Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya mendorong budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar. Dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XX Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) di Jakarta, Rabu (19/11/2025), ia menekankan bahwa pekerjaan rumah (PR) seharusnya tidak hanya berisi soal, tetapi juga tugas membaca dan menulis sebagai bagian integral dari proses pembelajaran.
“Pekerjaan rumah (PR) itu penting, tetapi bukan hanya mengerjakan soal. PR mestinya menugaskan anak membaca dan menulis, seperti membuat resensi atau review buku,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kemendikdasmen, Jumat (21/11).
Selain itu, Menteri Mu’ti juga menyoroti perlunya membuka ruang imajinasi dan aktualisasi siswa. “Ruang imajinasi dan ruang aktualisasi anak-anak harus lebih terbuka. Pendidikan tidak boleh hanya mengajarkan menjawab soal, tetapi membangun nalar jernih bagi anak-anak,” tuturnya.
Untuk meningkatkan literasi sains dan numerasi, Menteri Mu’ti mengatakan bahwa Kemendikdasmen saat ini sedang mengembangkan buku-buku STEM yang disederhanakan, aplikatif, dan bermuatan nilai karakter.
“Kami tengah menyiapkan buku-buku STEM yang mudah, murah, menyenangkan, sekaligus mindful dan meaningful agar pembelajaran sains lebih dekat bagi anak-anak. Teknologi harus dijelaskan secara sederhana, tetapi tetap disertai nilai. Itulah pendidikan karakter dalam setiap mata pelajaran,” jelasnya.
Menteri Mu’ti kembali menegaskan kebijakan alokasi Dana BOS yang lebih fleksibel untuk pengadaan bahan bacaan. “Sekarang 10 persen Dana BOS dapat digunakan untuk membeli buku, termasuk buku non-teks. Ini bagian dari komitmen membangun budaya membaca. Kami memastikan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan agar sekolah memiliki sumber belajar yang memadai,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam memperkuat budaya membaca dan menulis sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kata dia, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran ekosistem perbukuan nasional.
“Keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh kekuatan sumber daya manusianya, dan penentunya adalah buku,” ujarnya.
Mu’ti menekankan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui perluasan akses belajar dan penguatan budaya literasi. “Kita membangun bangsa yang maju dan unggul melalui pendidikan bermutu, dan kuncinya adalah membangun budaya membaca serta budaya menulis,” tambahnya.
Lebih lanjut, Menteri Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada IKAPI sebagai mitra strategis dalam penyediaan bahan bacaan yang relevan dan bermutu. Ia menegaskan perlunya sinergi untuk memperkuat ekosistem literasi nasional.
“Kami berharap IKAPI tidak hanya menerbitkan buku, tetapi juga membantu melahirkan penulis-penulis yang baik serta membangun ekosistem literasi yang kuat,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya inovasi dalam penyajian buku agar lebih menarik bagi pelajar. “Buku akan menarik dibaca jika handy , ringan, layout -nya menarik, dan memudahkan pembaca memahami gagasan pentingnya,” ujar Mu’ti.
Ketua Umum IKAPI, Arys Hilman Nugraha, menyampaikan apresiasi atas perhatian Mendikdasmen terhadap industri perbukuan. Ia menegaskan harapan besar pelaku industri agar kebijakan pendidikan dapat membuka ruang lebih luas bagi perkembangan literasi nasional.
“Kami mendambakan kebijakan yang menyehatkan ekosistem perbukuan nasional, serta pemimpin yang memiliki kecintaan mendalam terhadap buku. Kami siap bekerja sama untuk membentuk masyarakat pembaca dan pembelajar,” ujarnya.
Arys menambahkan bahwa dunia perbukuan membutuhkan dukungan pemerintah agar dapat berkontribusi optimal bagi pendidikan bangsa. Munas IKAPI ke-20 yang mengusung tema “Relevan, Resilien, Rebolusioner: Penerbit Indonesia di Era Baru Literasi” digelar selama tiga hari hingga Jumat, 21 November 2025. []




















