• Tentang Kami
Tuesday, July 7, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Membaca Ulang Islam dan Keacehan di Tengah Formalisasi Syariat

Anna Rizatil by Anna Rizatil
January 31, 2026
in Resensi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Membaca Ulang Islam dan Keacehan di Tengah Formalisasi Syariat
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: ANDRI SAFRIZAL
Alumnus STIAPEN

Karya ini ditulis oleh para penulis muda yang tengah berada dalam proses pencarian dan pematangan bentuk keilmuan masing-masing. Sikap kritis dan ketajaman analisis menjadi ciri khas yang menandai tulisan-tulisan mereka. Gagasan yang dihadirkan lahir dari kegelisahan akademik yang jujur dan mendalam, tanpa dibebani kepentingan lain selain upaya memahami dan merespons realitas sosial yang mereka hadapi.

BACA JUGA

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

Melalui kata kunci “Islam” dan “Aceh”, para penulis berusaha menawarkan beragam perspektif atas dinamika sosial, budaya, dan keagamaan yang sedang berlangsung. Tulisan-tulisan dalam buku ini tidak dimaksudkan sebagai pemikiran yang final atau penutup dari perjalanan intelektual para penulis. Sebaliknya, karya ini lebih tepat dipahami sebagai rekam jejak proses berpikir, pengalaman intelektual, dan dialektika gagasan yang terus bergerak dan berkembang. Karena itu, pandangan-pandangan yang disampaikan bersifat terbuka, reflektif, dan memungkinkan untuk terus diperdebatkan serta diperkaya seiring waktu.

Tulisan-tulisan dalam buku ini menyoroti berbagai isu kekinian yang berkembang di Aceh. Pasca tsunami, setidaknya muncul tiga isu pokok yang terus membentuk dinamika sosial Aceh, yakni keislaman, keacehan dan keindonesiaan. Pola penyesuaian masyarakat terhadap ketiga ranah tersebut berlangsung secara kompleks dan dinamis, sering kali saling beririsan sekaligus memunculkan ketegangan.

Dalam konteks keislaman, perdebatan mengemuka mengenai bagaimana ajaran Islam dijalankan, dimaknai dan dilembagakan dalam kehidupan masyarakat Aceh. Sementara itu, diskursus keacehan membawa persoalan identitas ke permukaan, terutama terkait jati diri orang Aceh di tengah perubahan sosial dan politik. Adapun pada ranah keindonesiaan, isu integrasi antara Aceh dan Indonesia masih menjadi problem laten yang terus dipertanyakan dan dinegosiasikan.

Buku ini dapat dibaca sebagai kumpulan gagasan progresif dalam upaya memahami Aceh kontemporer secara lebih jernih dan mendalam. Ide-ide progresif yang ditawarkan tidak dimaksudkan untuk menentang tatanan masyarakat normatif yang telah ada, melainkan untuk mengisi ruang-ruang kosong dalam rekayasa budaya yang selama ini cenderung “diagamakan” secara formalistik. Para penulis berusaha menghadirkan tawaran pemikiran yang mendorong pembacaan ulang terhadap hubungan antara Islam, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Dalam konteks ini, buku ini menyiratkan pentingnya kontribusi spirit Islam yang membumi, hadir sebagai nilai etis dan kesadaran moral, bukan semata-mata sebagai seperangkat aturan legal-formal. Regulasi dan formalisasi memang dapat membentuk masyarakat yang normatif, tetapi di tengah laju perubahan sosial yang semakin cepat, pendekatan tersebut kerap gagal menjangkau lapisan terdalam masyarakat Aceh, yakni dimensi batin dan kesadaran. Karena itu, gagasan-gagasan dalam buku ini mengajak pembaca untuk melihat Islam dan Aceh sebagai pengalaman hidup yang terus bergerak, bukan sekadar objek pengaturan hukum. Pemahaman inilah yang menjadi kunci ketika membuka halaman demi halaman buku ini, sebagai sebuah ajakan reflektif untuk meresapi makna Islam dan keacehan secara lebih substantif.

Judul Buku : Islam, Formalisasi Syariat Islam Dan Post-Islamisme Di Aceh
Penulis : Muhammad Alkaf, Mulyadi, Mukhlisuddin Ilyas, Fadhli Espece, Almuzanni, Zulfata, Zahlul Pasha, Khairul Akbar, Khairil Miswar, Yogi Febriandi, Ramli Cibro, M. Mirza Ardi, Zulfikar Riza Haris Pohan, Miswari, Noviandy, Muhammad Ansor, Muhammad Jafar Sulaiman
Pengantar : Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Ph.D
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-7081-20-3
Cetakan : 2019
Jumlah Halaman : xviii + 211 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801

Tags: acehBandar PublishingBukuIslamresensi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Membaca kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh
Resensi

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

by Anna Rizatil
February 13, 2026
Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah
Resensi

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

by Anna Rizatil
February 11, 2026
Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat
Resensi

Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat

by Anna Rizatil
February 7, 2026
Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh
Resensi

Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh

by Anna Rizatil
February 6, 2026
Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi
Resensi

Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi

by Anna Rizatil
February 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Jejak Pusaka (Heritage Trail) Sebagai Media Membaca Kembali Cita-Cita Darussalam

Jejak Pusaka (Heritage Trail) Sebagai Media Membaca Kembali Cita-Cita Darussalam

July 6, 2026
Asrul Sidiq

Kota Kolaborasi, tetapi Belum dengan Tetangga

June 30, 2026
Dari Medan Menuju Banda Aceh Mendunia: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Baru Membangun Kota

Dari Medan Menuju Banda Aceh Mendunia: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Baru Membangun Kota

July 6, 2026
Calvin Ho

Syariat, Otonomi, dan Kemiskinan: Dua Dekade yang Terbuang di Aceh

June 30, 2026
Bandar Publishing Terbitkan Buku Wakil Ketua DPRK Banda Aceh

Membangun Aceh dari Masjid

July 2, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Calvin Ho

Paradoks Negara Kepulauan: Aceh dalam Visi Maritim Nasional Indonesia

July 5, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Di Balik Sekolah Unggul: Antara Ijazah, Koneksi, dan Jurang Kesempatan

June 29, 2026
USK Perkuat Jejaring Internasional melalui Forum Pendidikan Tinggi Indonesia-Prancis

USK Perkuat Jejaring Internasional melalui Forum Pendidikan Tinggi Indonesia-Prancis

July 3, 2026

EDITOR'S PICK

USK dan ILO Percepat Pengembangan Nilam, dari Riset ke Industri Bernilai Ekonomi

USK dan ILO Percepat Pengembangan Nilam, dari Riset ke Industri Bernilai Ekonomi

April 24, 2026
UIN Ar-Raniry Gandeng DaMe Consultant Perkuat Pendidikan Profesi Psikologi di Aceh

UIN Ar-Raniry Gandeng DaMe Consultant Perkuat Pendidikan Profesi Psikologi di Aceh

June 7, 2026
Aceh di Persimpangan Energi dan Budaya: Cerita Tentang Martabat, Pembangunan, dan Harapan Baru

Aceh di Persimpangan Energi dan Budaya: Cerita Tentang Martabat, Pembangunan, dan Harapan Baru

October 7, 2025
24 Dosen UIN Ar-Raniry Lulus Sertifikasi Asesor Kompetensi BNSP

24 Dosen UIN Ar-Raniry Lulus Sertifikasi Asesor Kompetensi BNSP

June 15, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.