• Tentang Kami
Friday, October 23, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Membersihkan Sampah di Jalan, Mencuci Kotoran di Pikiran

SAGOE TV by SAGOE TV
February 6, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Reposisi dan Evaluasi Aceh di Dalam NKRI

Adnan Daud. Foto: Arsip Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Adnan Daud
Diaspora Aceh yang bermukim di Denmark

Aceh hari ini sedang menghadapi paradoks yang menyesakkan dada. Di satu sisi, kita bangga dengan julukan Serambi Mekkah dan ketaatan spiritual yang tinggi. Namun di sisi lain, wajah ruang publik kita yang mulai dari parit yang tersumbat plastik hingga tumpukan sampah di sudut jalan. Ini adalah cerita tentang sebuah krisis kesadaran yang akut sekaligus kegagalan sistemik birokrasi.

Kita harus jujur, Aceh tidak kotor karena takdir. Sampah di jalanan kita tidak jatuh dari langit, dan amburadulnya tata kelola pemerintahan bukan kiriman dari Tuhan. Itu semua adalah hasil dari cara berpikir yang malas, tidak kritis, dan kecenderungan kolektif untuk lebih suka hidup dalam dunia ilusi daripada menghadapi dunia realita.

BACA JUGA

Banda Aceh, Kota yang Bisa Dicari Orang untuk Belajar

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

Ada ironi besar yang menyelimuti keseharian kita. Banyak dari kita jauh lebih rajin berdebat tentang detail surga dan neraka, namun abai menjaga kebersihan lingkungan di dunia nyata. Kita sibuk membayangkan keindahan akhirat, tapi malas membangun kualitas hidup duniawi.

Bukankah kebersihan adalah sebagian dari iman? Sayangnya, kalimat itu sering berhenti sebagai slogan, sementara tangan yang sama masih dengan ringan membuang sampah ke selokan. Masalahnya bukan pada ajaran agama, melainkan pada cara kita memahaminya: iman dirayakan dalam ucapan, tetapi diabaikan dalam perbuatan.

Kritik Birokrasi

Namun, menyalahkan rakyat sepenuhnya tentu tidak adil. Di balik masyarakat yang tidak kritis, ada pemerintah yang membiarkan (atau bahkan menikmati) kondisi ini. Kita harus mempertanyakan: Ke mana perginya triliunan dana Otonomi Khusus (Otsus) yang di perkirakan telah mencapai sebesar Rp 100 triliun lebih dari periode tahun 2008 s/d 2025?

Mengapa dengan anggaran sebesar itu, Aceh masih berkutat pada masalah drainase yang buruk, pengelolaan sampah yang primitif, dan tata ruang dan pemerintahan yang semrawut?

Ini adalah bukti nyata gagalnya birokrasi serta runtuhnya kesadaran moral dan kedewasaan mental para penguasa atau elit politik di Aceh. Pemerintah Aceh lebih sibuk menghamburkan uang rakyat pada proyek-proyek seremonial yang sekadar cantik di foto, sarat pesta pora dan foya-foya. Sementara itu, Rp100 triliun lebih dana publik telah dihabiskan tanpa mampu menjawab kebutuhan paling mendasar rakyat: pelayanan publik yang layak dan berkeadilan.

Ketidakmampuan pemerintah dalam menegakkan hukum (law enforcement) mencerminkan mentalitas otoritas yang malas dan tidak dewasa. Mereka lebih suka membiarkan sistem rusak agar tetap bisa memelihara ketergantungan rakyat pada bantuan-bantuan instan, daripada mencerdaskan rakyat untuk membangun sistem mandiri yang sehat.

Lingkaran Setan

Masalah Aceh menjadi sistemik, ketika rakyat yang tidak kritis bertemu dengan pemimpin yang tidak berkualitas. Lahirlah “lingkaran setan”. Rakyat yang tidak dewasa melahirkan pemimpin yang hanya pandai berjanji. Pemimpin tersebut kemudian menggunakan narasi-narasi moralitas atau agama sebagai tameng untuk menutupi ketidakmampuan mereka dalam bekerja secara teknokratis.

Masalah kita bukan pada “takdir”. Masalah Aceh adalah ketika narasi-narasi tersebut dipakai sebagai pelarian dari tanggung jawab sosial. Kita menggunakan “nasib” sebagai alasan untuk malas berpikir kritis, malas belajar ilmu-ilmu empiris, dan malas menuntut hak atas lingkungan yang sehat dari pemerintah.

Membersihkan Pikiran, Membangun Peradaban.

Jika kita ingin Aceh bersih, maka yang harus dibersihkan bukan hanya jalan raya, melainkan:

  1. Cara berpikir birokrasi agar tidak lagi memandang jabatan sebagai lahan bagi-bagi proyek tanpa hasil nyata.
  2. Cara memahami kebenaran yang harus berbasis data dan verifikasi ilmiah (empiris), bukan mengimani atau percaya apa saja apa kata “kata orang” atau cerita tanpa dasar.
  3. Keberanian rakyat untuk kritis terhadap kebijakan pemerintahan yang tidak berpihak pada rakyat dan keberlanjutan.

Kesadaran bukan soal suku atau agama, kesadaran adalah soal kedewasaan mental. Kita tidak bisa terus-menerus memuja langit sambil merusak bumi. Sudah saatnya kita berhenti menyalahkan keadaan. Masa depan Aceh tidak terletak pada “nasib”, melainkan pada seberapa berani kita mencuci kotoran di pikiran kita sendiri, meningkat kesadaran dan kedewasaan mental kita dan seberapa berani kita menuntut pemerintah untuk berhenti bekerja secara amatiran.[]

 

Tags: AcehBirokrasiDiasporaIndonesiaSampah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Ari J. Palawi
Opini

Banda Aceh, Kota yang Bisa Dicari Orang untuk Belajar

by SAGOE TV
October 23, 2026
Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam
Opini

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

by SAGOE TV
October 21, 2026
Negeri Hahaha Hihihi
Opini

Negeri Hahaha Hihihi

by SAGOE TV
October 20, 2026
Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa
Opini

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

by SAGOE TV
October 19, 2026
Risnawati Ridwan
Opini

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

by Risnawati binti Ridwan
October 18, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

October 21, 2026
Dugaan Penggerebekan Pabrik Sabu-Sabu di Pidie Bikin Warga Terkejut, Polisi Masih di Lokasi

Dugaan Penggerebekan Pabrik Sabu-Sabu di Pidie Bikin Warga Terkejut, Polisi Masih di Lokasi

October 22, 2026
Muhammad Riza Nurdin Direktur Komersial PT PEMA

Muhammad Riza Nurdin Ditunjuk Jadi Direktur Komersial PT PEMA

October 20, 2026
Risnawati Ridwan

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

October 18, 2026
Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 18, 2026
Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

October 21, 2026
Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

October 19, 2026

EDITOR'S PICK

Persiraja Curi Poin di Tegal, Akhyar Ilyas Syukuri Hasil Imbang Lawan Persekat

Persiraja Curi Poin di Tegal, Akhyar Ilyas Syukuri Hasil Imbang Lawan Persekat

January 24, 2026
Laga Eksibisi Oemar Diyan FC dan Pemkab Aceh Besar FC

Laga Eksibisi Oemar Diyan FC dan Pemkab Aceh Besar FC

January 16, 2025
Didanai SBSN, Gedung Ruang Kuliah Terpadu UIN Ar-Raniry Segera Dioperasikan

Didanai SBSN, Gedung Ruang Kuliah Terpadu UIN Ar-Raniry Segera Dioperasikan

October 27, 2024
Muharram Journalism College (MJC) Wisuda Angkatan ke-18, Cetak Jurnalis Muda Beretika di Era Digital

MJC Wisuda Angkatan ke-18, Cetak Jurnalis Muda Beretika di Era Digital

November 9, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.