• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Membersihkan Sampah di Jalan, Mencuci Kotoran di Pikiran

SAGOE TV by SAGOE TV
February 6, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Reposisi dan Evaluasi Aceh di Dalam NKRI

Adnan Daud. Foto: Arsip Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Adnan Daud
Diaspora Aceh yang bermukim di Denmark

Aceh hari ini sedang menghadapi paradoks yang menyesakkan dada. Di satu sisi, kita bangga dengan julukan Serambi Mekkah dan ketaatan spiritual yang tinggi. Namun di sisi lain, wajah ruang publik kita yang mulai dari parit yang tersumbat plastik hingga tumpukan sampah di sudut jalan. Ini adalah cerita tentang sebuah krisis kesadaran yang akut sekaligus kegagalan sistemik birokrasi.

Kita harus jujur, Aceh tidak kotor karena takdir. Sampah di jalanan kita tidak jatuh dari langit, dan amburadulnya tata kelola pemerintahan bukan kiriman dari Tuhan. Itu semua adalah hasil dari cara berpikir yang malas, tidak kritis, dan kecenderungan kolektif untuk lebih suka hidup dalam dunia ilusi daripada menghadapi dunia realita.

BACA JUGA

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

Ada ironi besar yang menyelimuti keseharian kita. Banyak dari kita jauh lebih rajin berdebat tentang detail surga dan neraka, namun abai menjaga kebersihan lingkungan di dunia nyata. Kita sibuk membayangkan keindahan akhirat, tapi malas membangun kualitas hidup duniawi.

Bukankah kebersihan adalah sebagian dari iman? Sayangnya, kalimat itu sering berhenti sebagai slogan, sementara tangan yang sama masih dengan ringan membuang sampah ke selokan. Masalahnya bukan pada ajaran agama, melainkan pada cara kita memahaminya: iman dirayakan dalam ucapan, tetapi diabaikan dalam perbuatan.

Kritik Birokrasi

Namun, menyalahkan rakyat sepenuhnya tentu tidak adil. Di balik masyarakat yang tidak kritis, ada pemerintah yang membiarkan (atau bahkan menikmati) kondisi ini. Kita harus mempertanyakan: Ke mana perginya triliunan dana Otonomi Khusus (Otsus) yang di perkirakan telah mencapai sebesar Rp 100 triliun lebih dari periode tahun 2008 s/d 2025?

Mengapa dengan anggaran sebesar itu, Aceh masih berkutat pada masalah drainase yang buruk, pengelolaan sampah yang primitif, dan tata ruang dan pemerintahan yang semrawut?

Ini adalah bukti nyata gagalnya birokrasi serta runtuhnya kesadaran moral dan kedewasaan mental para penguasa atau elit politik di Aceh. Pemerintah Aceh lebih sibuk menghamburkan uang rakyat pada proyek-proyek seremonial yang sekadar cantik di foto, sarat pesta pora dan foya-foya. Sementara itu, Rp100 triliun lebih dana publik telah dihabiskan tanpa mampu menjawab kebutuhan paling mendasar rakyat: pelayanan publik yang layak dan berkeadilan.

Ketidakmampuan pemerintah dalam menegakkan hukum (law enforcement) mencerminkan mentalitas otoritas yang malas dan tidak dewasa. Mereka lebih suka membiarkan sistem rusak agar tetap bisa memelihara ketergantungan rakyat pada bantuan-bantuan instan, daripada mencerdaskan rakyat untuk membangun sistem mandiri yang sehat.

Lingkaran Setan

Masalah Aceh menjadi sistemik, ketika rakyat yang tidak kritis bertemu dengan pemimpin yang tidak berkualitas. Lahirlah “lingkaran setan”. Rakyat yang tidak dewasa melahirkan pemimpin yang hanya pandai berjanji. Pemimpin tersebut kemudian menggunakan narasi-narasi moralitas atau agama sebagai tameng untuk menutupi ketidakmampuan mereka dalam bekerja secara teknokratis.

Masalah kita bukan pada “takdir”. Masalah Aceh adalah ketika narasi-narasi tersebut dipakai sebagai pelarian dari tanggung jawab sosial. Kita menggunakan “nasib” sebagai alasan untuk malas berpikir kritis, malas belajar ilmu-ilmu empiris, dan malas menuntut hak atas lingkungan yang sehat dari pemerintah.

Membersihkan Pikiran, Membangun Peradaban.

Jika kita ingin Aceh bersih, maka yang harus dibersihkan bukan hanya jalan raya, melainkan:

  1. Cara berpikir birokrasi agar tidak lagi memandang jabatan sebagai lahan bagi-bagi proyek tanpa hasil nyata.
  2. Cara memahami kebenaran yang harus berbasis data dan verifikasi ilmiah (empiris), bukan mengimani atau percaya apa saja apa kata “kata orang” atau cerita tanpa dasar.
  3. Keberanian rakyat untuk kritis terhadap kebijakan pemerintahan yang tidak berpihak pada rakyat dan keberlanjutan.

Kesadaran bukan soal suku atau agama, kesadaran adalah soal kedewasaan mental. Kita tidak bisa terus-menerus memuja langit sambil merusak bumi. Sudah saatnya kita berhenti menyalahkan keadaan. Masa depan Aceh tidak terletak pada “nasib”, melainkan pada seberapa berani kita mencuci kotoran di pikiran kita sendiri, meningkat kesadaran dan kedewasaan mental kita dan seberapa berani kita menuntut pemerintah untuk berhenti bekerja secara amatiran.[]

 

Tags: acehBirokrasiDiasporaIndonesiaSampah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas
Opini

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

by SAGOE TV
July 18, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang
Opini

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

by SAGOE TV
July 17, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh
Opini

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

by SAGOE TV
July 16, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi
Opini

Tentang Media dan Perhatian Publik

by SAGOE TV
July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti
Opini

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

by SAGOE TV
July 13, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026

EDITOR'S PICK

Rendahnya Kesadaran Warga, Puluhan Relawan Bersihkan Pantai Ujong Blang

Rendahnya Kesadaran Warga, Puluhan Relawan Bersihkan Pantai Ujong Blang

February 18, 2025
Gubernur Aceh Ikuti Panen Raya Serentak di 14 Provinsi dari Gampong Lamcarak

Gubernur Aceh Ikuti Panen Raya Serentak di 14 Provinsi dari Gampong Lamcarak

April 7, 2025
Jam Belajar Siswa Disesuaikan Selama Ramadhan, Kadisdik Aceh Serukan Peran Aktif Orang Tua

Dinas Pendidikan Aceh Terbitkan Edaran Pengendalian Aktivitas Siswa di Malam Hari

May 6, 2025
Presiden Jokowi Resmikan 24 Ruas Jalan di Aceh Tingkatkan Konektivitas dan Mobilitas

Presiden Jokowi Resmikan 24 Ruas Jalan di Aceh: Tingkatkan Konektivitas dan Mobilitas

February 8, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.