• Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pengalaman Harus Menjadi Syarat Kepemimpinan?

Anna Rizatil by Anna Rizatil
January 5, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc. (Foto: Dokumen)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc

Profesor bidang teknologi pascapanen, Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Email: rkhathir79@gmail.com.

BACA JUGA

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

Salah satu syarat administrasi kepemimpinan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2030 merujuk Peraturan Majelis Wali Amanat (MWA) USK No. 4 Tahun 2025 Pasal 2 Poin l adalah memiliki pengalaman manajerial paling rendah sebagai ketua Jurusan/Departemen atau yang setara. Sebagai bakal calon (bacalon) Rektor USK, hal ini merupakan tantangan tersendiri karena usia saya yang lebih mudah dibandingkan para bacalon lainnya. Bismillah Saya harus maju dalam kontestasi ini dan membuktikan bahwa yang muda belum tentu kalah secara keilmuan, pengalaman, keterampilan dan kebijaksanaannya.

Pertanyaan kritis yang timbul adalah, Apakah pengalaman harus menjadi syarat bagi sebuah kepemimpinan? Selanjutnya, Apa indikator pengalaman manajerial seseorang hanya dilihat dari SK menjabat atau bahkan durasi jabatan? Bagaimana sebuah kepemimpinan dapat diregenerasikan?

Apakah pengalaman itu? Pengalaman adalah guru yang paling berharga (experience is the best teacher). Orang tua saya selalu mengingatkan saya dengan falsafah ini. Kita harus mampu belajar dari waktu ke waktu, memaksimalkan potensi pikiran kita sehingga tidak jatuh ke kesalahan yang sama berulang kali. Dalam konteks ini, pengalaman mempunyai value positif dalam kehidupan seseorang dan akan berdampak pada kematangan (pendewasaan) kepribadiannya.

Secara hirarki, dalam proses pendidikan ada empat elemen yaitu pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan kebijaksanaan. Pengetahuan adalah dasar atau pondasi yang membuat seseorang mempunyai kapasitas intelektual. Adapun pengalaman adalah kesempatan menerapkan pengetahuan. Keterampilan akan diperoleh setelah proses penerapan sukses dan kebijaksanaan adalah penilaian etis pihak lain terhadap kemampuan seseorang. Dapat kita simpulkan bahwa pengetahuan berada pada hierarki pertama dan menjadi dasar yang dapat menggambarkan kapasitas seseorang. Selanjutnya seseorang harus mengaplikasikan pengetahuannya tersebut dalam kehidupan (mendapatkan pengalaman/praktek) dan memperkuat pengetahuannya sehingga lahir keterampilan. Adapun kebijaksanaan adalah seperti buah yang manis yang diperoleh pada tahapan akhir.

Baca Juga:  Mahasiswa Internasional Ikut UNINET Summer Camp di USK

Merujuk literatur Islam, sifat-sifat kepemimpinan yang ideal meliputi jujur (siddiq), amanah, menyampaikan (tabligh/transparansi), cerdas (fathanah), adil, berilmu pengetahuan, dan penyayang (pemimpin adalah ibu). Jelas bahwa berpengalaman (manajerial/kepemimpinan) tidak menjadi syarat kepemimpinan dalam konsep Islam. Sejarah juga mencatat banyak kepemimpinan yang diperankan oleh orang-orang muda, contohnya Sayyidina Usamah bin Zaid mendapat penugasan langsung dari Rasulullah SAW sebagai Panglima Perang dalam usia 17 tahun. Menariknya, Sayidina Abu Bakar ra. dan Sayyidina Umar bin Khattab ra. sebagai senior turut serta dalam pasukan tersebut. Beberapa alasan baginda memilihnya adalah karena Usamah adalah sosok yang berani dan bijaksana serta memiliki kemampuan dan dedikasi yang tinggi untuk meninggikan Islam.

Di samping Usamah, terdapat sahabat-sahabat belia lainnya yang sangat kompeten seperti Abdullah bin Abbas (dalam usia 12 tahun dapat menafsirkan Surah An-Nasr di depan ahlul Badr), Muadz bin Jabal (dalam usia 19 tahun menjadi duta besar Islam untuk Yaman), Zaid bin Tsabit (dalam usia 21 tahun sudah menjadi tim penulis Al Quran), Atab bin Usaid (dalam usia 18 tahun menjadi wakil Rasulullah setara dengan Gubernur Mekkah), dan masih banyak lagi.

Di luar konteks Islam, sistem Kerajaan pun selalu melaksanakan regenerasi kepemimpinan kepada keturunannya tanpa syarat pengalaman manajerial ini. Yang dilakukan adalah proses pendidikan mempersiapkan kapasitas sang putra atau putri mahkota sebagai Raja di masa depan. Para pemimpin tangguh yang pernah dicatat oleh sejarah, semuanya menduduki jabatan tanpa syarat ini.

Oleh karena itu, saya melihat bahwa menjadikan pengalaman manajerial sebagai salah satu syarat kepemimpinan adalah suatu hal yang tidak bijaksana. Hal ini bahkan menjadi penyebab tidak lahirnya regenerasi kepemimpinan itu sendiri. Keilmuan (kecerdasan) dan karakter seseorang seharusnya menjadi pilar utama dalam pemilihan kepemimpinan.

Pengalaman kepemimpinan (manajerial) seseorang juga belum tentu mengidentifikasikan kesuksesan atau keberhasilan. Berapa banyak kita melihat kepemimpinan yang lemah baik secara inteligensia maupun secara karakter sehingga tidak menghasilkan perbaikan atau pembangunan nyata kepada kelembagaannya. Alhasil kita melihat berbagai hal tidak wajar akibat kepemimpinan yang lemah ini seperti dekadensi moral di tengah masyarakat, lingkungan yang kotor, korupsi, peningkatan kemiskinan dan pengangguran, dan lain sebagainya. Saya juga melihat bahwa persyaratan ini seperti faktor penghambat bagi regenerasi kepemimpinan itu sendiri.

Di sisi lain, USK sebagai institusi pendidikan bertugas utama melahirkan generasi kompeten (red. Pemimpin) di masa depan. Dengan tujuan ini, maka USK seharusnya tidak miskin kandidat pemimpin. Menghilangkan syarat pengalaman manajerial ini dapat menjadi suatu langkah strategis untuk menjaring lebih banyak calon pemimpin di masa depan. Sistem USK harus menunjukkan regenerasi kepemimpinan, dengan membuka peluang bagi yang muda untuk masuk kontestasi.

Baca Juga:  100 Tahun Hasan Tiro

Selain itu tantangan lainnya adalah bagaimana kita dapat melakukan moratorium agar durasi kepemimpinan dibatasi untuk 1 periode. Kepemimpinan terbaik adalah kepemimpinan yang singkat. Semoga USK bisa menjadi teladan bagi Pemerintah dan kelembagaan lainnya dalam memilih pemimpinnya. []

Tags: ArtikelKepemimpinanMakin Tahu IndonesiaRektor USKUSK
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global
Opini

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

by Anna Rizatil
April 17, 2026
Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz
Opini

Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

by Anna Rizatil
April 10, 2026
Bagaimana Memahami Kemenangan Iran
Opini

Bagaimana Memahami Kemenangan Iran?

by Anna Rizatil
April 8, 2026
Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran
Opini

Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran

by SAGOE TV
April 5, 2026
Spiritualitas Iran Membentuk Masa Depan Dunia
Opini

Spiritualitas Iran Membentuk Masa Depan Dunia

by Anna Rizatil
April 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

April 12, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

April 17, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

April 16, 2026
Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

April 13, 2026

EDITOR'S PICK

Uhamka Gelar FGD Media Ajar Berbasis Sejarah Lokal

Uhamka Gelar FGD Media Ajar Berbasis Sejarah Lokal

August 28, 2024
3 Organisasi Profesi Tolak Program Rumah Subsidi Khusus untuk Jurnalis

3 Organisasi Profesi Tolak Program Rumah Subsidi Khusus untuk Jurnalis

April 15, 2025
ISEI Bergerak di Tengah Bencana Aceh, Ribuan Mahasiswa Terima Bantuan

ISEI Bergerak di Tengah Bencana Aceh, Ribuan Mahasiswa Terima Bantuan

December 17, 2025
Gempa M5,0 Guncang Sabang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami, Tercatat 8 Aftershock

Gempa M5,0 Guncang Sabang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami, Tercatat 8 Aftershock

July 4, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.