• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pantai Ujong Batee Nasibmu Kini

Sahlan Hanafiah by Sahlan Hanafiah
September 9, 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah. Foto: dok. SagoeTV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sahlan Hanafiah
Staf Pengajar Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar Raniry

Saya tak menyangka akan seperti itu. Berbekal kenangan indah masa kuliah dulu di tahun 90-an, saya mengajak keluarga ke pantai Ujong Batee. ”Jangan ke Lhoknga terus. Minggu ini kita ke Ujong Batee. Di sana pantainya tidak kalah cantik”, kata saya berusaha menyakinkan.

Dalam perjalanan dari Banda Aceh, saya bercerita tentang Ujong Batee. Saya bilang, ketika duduk di bangku kuliah dulu, saya bersama teman-teman mahasiswa sering mengadakan kegiatan kemahasiswaan di sana. Selain lokasinya mudah dijangkau dari Darussalam, pantai Ujong Batee juga indah, banyak pohon pinus, pasirnya bersih, dan ombaknya tidak terlalu besar sehingga cocok untuk mandi.

BACA JUGA

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

Ketika mendengar cerita itu, keluarga saya semakin tidak sabar ingin segera sampai di sana. Dalam bayangan mereka, Ujong Batee tidak kalah cantik dari Lampuuk dan Lhoknga, dua kawasan yang telah berhasil disulap menjadi destinasi baru masyarakat.

Kondisi pantai
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, akhirnya kami tiba di pantai Ujong Batee.
Dua pemuda paruh baya muncul dari balik pintu gerbang, menghampiri kendaraan kami. ”Berapa orang bang,” tanya mereka. ”Tiga orang,” jawab saya. ”Sembilan ribu,” katanya singkat.

Pemuda itu menyerahkan tiga lembar tiket masuk. Di halaman depan tiket tertulis Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh dengan tarif masuk tiga ribu per orang. Di halaman belakang tertulis larangan selama berada di area pantai.

”Tempat parkirnya di mana,” tanya saya. ”Boleh parkir di mana aja bang,” jawab mereka.

Saat saya fokus mencari tempat parkir, tiba-tiba istri saya berkata, ”Kelihatannya gak terurus pantai ini ya”. ”

Sepertinya begitu,” jawab saya sambil terus mencari tempat parkir.

”Baiknya kita lihat suasana dulu”, saran istri saya yang mulai ragu dengan tempat yang kami kunjungi. Saya sepakat dengannya.

Dari dalam kendaraan, kami memantau keadaan di sekitar pantai. Sampah plastik bertebaran di mana-mana. Para pedagang berjualan di gubuk reyot. Mereka umumnya menjual kelapa muda, makanan dan minuman instan. Wajahnya lesu tak bersemangat menunggu pembeli.

Para pengunjung pun terlihat sepi. Hanya beberapa remaja duduk di gubuk yang terletak di bibir pantai. Padahal hari itu hari Minggu. Semestinya ramai.

Sementara itu, beberapa bangunan beton terlihat terbengkalai. Sebagian dibiarkan kosong. Satu ruangan tak berpintu dijadikan tempat darurat untuk shalat para pedagang dan pengunjung. Melihat situasi seperti itu, kami memutuskan balik kanan, kembali ke Banda Aceh.

Ujong Batee tidak seperti yang saya bayangkan. Tadinya saya membayangkan Ujong Batee seperti era 90-an, bersahaja tapi bersih. Lalu saya membayangkan Ujong Batee masa sekarang, minimal seperti pantai di sekitaran Lampuuk dan Lhoknga yang telah banyak kemajuan, tertata rapi sehingga nyaman untuk dikunjungi. Namun bayangan saya itu keliru.

”Apa ya kira-kira yang salah dengan pantai Ujong Batee?”, tanya istri saya di tengah perjalanan pulang.
Saya memahami pertanyaan itu. Sebab, Lampuuk, Lhoknga, dan Ujong Batee pernah sama-sama ”jaya” pada masanya sebelum bencana tsunami datang dan sama-sama berada di bawah otoritas pemerintah kabupaten Aceh Besar.

”Mengapa sebagian pantai bisa dikelola dengan baik, sementara yang lain tidak?” sambungnya lagi seakan tak habis pikir dengan kondisi pantai Ujong Batee yang berbalik lurus dengan pantai di kawasan Lampuuk dan Lhoknga.

”Pertanyaan menarik dan barangkali perlu diriset”, jawab saya setengah menghibur.

Di luar rasa kecewa dan penasaran soal kondisi pantai Ujong Batee, kami sepakat bahwa Aceh Besar memiliki panorama alam yang indah yang jika dikelola dengan baik akan menambah penghasilan daerah dan dapat meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat sekitar yang hidupnya sulit karena sebagian alamnya tandus dan gersang seperti kawasan Neuhen, Ujong Batee hingga Krueng Raya.

Letak Aceh Besar yang sangat strategis, mengapit Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi, memiliki bandara bertaraf internasional, memudahkan para turis local, nasional, bahkan turis manca negara menjangkau lokasi wisata alam di Aceh Besar.

Karena itu sayang jika potensi panorama alam yang indah seperti Pantai Ujong Batee tidak dikelola dengan baik oleh otoritas pemerintah Kabupaten Aceh Besar.[]

Tags: acehAceh BesarDPRK Aceh BesarKondisi PantaiPantai Ujong BateeparawisataWisata Laut
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah adalah Penggerak "Rumoh NekNyah" di Ulee Glee Pidie Jaya, Aceh.

Related Posts

Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas
Opini

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

by SAGOE TV
July 18, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang
Opini

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

by SAGOE TV
July 17, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh
Opini

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

by SAGOE TV
July 16, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi
Opini

Tentang Media dan Perhatian Publik

by SAGOE TV
July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti
Opini

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

by SAGOE TV
July 13, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026

EDITOR'S PICK

MoU Helsinki, UUPA, dan Kontestasi Aktor di Aceh

MoU Helsinki, UUPA, dan Kontestasi Aktor di Aceh

August 25, 2022
40 Pengurus Masjid Dapat Kesempatan Studi Tiru Masjid Terbaik Nasional dari Kemenag Aceh

40 Pengurus Masjid Dapat Kesempatan Studi Tiru Masjid Terbaik Nasional dari Kemenag Aceh

July 22, 2025
sulaiman tripa

Kerusakan Lingkungan Siapa Peduli?

April 7, 2025
Bupati Aceh Barat Dukung Transformasi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Menjadi IAIN

Bupati Aceh Barat Dukung Transformasi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Menjadi IAIN

April 13, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.