ACEH UTARA | SAGOE TV – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh menuntaskan rangkaian Operasi Pasar Murah yang digelar di enam kabupaten sejak 27 April 2026. Penutupan kegiatan berlangsung di Aceh Utara, Rabu (29/4), bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional.
Program ini menjadi bagian dari intervensi pemerintah untuk menekan inflasi daerah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Tak hanya itu, kegiatan ini juga disinergikan dengan upaya peningkatan kesehatan keluarga, khususnya pemenuhan gizi anak.
Ketua Tim Pembina Posyandu Aceh, Marlina—istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem)—turut hadir di tengah masyarakat. Perempuan yang akrab disapa Kak Na itu menegaskan bahwa urusan pangan dan gizi merupakan fondasi utama pembangunan daerah.
“Kesehatan keluarga, terutama kecukupan gizi anak-anak, sangat bergantung pada kemudahan akses terhadap bahan pangan yang sehat dan terjangkau. Operasi pasar ini adalah langkah nyata agar dapur warga tetap ngebul dan gizi anak-anak Aceh tetap terpenuhi di tengah tantangan ekonomi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan. Pesan tersebut selaras dengan imbauan yang terpampang di lokasi kegiatan: “Belanjalah sesuai kebutuhan, bukan keinginan.”
Dalam operasi pasar murah ini, Disperindag Aceh menyediakan sejumlah kebutuhan pokok bersubsidi. Warga dapat membeli beras premium seharga Rp110.000 per 10 kilogram. Selain itu, tersedia minyak goreng Rp32.000 per 2 liter, gula pasir Rp28.000 per 2 kilogram, dan telur ayam Rp42.000 per papan—harga yang relatif lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Antusiasme warga terlihat tinggi. Program ini dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga akibat dampak bencana di sejumlah wilayah.
Pemerintah Aceh menilai operasi pasar murah sebagai instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung kesehatan masyarakat. Pemilihan Aceh Utara sebagai lokasi penutupan yang bertepatan dengan Hari Posyandu Nasional menjadi simbol bahwa ketahanan pangan dan kesehatan keluarga adalah dua hal yang saling berkaitan.
Dengan berakhirnya kegiatan di Aceh Utara, maka tuntas sudah rangkaian operasi pasar murah tahap ini di enam kabupaten.
“Disperindag Aceh berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan stok dan harga secara berkelanjutan demi memastikan ketahanan ekonomi warga di seluruh wilayah Aceh tetap terjaga,” ujar T Adi Darma, Kadisperindag Aceh. []




















