• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pengalaman Harus Menjadi Syarat Kepemimpinan?

Anna Rizatil by Anna Rizatil
January 5, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc. (Foto: Dokumen)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc

Profesor bidang teknologi pascapanen, Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Email: rkhathir79@gmail.com.

BACA JUGA

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

Salah satu syarat administrasi kepemimpinan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2030 merujuk Peraturan Majelis Wali Amanat (MWA) USK No. 4 Tahun 2025 Pasal 2 Poin l adalah memiliki pengalaman manajerial paling rendah sebagai ketua Jurusan/Departemen atau yang setara. Sebagai bakal calon (bacalon) Rektor USK, hal ini merupakan tantangan tersendiri karena usia saya yang lebih mudah dibandingkan para bacalon lainnya. Bismillah Saya harus maju dalam kontestasi ini dan membuktikan bahwa yang muda belum tentu kalah secara keilmuan, pengalaman, keterampilan dan kebijaksanaannya.

Pertanyaan kritis yang timbul adalah, Apakah pengalaman harus menjadi syarat bagi sebuah kepemimpinan? Selanjutnya, Apa indikator pengalaman manajerial seseorang hanya dilihat dari SK menjabat atau bahkan durasi jabatan? Bagaimana sebuah kepemimpinan dapat diregenerasikan?

Apakah pengalaman itu? Pengalaman adalah guru yang paling berharga (experience is the best teacher). Orang tua saya selalu mengingatkan saya dengan falsafah ini. Kita harus mampu belajar dari waktu ke waktu, memaksimalkan potensi pikiran kita sehingga tidak jatuh ke kesalahan yang sama berulang kali. Dalam konteks ini, pengalaman mempunyai value positif dalam kehidupan seseorang dan akan berdampak pada kematangan (pendewasaan) kepribadiannya.

Secara hirarki, dalam proses pendidikan ada empat elemen yaitu pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan kebijaksanaan. Pengetahuan adalah dasar atau pondasi yang membuat seseorang mempunyai kapasitas intelektual. Adapun pengalaman adalah kesempatan menerapkan pengetahuan. Keterampilan akan diperoleh setelah proses penerapan sukses dan kebijaksanaan adalah penilaian etis pihak lain terhadap kemampuan seseorang. Dapat kita simpulkan bahwa pengetahuan berada pada hierarki pertama dan menjadi dasar yang dapat menggambarkan kapasitas seseorang. Selanjutnya seseorang harus mengaplikasikan pengetahuannya tersebut dalam kehidupan (mendapatkan pengalaman/praktek) dan memperkuat pengetahuannya sehingga lahir keterampilan. Adapun kebijaksanaan adalah seperti buah yang manis yang diperoleh pada tahapan akhir.

Merujuk literatur Islam, sifat-sifat kepemimpinan yang ideal meliputi jujur (siddiq), amanah, menyampaikan (tabligh/transparansi), cerdas (fathanah), adil, berilmu pengetahuan, dan penyayang (pemimpin adalah ibu). Jelas bahwa berpengalaman (manajerial/kepemimpinan) tidak menjadi syarat kepemimpinan dalam konsep Islam. Sejarah juga mencatat banyak kepemimpinan yang diperankan oleh orang-orang muda, contohnya Sayyidina Usamah bin Zaid mendapat penugasan langsung dari Rasulullah SAW sebagai Panglima Perang dalam usia 17 tahun. Menariknya, Sayidina Abu Bakar ra. dan Sayyidina Umar bin Khattab ra. sebagai senior turut serta dalam pasukan tersebut. Beberapa alasan baginda memilihnya adalah karena Usamah adalah sosok yang berani dan bijaksana serta memiliki kemampuan dan dedikasi yang tinggi untuk meninggikan Islam.

Di samping Usamah, terdapat sahabat-sahabat belia lainnya yang sangat kompeten seperti Abdullah bin Abbas (dalam usia 12 tahun dapat menafsirkan Surah An-Nasr di depan ahlul Badr), Muadz bin Jabal (dalam usia 19 tahun menjadi duta besar Islam untuk Yaman), Zaid bin Tsabit (dalam usia 21 tahun sudah menjadi tim penulis Al Quran), Atab bin Usaid (dalam usia 18 tahun menjadi wakil Rasulullah setara dengan Gubernur Mekkah), dan masih banyak lagi.

Di luar konteks Islam, sistem Kerajaan pun selalu melaksanakan regenerasi kepemimpinan kepada keturunannya tanpa syarat pengalaman manajerial ini. Yang dilakukan adalah proses pendidikan mempersiapkan kapasitas sang putra atau putri mahkota sebagai Raja di masa depan. Para pemimpin tangguh yang pernah dicatat oleh sejarah, semuanya menduduki jabatan tanpa syarat ini.

Oleh karena itu, saya melihat bahwa menjadikan pengalaman manajerial sebagai salah satu syarat kepemimpinan adalah suatu hal yang tidak bijaksana. Hal ini bahkan menjadi penyebab tidak lahirnya regenerasi kepemimpinan itu sendiri. Keilmuan (kecerdasan) dan karakter seseorang seharusnya menjadi pilar utama dalam pemilihan kepemimpinan.

Pengalaman kepemimpinan (manajerial) seseorang juga belum tentu mengidentifikasikan kesuksesan atau keberhasilan. Berapa banyak kita melihat kepemimpinan yang lemah baik secara inteligensia maupun secara karakter sehingga tidak menghasilkan perbaikan atau pembangunan nyata kepada kelembagaannya. Alhasil kita melihat berbagai hal tidak wajar akibat kepemimpinan yang lemah ini seperti dekadensi moral di tengah masyarakat, lingkungan yang kotor, korupsi, peningkatan kemiskinan dan pengangguran, dan lain sebagainya. Saya juga melihat bahwa persyaratan ini seperti faktor penghambat bagi regenerasi kepemimpinan itu sendiri.

Di sisi lain, USK sebagai institusi pendidikan bertugas utama melahirkan generasi kompeten (red. Pemimpin) di masa depan. Dengan tujuan ini, maka USK seharusnya tidak miskin kandidat pemimpin. Menghilangkan syarat pengalaman manajerial ini dapat menjadi suatu langkah strategis untuk menjaring lebih banyak calon pemimpin di masa depan. Sistem USK harus menunjukkan regenerasi kepemimpinan, dengan membuka peluang bagi yang muda untuk masuk kontestasi.

Selain itu tantangan lainnya adalah bagaimana kita dapat melakukan moratorium agar durasi kepemimpinan dibatasi untuk 1 periode. Kepemimpinan terbaik adalah kepemimpinan yang singkat. Semoga USK bisa menjadi teladan bagi Pemerintah dan kelembagaan lainnya dalam memilih pemimpinnya. []

Tags: ArtikelKepemimpinanMakin Tahu IndonesiaRektor USKUSK
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas
Opini

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

by SAGOE TV
July 18, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang
Opini

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

by SAGOE TV
July 17, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh
Opini

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

by SAGOE TV
July 16, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi
Opini

Tentang Media dan Perhatian Publik

by SAGOE TV
July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti
Opini

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

by SAGOE TV
July 13, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026

EDITOR'S PICK

Omid Popalzay Jadi Amunisi Baru Persiraja Jelang Laga Lawan PSMS

Omid Popalzay Jadi Amunisi Baru Persiraja Jelang Laga Lawan PSMS

January 15, 2026
Jelang Persiraja vs PSPS, Panpel Pastikan Persiapan Sudah Matang

Persiraja Boyong 19 Pemain Hadapi Dejan FC, Gidong: Semoga Meraih Tiga Poin

March 20, 2025
Refleksi 20 Tahun Tsunami, TDMRC USK dan Konsulat Amerika Gelar Crisis Management Exercise

Refleksi 20 Tahun Tsunami, TDMRC USK dan Konsulat Amerika Gelar Crisis Management Exercise

March 20, 2025
Pengalaman Belajar Studi Islam: Dari Orientalis ke Oksidentalis

Pengalaman Belajar Studi Islam: Dari Orientalis ke Oksidentalis

March 20, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.