• Tentang Kami
Wednesday, August 12, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Maraknya Pengemis dan Eksploitasi Anak di Banda Aceh, DPRK Desak Langkah Tegas

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
March 26, 2025
in Podcast
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Maraknya Pengemis dan Eksploitasi Anak di Banda Aceh, DPRK Desak Langkah Tegas
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Kota Banda Aceh kini menghadapi persoalan sosial yang semakin meresahkan. Gelandangan, pengemis (gepeng), serta eksploitasi anak yang dipaksa mengemis di berbagai tempat umum kian marak. Fenomena ini tidak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga mencoreng citra Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi yang mengusung nilai-nilai Islami dan destinasi wisata religi.

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd., dengan tegas mendesak pemerintah kota serta Pemerintah Aceh untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani masalah ini.

BACA JUGA

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

Pengemis dan Eksploitasi Anak

Menurut Dr. Musriadi, salah satu faktor utama meningkatnya jumlah pengemis di Banda Aceh adalah tingginya arus migrasi penduduk dari daerah sekitar seperti Aceh Besar, Sabang, dan Aceh Jaya. Data dari Dinas Sosial mengungkapkan bahwa dari sekitar 300 gelandangan yang terdata di kota ini, mayoritas bukanlah warga asli Banda Aceh, melainkan pendatang dari berbagai wilayah.

“Fenomena ini terus berulang dan belum tertangani dengan tuntas. Keberadaan mereka tidak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga mencoreng wajah Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi yang berlandaskan nilai-nilai Islami,” ujar Musriadi dalam tayangan Podcast Sagoetv, Sabtu (22/03/2025).

Ia juga menyoroti maraknya eksploitasi anak yang semakin mengkhawatirkan. Banyak anak kecil ditemukan mengemis di pusat-pusat keramaian seperti warung kopi, swalayan, dan persimpangan jalan. Lebih parahnya, diduga ada pihak tertentu yang mengoordinasi dan memanfaatkan anak-anak ini untuk mengemis demi keuntungan mereka sendiri.

“Ini bukan hanya masalah sosial, tetapi juga pelanggaran hak anak yang serius dan harus segera ditindak,” tegasnya.

Langkah dan Solusi 

Untuk mengatasi persoalan ini, Dr. Musriadi mengusulkan tiga langkah strategis yang harus segera diambil oleh pemerintah:

Pertama, kata Musriadi adalah adanya Regulasi dan Edukasi Masyarakat. Menurutnya, Pemerintah harus membuat regulasi yang melarang pemberian uang secara langsung kepada pengemis di tempat umum. selanjutnya, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) diharapkan mengeluarkan fatwa yang melarang pemberian sedekah kepada gepeng di fasilitas publik guna mengurangi praktik eksploitasi anak. kemudian, adanya sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mendukung praktik mengemis yang justru memperburuk kondisi sosial.

Kedua, Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial, di sini kata Anggota DPRK Banda Aceh Dapil Ulee Kareng – Syiah Kuala ini, pemerintah harus menyediakan program pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan keterampilan (life skills) dan pemberian modal usaha bagi para gepeng agar mereka dapat mandiri, serta membangun pusat rehabilitasi untuk menampung dan membina mereka agar tidak kembali ke jalanan.

Ketiga adalah adanya Kolaborasi Antar Pihak. dalam hal ini, kata politisi PAN Banda Aceh ini, diperlukan adanya siinergi antara Pemerintah Kota Banda Aceh, Pemerintah Aceh, DPRK, serta instansi terkait sangat diperlukan dalam menuntaskan persoalan ini. Selain sinergisitas, Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci dalam mendukung kebijakan zero gepeng di Banda Aceh.

Masih dengan Musriadi, jika langkah-langkah tersebut tidak segera diambil, maka fenomena ini akan terus berulang dan semakin sulit diatasi.

“Kami berharap pemerintah bersikap tegas dan mengambil langkah yang konkret serta berkelanjutan. Jangan biarkan Banda Aceh terus menghadapi masalah yang sama tanpa solusi nyata,” tutupnya. []

Tags: Banda AcehDPRKEksploitasi AnakPengemispodcast
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia
Podcast

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

by SAGOE TV
August 3, 2026
Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri
Podcast

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

by SAGOE TV
June 30, 2026
Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan Pageu Gampong dan Benteng Keluarga
Podcast

Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan ‘Pageu Gampong’ dan Benteng Keluarga

by SAGOE TV
June 30, 2026
Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh
Podcast

Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh

by SAGOE TV
June 30, 2026
Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data
Podcast

Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data

by SAGOE TV
June 26, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kemiskinan di Aceh Naik Jadi 12,34 Persen, Jumlah Penduduk Miskin Bertambah 10.400 Orang

Kemiskinan di Aceh Naik Jadi 12,34 Persen, Jumlah Penduduk Miskin Bertambah 10.400 Orang

August 6, 2026
Ketika Banyak Orang Mengeluh, SPS Revival Memilih Membangun

Ketika Banyak Orang Mengeluh, SPS Revival Memilih Membangun

August 7, 2026
Calvin Ho

Paradoks Aceh: Mengapa Kekayaan Alam Tidak Menjadi Kemakmuran?

August 7, 2026
Makna Cinta, di Antara Cut Nyak Dhien & Kahlil Gibran

Makna Cinta, di Antara Cut Nyak Dhien & Kahlil Gibran

August 6, 2026
MTsN 2 Banda Aceh Luncurkan Tujuh Buku Karya Siswa dan Guru, Cetak Generasi Penulis Sejak Dini

MTsN 2 Banda Aceh Luncurkan Tujuh Buku Karya Siswa dan Guru, Cetak Generasi Penulis Sejak Dini

August 8, 2026
Bahlil Lantik Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA, Pimpin Pengelolaan Migas Aceh

Bahlil Lantik Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA, Pimpin Pengelolaan Migas Aceh

August 5, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Prodi Ekonomi Syariah UIA Jalani Asesmen LAMEMBA, Dorong Peningkatan Mutu Dosen dan Lulusan

Prodi Ekonomi Syariah UIA Jalani Asesmen LAMEMBA, Dorong Peningkatan Mutu Dosen dan Lulusan

August 11, 2026
USK Jajaki Kolaborasi dengan Mubadala Energy, Fokus Pengembangan SDM dan Mahasiswa

USK Jajaki Kolaborasi dengan Mubadala Energy, Fokus Pengembangan SDM dan Mahasiswa

August 7, 2026

EDITOR'S PICK

Salah Baca Langkah Cina, Visi Global 2021 Runtuh

Akankah China-Rusia Bakal Masuk Jebakan Rawa Perang Asimetris dan Bom Waktu AS di Afghanistan?

September 8, 2021
Pemerintah Aceh Dukung Penuh Proyek PLTP Seulawah untuk Energi Berkelanjutan

Pemerintah Aceh Dukung Penuh Proyek PLTP Seulawah untuk Energi Berkelanjutan

May 6, 2025
Perluas Jejaring Global, UIN Ar-Raniry Gandeng Universitas ALKU Turki

Perluas Jejaring Global, UIN Ar-Raniry Gandeng Universitas ALKU Turki

January 27, 2026
Sahlan Hanafiah

Mengapa Pilkada Aceh Tidak (lagi) Rawan?

March 15, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.