencana Aceh

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan
Analisis

Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan

by Anna Rizatil
December 30, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

June 10, 2026
Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

June 10, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

June 8, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Mungkin yang kurang bukan acara Catatan tentang Banda Aceh, ruang perjumpaan, dan hal-hal yang terus dimulai dari awal

Mungkin Yang Kurang Bukan Acara

June 10, 2026
Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU

Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU

June 9, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026

EDITOR'S PICK

Dayah Insan Qurani Raih Penghargaan di Malam Apresiasi Kemenag Aceh Awards 2025

Dayah Insan Qurani Raih Penghargaan di Malam Apresiasi Kemenag Aceh Awards 2025

January 5, 2025
MoU dan Undang-Undang Pemerintah Aceh

MoU dan Undang-Undang Pemerintah Aceh

March 15, 2025
Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh Temui Wali Nanggroe Bahas Isu Penegakan Hukum

Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh Temui Wali Nanggroe Bahas Isu Penegakan Hukum

January 22, 2025
Pemerintah Umumkan Daftar 17 Hari Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama 2026

Pemerintah Umumkan Daftar 17 Hari Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama 2026

September 22, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.